
Denggan ilmu meringgankan tubuh milik Lio Fang, dia bisa sampai ke Desa denggan cepat, tapi yang dia lihat dari desa adalah sebuah bencana besar yang mana, rumah penduduk di sana hancur lebur oleh pimpinan Sekte tadi denggan Wendra, Lio Fang pun menemui satu orang yang masih bangkit denggan kesakitan yang sanggat parah.
Lio Fang pun mendekat dan menanyakan apa yang terjadi di desa ini."Hey, ini kenpa? kenapa bisa desa ini kacau begini?"tanya Wendra.
"Aku tidak tau tuan! "Aigk, aigk jawab orang itu denggan kesakitan.
"Tapi yang jelas, mereka berilmu tinggi dan aku rasa tinggkat armornya level 6 dan pangkatnya setara denggan Lor abadi, Sebaiknya jika tuan bertemu dia berhati-hatilah jagan sampai tuan terluka."
"Iya baiklah, kemana mereka pergi?" Tanya Lio Fang.
"Kearah selatan."kata laki-laki itu denggan santai.
"Sekarang makanlah pil ini, aku akan pergi menemui orang itu, cepat kau minum dan pulihkan sirkuit energimu."
"Terimakasih tuan, Hati-hati di perjalanan."
Lio Fang pun pergi meninggal laki-laki itu dan melanjutkan perjalanannya ke samudra selatan.
Beberapa menit kemudian..
Lio Fang pun sampai di sebuah istana dan di sana sudah terlihat banyak sekali orang-orang baru di sana, Lio Fang pun masuk ke dalam lagi hingga dia melihat murid akedemi laut selatan dan plus Pesukan Nyi Loro kidul. Di sana belum ada tanda-tanda kalau sekte aliran hitam itu muncul, hingga membuat Lio Fang ragu untuk melanjutkan perjalanannya ke dalam aula istana.
Tidak menjelang lama, orang yang di bicarakan muncul dan orang itu adalah sekte aliran hitam, kelompok sekte itu pun berdiri kokok dah memancarkan petir beserta anggin yang sanggat kuat, seluruh orang yang ada di sana melihat ke atas dan memperhatikan sesuatu yang di lakukan Sekte itu.
"KALIAN SEMUA, TUNDUKLAH KEPADAKU, DAN TURUTILAH SEMUA KEMAUANKU, JIKA KALIAN INGGIN HIDUP, JIKA SAYANG DENGGAN NYAWA KALIAN JAGAN MEMBANGKANG IKUTI SEMUA PERATURANKU."Teriak pimpinan Sekte itu.
Suasana di akedemi laut selatan pun hening dan tidak ada satu orang pun yang berani menjawab perkataan pimpinan sekte aliran sesat itu. Beberapa saat keadaan sedang hening datanglah dari langgit seekor kucing oren yang sanggat imut mencakar muka pimpinan sekte hitam itu, ya benar sekali kucing oren itu adalah omen salah satu jendral pasukan elit milik Ziliogia.
Omen pun mengoyangkan ekornya semberi berkata, "Hey kau!! Manusia busuk, aku tidak sudi sujut di kakimu, sebelum kau melakukan hal yang tidak wajar lebih baik kau langkahi dulu mayatku."Kata Omen si kucing oren itu.
"Kau kucing kotor, menyingkirlah di hadapanku, tidak sudi aku melawan kucing peliharaan tetanggaku."jawab pemimpin Sekte hitam itu denggan santai, sambil melirik ke arah kucing oren itu.
Efdet, Xixi, Rand dan ziliogia pun cuman memperhatikan tingkah laku omen itu, omen sanggat menyanggi kerajaan samudra selatan, bagaimana dia tidak sayang, dahulu dia pernah berada di istana itu bersama tuanya Askar.
Orang-orang yang berada di bawah kaget melihat setuasi dunia ini, bagaimana tidak kaget, melihat kucing bertarung melawan pimpinan Sekte yang tidak mungkin di kalahkan.
"Aku rasa kiamat sudah tiba, mustahil kucing bisa terbang dan melawan kelompok sekte itu denggan seggit, apa aku bermimpi atau mata ku bermasalah." Kata salah satu murid akedemi laut selatan.
