
Sebelum aku mulai aku sebagi author mau cerita sedikit, ya aku mau cerita kenapa aku menulis, dan kenapa bisa aku gagal dalam berkarya, aku juga pengen kayak author yang udah kontrak dan author yang sudah mendapatkan hasil yang banyak dari apk mangaton ini, aku dulu pernah nyoba kontrak tapi di tolak dengan alasan aku meniru karya lain, sungguh itu membuatku lesu udah berusaha menyalin karya orang tapi hasilnya tetap nol, saran dari ku! jika ingin berkarya usahalah karya sendiri jagan meniru karya orang lain, dan jika gagal kontrak usahakan berhasil seperti author-author yang lain.
Ya! buat author yang udah kontrak tapi hasilnya tetap recehan tetaplah semangat berjuang trus jagan pada nyerah oke, ya emang cuman beberapa perak tapi masih bisa nulis dengan up sesemangat mungkin biar hasilnya bisa nambah lagi, yang penting jagan nyerah dan tetap lah usaha.
Buat yang karyanya terputus-putus tetaplah semangat cari topik yang jauh lebih baik lagi, jika tidak tau lanjutanya coba di karang dengan teliti lagi ingat kan kejadian masa lalu, percayalah jika mau usaha pasti bisa.
"Hehe.. maaf author jadi kebanyakan ngoceh! sekarang author lanjutkan ya ceritanya."
...-----------...
Penerima murid baru
"Nek....Minumlah obat ini?" tawar Lio Fang.
Layla pun mengambil obat yang di beri Lio Fang tadi, dan obat itu pun sama seperti milik Nenek tadi, reaksinya sangat cepat dan luka-luka dalam milik Layla pun sembuh denggan total, tapi sayangnya Layla tidak bisa mengunakan energinya.
Energinya sudah habis terkuras akibat pertempuran yang barusan iya lakukan denggan nenek Maroja.
"Energi ku sudah habis, sekarang aku tidak bisa mengurus kerajaanku, energiku sudah kau serap semuanya, kau bagian dari diriku, sebaiknya kau jadi murid ku, aku liat dirimu orang baik, aku suka sifatmu, kau orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang begitu besar, buktinya kau menyelamatkan orang yang tidak kau kenal, Apa kau bersedia menjadi murid ku? Kemampuan yang ada di dalam di dalam dirimu itu akan ku ajar kan cara mengunakannya."
"Tunggu.." Sebaiknya jangan kau terima anak muda? Sambung Nenek pendek yang tubuh nya tidak setabil, kadang tua, kadang muda, kadang kecil dan kadang besar.
"Sebaiknya kau jangan terima anak muda, ilmunya tidak benar, ilmunya dia menganut ajaran ilmu hitam, sebaiknya kau ikut saja dengan ku, dan jadi murid ku."
"Aku bingungg!!" jawab Lio Fang denggan sedih.
"Hey!! kau nenek tua, janggan kau godain dia, dia murid ku, aku tidak mau dia mengikuti jejek jelek mu itu." kata Layla
"Apa kamu bilang? jalan ku salah!! hey ngaca lho, ngaca, lho yang salah jalan, akibat peria itu hubungan persahabatkan kita hancur, dulu kita baik-baik saja, canda bareng, makan bareng, sekolah bareng, dan terkadang mandi bareng, tapi semenjak kau kenal pria tidak jelas itu, hubungan persahabatan kita hancur dan kau, kau malah sering sama dia, persahabatan kita jadi kacau dan kita lama-lama jadi musuh seperti ini. "jawab matoja denggan sedih.
"Iya, ini semua salahku, aku sudah percaya sama pria itu, dan malah aku menikahinya dan di saat kami menikah aku tidak sadar kalau dia juga mempunyai istri selain diriku, aku emang salah Layla, aku mohon maafkan aku, kita akan ulang dari awal seperti dulu lagi, aku tidak akan mengulanginya lagi, sekarang aku sadar, sahabat jauh lebih penting daripada seorang pacar/suami, aku sudah salah meningalkanmu, coba dulu aku mendengarmu, supaya tidak menikah dengan pria itu, tapi aku malah bodoh, aku lebih percaya kepada pria itu di bandingkan denggan sahabatku srndiri, aku mohon maafkan aku, sekarang kita damai, dan kita akan melatih Lio fang ini menjadi kesatria hebat."
"Baik aku memaaffkan mu! aku juga salah sudah keras kepala, aku dulu cuman iri saja kepadamu, kamu mempunyai seorang pria yang selalu ada di sisimu, sedangkan aku sendirian, kesepian, dalam ke sakitan."
"Tapi Matoja, asal kau tau! perasaanku sepii, sepii rasanya tidak ada kamu? Sakit Matoja di tinggal kan sahabat demi inggin dekat denggan pria."
"Tapi aku usaha tahan sakit itu, Lama kelamaan aku tidak bisa menahannya lagi, dan bertekat inggin membunuh pria itu, tapi kamu malah marah kepadaku, kamu malah membenciku dan kamu juga menjauhi diriku, bahkan kamu tidak pernah lagi menemuiku, hati ku sakit, sakit moraja di tinggal sahabat sendiri."
"Yaa, Aku tau! Aku mohon maaf sudah membuatnu sakit hati, maafkan aku tidak mengerti perasaanmu, aku sudah salah, sudah salah percaya kepada orang yang tidak tau asalnya seperti dia, aku menyesal sudah menikahinya, aku kira dia orang baik, tapi ternyata tidak, dia menikahiku cuman ingin memuaskan nafsunya, dia cuman ingin menyerap semua energi ku, jika aku tidak di pedulikan lagi aku malah di buang, aku di campakan seperti sampah."
"Maafkan aku Matoja, maafkan kesalahanku ini?" Layla pun memohon ampunan kepada Matoja sambil meneteskan air mata.
"Yaa! aku memaafkan mu, dirimu adalah sahabat terbaik ku, kita adalah kawan lama, yang saling mengerti perasaan satu sama lain, aku juga sudah salah, aku egosi, sebaiknya kita lupakan masa lalu, dan kita sebaiknya mengajari anak muda ini dengan semanggat.
bersambung..