
Dahulu kala, ada perguruan tabib yang berada di wilayah timur Nusantara, di perguruan itu ada seorang anak muda yang bernama Lio Fang, dia adalah murid yang terbaik di perguruan itu, sampai suatu ketika, ada seorang murid yang iri dengan kemampuan Lio Fang dan membuat dirinya di pitnah oleh tabib-tabib yang berada di sana.
Kesalahan Lio Fang tidak banyak, dia cuman ketahuan sama tabib, kalau dia membawa seorang wanita ke pedepokan tabib itu. Konon katanya negeri tabib adalah negeri terlarang bagi wanita, bahkan yang boleh ke pedepokan itu cuman laki-laki saja yang bisa masuk ke perguruan ini.
Jika bergabung dengan negeri tabib ini, maka seumur hidup tidak akan boleh menikah, jika menikah maka akan di kenakan hukuman.
Hukumannya sangat sulit, hukuman yang pertama iyalah di buang ke hutan terlarang selama 3 tahun, setelah sampi di hutan maka sesepuh atau pimpinan tabib itu akan menyuruh membersihkan diri dengan cara bersemedi di dalam hutan itu.
jika seorang tabib yang melakukan kesalahan dan tidak mentaati peraturan, maka hukumannya adalah hukuman mati.
**
"Sesepuh, aku beneran tidak melakukan itu! " Kata Lio Fang.
"Dia bohong sepuh! Aku liat sendiri dengan mata kepala ku ini, kalau dia bermanjaan bersama wanita-wanita cantik," kata Fan Hong yang iri sama kemampuan Lio Fang.
"Baik lah sepuh! Jika dengan hukuman aku bisa jadi lebih baik Lagi, maka aku akan menerimanya, aku yakin dengan hukuman ini aku bisa jauh lebih baik lagi."
"Baru ngaku kau bocah." kata Fan Hong.
"Iyah, semoga dirimu senang atas kepergianku! Jaga guru kita baik-baik aku akan pergi meninggalkan pedepokan tercinta kita ini."
"Tunggu.." Apa kamu yakin denggan keputusanmu? tanya sesepuh yang merasa iba denga jawaban Lio Fang.
"Nak, Jika kamu tidak salah, kenapa kamu mau melakukan ini? bukankah kamu bisa melawan dan memberi bukti kepada kami."
"kami mengerti kok! kamu tidak harus memecahkan ini dalam satu hari, kami bisa memberi waktu buatmu." kata salah satu sesepuh/guru Lio Fang itu.
"Tidak guru, aku bersedia menerimanya, aku bersedia menjalankan hukuman ini! Aku yakin kok guru, aku bisa melewati ujian ini."
"Baiklah, kalau kamu yakin dengan keputusanmu, kami bisa apa? Sekarang pergi lah, janggan kembali kalau kamu belum selesai bertapa di hutan terlarang itu."
"Baiklah aku pamit guru." Lio Fang pun mencium tangan Guru-gurunya itu dan berpamitan kepada teman-temanya yang lain.
"Lio Fang? Apa kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya Zilo.
Zilo adalah sahabat Lio fang sejak kecil dari umurnya 6 tahun samapi berumur 23 tahun seperti sekarang ini, dia masih bersahabat dan saling mengerti, cuaman Zilo saja teman yang menggerti perasaan Lio Fang.
Tabib-tabib lain banyak iri dengan kemampuan Lio Fang dan Zilo, mereka berdua adalah murid rengking ter top di pedepokan tabib itu, denggan kemampuannya yang terbaik, membuat Tabib-tabib iri dan mencari beribu cara supaya bisa memisahkan Zilo dan Lio Fang.
"Zilo aku pamit," Lio Fang melembaikan tangannya kepada Zilo.
Terliahat sekali kalau Zilo sanggat sedih, bagaimana tidak sedih, sahabat sendiri pergi meninggalkan, dan sekarang Zilo cuman bisa pasrah dan menantikan kedatangan Lio Fang lagi.
Bersambung..