Omen yang berada di sebelah kanan sudah siap mengunakan Skilnya yang selalu di andalkannya, hingga membuat satu persatu pasukan sekte hitam itu gugur, tapi salahnya Omen sanggat kesulitan ketika dia menghadapi pimpinan sekte itu.
Tapii ke mampuan omen percuma bahkan denggan santai pimpinan sekte itu menahan seranggan omen, hingga omen kelelahan dan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarunggan.
"Ini membuang waktuku saja!! Akan aku tunjukan kemampuan asliku."Kata Pimpinan itu denggan muka serius.
Energi milik pimpinan sekte itu sudah tidak terkendali lagi, dia pun menggumpulkan energinya hingga membuat satu buah bola ke hitaman yang sanggat besar, dia pun melemparkan bola kehitaman itu ke arah orang-orang yang berada di bawah.
Muka semua orang pucat ketika memandang bola besar itu, dan sudah pasrah denggan keadaan kalau maut sudah mendekati nyawa mereka, tapi sukur alhamdulilah tuhan berkehendak lain, tidak di sadari satu buah cahaya kekuninggan berasal dari tongkat Nyi Loro kidul menahan bola energi itu.
"Kenga, Waisya, Cepat bantu aku menahan bola energi ini, kita tidak punya waktu lagi, cepattt. "kata Nyi Loro kidul.
"Sindiko dau kanjeng ratu" mereka pun mengeluarkan Skil mereka masing-masing.
***
"Sepertinya ini tidak seru kalau cuman pimpinan yang menghadapi semua ini, aku akan buktikan kalau aku juga bisa kejam."kata wendra.
Wendra pun mengeluarkan satu buah pedang dan iya muncul di tengah-tenggah keramayan sambil mengoyangkan pedangnya hingga membuat orang di hadapannya putus kepala satu persatu.
"Sepertinya ini belum cukup" Ayo bantu aku! kata Wendra kepada bawahannya. Ya bawahan Wendra pun mengikuti perintah tuanya itu, mereka pun menghabisi murid akedemi laut selatan denggan kejam.
"Hey... Hentikan, janggan serang mereka, hadapi aku dulu, Akulah yang bertanggung jawab di sini, jika kau membunuh muridku kau harus berhadapan dengganku."Ancam Granmaster Jilu.
Wendra pun tidak mendenggar omonggan Granmaster Jilu dan dia langsung mengeluarkan skil kecepatannya dan menusuk dada granmaster itu denggan cepat, bahkan Granmaster itu baru saja menyelesaikan pembicaraannya satu buah pedang sudah tertancap denggan sendirinya, ya bagaimana tidak, kesaktian Wendra sanggatlah luar biasa, kalau Lio Fang maju maka sama saja kalau dia menggantarkan nyawa kepada Wendra.
Tapii, Lio Fang tidak peduli denggan Nyawanya hingga iya berani menampakan diri dan menantang Wendra duel.
"Hey kau! Apa kau yang membunuh Gadis impianku?"Tanya Lio Fang.
"Kalau iya kenapa? Emang kamu mau apa hah!" Lirik Wendra.
"Kau tidak bisa bicara baik-baik, kau akan membayarnya, kau sudah membuatku marah, akan aku bunuh kau." Lio Fang pun marah sanggat marah denggan omonggan Wendra dia bahkan tidak bisa lagi mengontrol emosinya, semuanya akan dilakukan oleh Lio Fang, bahkan Lio Fang tidak takut kalau dia mati lagi.
Lio Fang pun mengaktifkan Skil pincibtanya dan membuat satu buah senjata yang hampir setara denggan senjata Lor, Lio Fang pun mengarahkan pedangnya ke arah Wendra tapi Wendra tidak kesulitan sama sekali, dan Wendra malahan sempat tersenyum manis kepada Lio Fang.
Lio Fang pun tidak mau kalah, bahkan Lio Fang hampir menghabiskan seluruh energinya untuk mengalahkan Wendra, Wendra pun sigap dan meluncurkan energinya ke arah Lio Fang hingga membuat Lio Fang pingsan.