The Healer Becomes A Wariori

The Healer Becomes A Wariori
Epsd 17~ pertarunggan kuil Es



Seketika Soma hendak pergi, suara rintihan petir pun menyala di sana-sini, membuat tanah retak dan ntah apa yang terjadi, satu orang gadis dinggin muncul di dalam tanah itu, Gadis itu pun berdiri tegak di atas tanah, sambil berkata; " Selamat datang di kuil Es hayalan, kuil ini sering di sebut kuil Es hayalan, selamat menempuh ujian, semoga lolos dari tantangganku." Setelah Gadis itu berbicara, dia pun menghilang dan masuk kembali ke dalam tanah.


"Koga apa itu?" tanya Soma ke koga.


"Aku tidak tau, aku saja baru melihatnya," timpal koga kepada Soma.


"Sebenarnya ini tempat apa sih?, gumam Rayuho denggan keheranan.


"Aku tidak tau lah, sebaiknya kita pergi dari tempat ini, aku merasa tidak nyaman di tempat ini, aku khawatir ada hal lain yang bakalan muncul," sambung Lio Fang kepada teman-temannya.


"Yasudah lah, mending makannya kita lupakan saja, lebih baik kita mencari jalan keluar di tempat ini", sambung Eren.


"Iya" Ayo kita jalan, semoga kita bisa di loloskan dari tempat ini.


...


3 menit kemudian..


Mereka pun sampai di sebuah danau, dan di danau itu terdapat satu bungga yang sanggat indah, hingga membuat Erena tertarik untuk menggambil bungga itu, tapi anehnya semua teman Eren tidak mengijinkan Erena untuk mengambil bungga itu, Erena tidak mendenggarnya iya pun keras kepala ingin mengambil bungga itu.


Belum sempat Erena menyentuh bungga itu, hingga sudah berdirilah sosok Naga ES di tenggah-tenggah danau itu, persis sekali danau itu berada di dekat bungga yang mau di ambil oleh Eren.


Lio Fang, Eden, Erena, Koga, Soma, dan Royuho pun kaget seketika melihat Naga yang begitu besar di tenggah-tenggah danau itu, Naga itu pun memancarkan Es di mulutnya, hingga membuat air di danau beku seketika.


Naga itu pun melirik ke arah Lio Fang dan teman-temannya, dan memancarkan ES di mulutnya itu ke arah Lio Fang dan teman-temannya.


Energi Es milik Naga itu pun mengenai tanah di dekat Lio Fang dan teman-temannya berdiri, hingga membuat Rayuho emosi, dan mengaktifkan Skil Airnya.


"ROYUHO........"


"RAYUHO...., teriak Teman-temannya, tentu saja temannya khwatir denggan keadaan Royuho, hingga Teman-temannya pun mengaktifkan skil masing-masing.


Lio Fang yang berada di sisi tenggah pun mengaktiflan Skil pencibta dan pedang Naga puspa andalannya itu, mereka pun bertempur denggan skil masing-masing.


Tapi.., Naga itu tidaklah lemah, energi milik Naga itu Setara denggan Lor yang nyata, sanggat sulit di taklukkan.


Pangkat Lor


~Lor yang nyata


~Lor tahap menenggah


~Lor atas


~Lor bawah


~Lor alam munuruad berdaulad


~Lor sains suci


~ Abadi


Naga itu setara denggan Lor yang nyata, sedangkan kemampuan Lio Fang dan teman-temannya belum sama sekali mencapai tingkat Lor, mereka barulah di tingkat bawah yang mencapai Kaisar agung dan sais suci tahap akhir, jika di bayangkan mustahil bagi Lio Fang dan teman-temannya untuk menghadapi Naga itu.


Naga itu pun mengepaskan Ekornya, tapi masih bisa di tahan oleh Rayuho denggan teman-temannya, Naga itu pun makin mengeraskan kipassan ekornya, hingga membuat mereka terlempar jauh.


Koga, Soma, Eren, Lio Fang dan Eden terpelantar jauh, anehnya energi milik Rayuho naik, makin meningkat, dan menampakan suatu cahaya kebiruan yang begitu aneh. cahaya itu pun mulai membentuk suatu lambang yang bersimbol Naga, lambang itu pun masuk ke badan Royuho, hingga membuat Ruyuho membentuk sosok Naga kebiruan, yang hampir sama besar denggan Naga yang Rayuho lawan barusan.


Kedua Naga itu pun saling berhadapan, seperti sosoknya Moster vs ultramen Zero, tentulah energi milik mereka sanggat besar, pertarunggan atara ES dan Air, sama-sama kuat dan sama-sama memiliki teknik yang sama. Pertarunggan mereka berdua membuat goncanggan di sekitar mereka, tentu saja Lio Fang dan Teman-temannya itu terganggu akibat pertempuran Rayuho dan sosok Naga itu.


...


"Sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Lio Fang.


"Kamu benar! Tidak aman kita berada di pertempuran mereka. Sebaiknya kita cari tempan yang Lebih aman, supaya kita tidak menjadi korban", kata Eden.


"Iya, sebaiknya kita menjauh dari tempat ini", Mereka pun khawatir denggan keadaan saat ini, sungguh bukan main pertarunggan antar Naga, ukuran Naga sanggat besar, jika manusia biasa yang berada di sana, tentu lah membuat gentar dan takut jika terinjak oleh sosok Naga yang besar itu.


...----------...


...Autor nulis lagi, maaf sering ngilang, soalnya lagi belajar nulis, dan makasih banyak ya, yang udah sering mampir di novel ku ini...


...----...