
Di sisi lain, Eden yang merasa sakit kepala terbagun di suatu tempat yang tidak asing baginya, Eden termenung seketika dan mengginggatkan dirinya denggan masa lalu yang pernah dia alami. Eden pun melangkahkan kakinya kedepan pintu gerbang kerajaan petir.
Di sana terdapat simbol-simbol petir, persih sama denggan simbol yang berada di bagian punggung Eden. Di Negeri petir, setiap anak-anak yang baru lahir, akan di berikan simbol petir, sebagai tanda kalau dia termasuk di kerajaan petir. Jika tidak ada tanda di bagian punggungnya, maka.., tidak akan pernah di akui oleh kerajaan petir, bahkan dia sudah kenal pun denggan orang itu, jika tidak ada tanda, berarti bukan bagian dari kerajaan petir.
Eden yang berdiam diri di pintu gerbang, memberanikan dirinya untuk menghadap kepada Dewa petir, raja dari segala raja penguasa petir, yang terkuat di alam Dewa.
Setelah Eden memasuki kerajaan petir, iya di lihat oleh orang-orang yang berada di aula istana. Mereka pun keheranan atas kembalinya Eden. Dahulu, Eden pernah di usir dari kerajaan petir, karna dirinya melanggar hukuman.
Eden pernah melakukan, hubunggan tindih menindih, denggan seorang perempuan asing.
Perempuan itu adalah pendekar anggin yang bernama Yuna, mereka berdua ketemu di hutan, saat Eden sedang berburu, ketika itu Yuna tidak tahan denggan efek Nafsu yang di berikan oleh segerombolang begal yang menahaanya. Hingga membuat Yuna lepas kendali dan melakukan hal keji seperti itu.
Eden pun merasa heran denggan tingkah laku wanita itu, hingga dia tak terkendali, dan menuruti kemauan wanita itu. Tidak menjelang lama mereka melakukan hubunggan tindih menindih, membuat lambang petir di punggung Eden hilang, dan karna itulah Eden di benci oleh Dewa petir dan di usir olehnya Eden dari kejaraan Dewa petir terkuat.
Peraturan dalam kerajaan petir iyalah, tidak boleh satu orang pun yang tidak memiliki lambang di punggungnya, baik itu Wanita maupun Pria. Jika pria atau wanita inggin menikah, terdapat satu peresedur atau tradisi yang akan di jalani. Dalam negeri ini, tidak boleh nikah sembaranggan dan tidak boleh menyepelekan aturan, karna itu sudah menjadi tradisi dari nenek moyang kerajaan petir.
Jika inggin menikah denggan suku lain, suku lain itu, wajib melakukan mandi kembang 7 rupa, dan wajib memakai lambang petir di punggungnya, jika suku lain tidak mentaati aturan, yang di lakukan Dewa petir adalah satu hukuman dan penggusiran dari kerajaan.
"Sepertinya Tuan Eden sudah kembali? Apakah dia sudah membersihkan diri?"
Serentak orang-orang bertanya-tanya tentang Eden, mereka merasa heran denggan Eden yang berani kembali menginjakan istana petir.
Eden adalah anak dari ke kaisaran petir, Ayahnya sanggat di kenal oleh penduduk kerajaan petir, Ayah Eden sanggat dermawan dan sanggat di segani oleh masarakat mau pun orang-orang kerajaan, mereka semua segan denggan perilaku Ayah Eden yang sanggat bijak dan dermawan, denggan modal kebaikannlah, Ayah Eden di pilih sebagai kekaisaran petir.
Semua masarakat heran denggan Eden, Ayahnya yang di segani oleh semua orang, tapi Eden malahan di benci oleh masarakat. Sering sekali di bicarakan masalalu Eden yang begitu jelek. Sekarang Eden akan menanggung perbuataanya, dan menanggung pembicaraan masarakat yang menggenai dirinya.
Inggatlah kawan, berani berbuat berani tanggung jawab, jagan merasa malu denggan omonggan orang yang membicarakan kita, karna itu sudah kesalahan kita, jika tidak inggin di jelekkan orang, jagan sekali-kali melakukan perbuatan yang zina dan keji itu.
...---...
SALAM MANIS DARI AUTHOR MU, SEMOGA RAIDERS KU SUKA YA! SEHAT SELALU, JAGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, KOMEN, AND VOTE, BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGGAT LAGI MENULISNYA. SIUU SAMPAI JUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA, BYE BYE😍😍