The Healer Becomes A Wariori

The Healer Becomes A Wariori
Epsd 14~ Kehancuran dunia 2



Pertarunggan Lio Fang dan Wendra sanggatlah senggit, sampai-sampai keadaan di sekitar mereka, tidak enak untuk di lihat.


"Kau lumayan juga bocah."Lirik Wendra.


Lio Fang cuman membalasnya denggan senyuman tipis, sambil mengayunkan pedang Naga puspanya ke arah Wendra, Wendra pun menangkis Pedang Lio Fang denggan pedang miliknya yaitu pedang mata iblis.


pertarunggan mereka pun makin lama makin senggit, dan makin lama energi yang mereka keluarkan makin banyak, akibat dari itu kestabilan, dan kekuatan mereka berkurang.


Energi Lio fang tingggal 45 % sedangkan energi Wendra 50 %, keduanya sudah mengeluarkan energi yang cukup banyak, membuat mereka kelelahan dan tidak kuat lagi melanjutkan pertarunggan.


Ziliogia pun melirik ke bawah sambil memperhatikan sosok anak muda yang bertarung senggit, sekarang sudah jelas sekali kalau anak muda itu cukup kelelahan, Ziliogia pun mengaja Xixi, Rand dan Efdet untuk melihat setuasi di bawah.


"Tapi tuan." Protes Xixi.


"Kenapa Xixi?" jawab Ziliogia.


"Apakah tuan Omen baik-baik saja menghadapi Orang itu?"


"Yasudah, sepertinya kau khawatir denggan Omen, sekarang kau bantu dia, aku akan kebawah untuk membantu anak muda itu."


"Baiklah tuan."


Xixi pun siap mengunakan Skil bayanggannya, ya benar Xixi adalah salah satu asasin di pasukan Elit Ziliogi, Xixi bisa menembus tubuh lawannya denggan kekuatan kegelapannya, Xixi bisa menyiksa lawannya denggan Skil andalannya yaitu skil penyiksa kematian.


Xixi di cibtakan oleh Ziliogi dari kabut kegelapan yang berada di hutan terlarang, jika di dunia motral mencari kabut itu tidak lah ada, karna kabut milik Xixi hanya berada di dunia dimensi, atau sering di sebut denggan Dunia tempat para Dewa.


Xixi pun mengeluarkan senjata belatinya dan mambuat satu buah kabut yang kecil-kecil, Xixi pun menyelimuti Pimpinan sekte itu sambil menggaftikan Skil penyiksa kematian.


"Terimakasih Xixi, Aku tidak akan main-main lagi, akan aku hancurkan kau manusia." Lirik Omen denggan amarahnya.


~Skil dimensi aktifkan


~ Skil pemotong waktu aktifkan


Energi Omen menonjok naik, Tubuh omen mulai berubah, awalnya hanya seekor kucing yang imut, sekarang dia berubah bentuk menjadi seekor Ciambura, Salah satu binatang mistik yang amat langka.


"Kalian semua bodoh, kalian semua hanya mengelitiki ku, aku tidak akan main-main lagi, bersiap lah menemui ajal kalian."Kata Pimpinan Sekte itu.


"Sebelum kalian mati, akan aku sebutkan nama asliku, nama asliku adalah Fan Hu, aku sering di juluki sebagai pendekar pedang iblis."


Fan Hu atau pimpinan sekte itu mengeluarkan pedangnya, pedang itu iya basahi denggan darah suci yang iya dapatkan dari Gadis yang iya sembelih tadi. Fan Hu menggangkatkan Senjatanya ke atas, hingga Fan Hu menggeluarkan segerombolan moster yang amat besar, moster itu pun turun ketanah, jumlahnya tidaklah sedikit, jika di hitung ntah berapa lama siap untuk menghitung jumlah moster itu.


Suasana sudah kacau, dunia seketika hancur akibat pertempuran mereka, dan sekarang di tambah lagi moster turun ke bumi denggan beragai macam.


"Kalian semua membuatku marahh."Rintik Fan Hu.


Seketika moster itu turun ke tanah, membuat tanah-tanah bergemlombang, bagunan-banggunan hancur lebur oleh moster itu.


***


Dari kejauhan sudah terlihat Dewi motaja dan Layla kaget melihat dunia yang sekarang, sudah terlihat dunia hampir hancur dan moster-moster pun sudah datang ke bumi, sudah kebayang suatu yang mustahil akan terkadi.


"Layla, Sebaiknya kita menuju samudra selatan, perasaanku tidak enak, sekita bumi ini akan hancur oleh moster-moster itu."


"Kau ada benarnya juga, Ayo kita ke sana?"


Kedua pendekar itu pergi ke arah selatan, sambil meminta bantuan ke teman sepeguruan untuk membantu menghadapi setuasi dunia saat ini.


KERAJAAN SRIWIJAYA


"Raja Arahap, Sebenarnya apa yang terjadi di daerah samudra selatan, sebaiknya kita liat setuasi di sana? Perasaanku tidak enak, aku merasa sesuatu yang besar akan terjadi." kata penasehat kerajaan.


"Aku tidak tahu tentang bencana di luar sana, sebaiknya kita siapkan semua alat perang dan siapkan pasukan, kita akan ke samudra selatan, dan bilang ke putri ku sina dan sena kalau kalau aku pergi ke samudra selatan, jaga mereka baik-baik, jagan sampai terjadi sesuatu kepada mereka."


Penasehat itu paham denggan ucapan rajanya, iya menyuruh dayang untuk menjaga putri raja denggan baik.


Raja sudah beranjak di kursi singga sananya iya juga sudah menyiapkan baju perang dan bela tentaranya, tentara yang di bawa oleh Raja Arahap berjumlah 1.000 orang pasukan.


~200 orang Jendral surga


~200 orang jendral ganas


~400 orang munuroad berdaulad


~200 orang kaisar agung


Seluruh pasukan itu di bawa oleh Raja Arahap untuk memeriksa ke adaan yang terjadi di samudra selatan, tidak menjelang lama akhirnya pasukan kerajaan sriwija sampai di samudra selatan, Raja Arahap pun mengeleng kepala melihat setuasi di sana, di sana sudah terlihat murid akedemi laut selatan tewas denggan sadis, murid akedemi selatan bagi yang kuat sanggup bertahan, tapi bagi yang lemah alhasil, sudah pastilah tewas akibat moster-moster itu.


Tapi.. Tidak lama Raha Arahap memandang setuasi di akedemi laut selatan, iya melihat pasukan Elit ziligia dan pasukan Nyi Loro kidul.


Melihat hal itu, Raja Arahap langsung memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Ziliogia dan Pasukan Nyi Loro kidul.


Pertempuran pun terjadi, bumi pun sekita gemetar akibat pertempuran itu, langit-langit seketika terbelah dan binatang-bunatang berlari kesana-sini, hujan darah akan terjadi bumi akan retak dan kegelapan akan menguasai semuanya.


Pelan-pelan bumi mengalami peretakan, air laut begelombang denggan dasyat, tidak menjelang lama, akhirnya bumi benar-benar tidak kuat menahan bebannya lagi, mengakibatkan bumi terbelah menjadi dua bagian, ntah apa yang terjadi nasip manusia ntah bagaimana, seluruh umat manusia, binatang-binatang, semuanya sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi, kiamat sepertinya sudah terjadi, kehidupan tidaklah ada lagi.


Bagian bumi pun hancur lebur, pertikel-pertikel kicil hingga membuat manusia saling terpisah satu sama lain. Sekarang bumi sudah lenyap dan sekarang natah ada kehidupan lain lagi atau sudah tamat sudah pertualanggan mereka, sumanya di menangkan oleh ke gelpan, andai saja dahulu Gadis darah suci tidak di tanggan yang salah, maka bumi tidak seperti ini, inggatlah kawan hidup di dunia ini hanya sementara, suatu saat kita pasti menemui ajal masing-masing berlomba-lomba lah dalam kebaikan, sebelum hawa nafsu dan kejahatan merajala lela di muka bumi ini.