
Dalam alam bawah sadar, Lio Fang termenung di sebuah kawasan yang asalnya ntah dari mana, hinga pada saat Lio Fang termenung dalam lamunannya, datanglah satu ekor Naga menghampiri Lio Fang, Naga itu pun mendekat dan sembari berkata."Lio Fang, kau janggan putus asa, berjuanglah, aku adalah bagian dari hidupmu, kuatkan dirimu, kembalilah ke alam sadarmu, dan hancurkan Sekte-sekte yang tidak layak untuk hidup itu, dan terimalah pedang Naga Puspa ini, cepat kau kalahkan dia."
"Aku tidak bisa."Jawab Lio Fang lesu.
"Kenapa?"Tanya Naga itu.
"Aku bukanlah pahlawan, aku hanya seorang pecundang, yang tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan sudah dua kali aku melihat orang mati di kepalaku sendiri, untuk apa aku hidup, aku hanya menambahkan beban, dan untuk apa aku kembali ke alam bawah sadarku, kalau ujung-ujungnya aku juga bakalan kalah."
"Lio Fang, aku memang baru mengenalmu, tapi aku rasa jiwamu kuat. bangkitkanlah kekuatanmu, jadi lah kuat, taklukkan Sekte-sekte yang membuat onar itu, Sekarang ayo pergilah ke alam bawah sadarmu, aku akan membantumu, aku akan pelajari kitab beku itu, kita sama-sama Lio Fang menghadapi kesulitan ini, dan maaf, aku salah sangka kepadamu, aku kira kau orang jahat yang inggin menguasai kitab beku abadi itu, tapi aku salah, kau adalah orang baik, kau adalah tuanku dan kau adalah pahlawan semua orang, tunjukan ke gurumu, kalau kamu bisa di andalkan."
"Apa aku bisa! Aku tidak yakin kalau akau bisa menghadapi orang yang sakti mantra guna itu, aku bahkan di anggapnya sebagai kecoa yang mengelitiki tubuhnya."
"Tapi baiklah, akan aku coba, aku akan kembali ke alam bawah sadarku."
Naga itu pun tersenyum dan memberi pedang yang bercahaya ke kuninggan, Naga itu pun masuk ke dalam pedang itu, hingga memancarkan cahaya kekuninggan yang sanggat kuat. Keadaan di luarpun sanggatlah heboh, terlihat jelas kalau kucing oren masih melawan pimpinan sekte hitam itu di atas awang-awang Dan di bawah terdapat wendra yang menghabisi satu persatu lawan-lawanya yang menghalanggi langkahnya.
Lio Fang pun bangkit, bola mata Lio Fang pun serius untuk menghadapi Wendra itu, Dia pun meninmbulkan satu buah senjata, ya senjata itu adalah pedang Naga puspa, Lio Fang pun mengeluarkan energi yang begitu dasyat, bahkan cahaya pedangnya itu membuat mata menjadi silau, Peningkatn Lio Fang pun terjadi, jika Lio Fang mengunakan energi pedang Naga puspa denggan pul, maka dia kemungkinan bisa membuat seri denggan Wendra.
Lio Fang pun membuka pedang miliknya itu dan bersiap untuk menyerang Wendra, tapi tentu saja Wendra tidak mau kalah, Wendra pun mengeluarkan pedang andalanya , ya pedang itu adalah pedang iblis bermata satau.
Kedua-duanya sudah bersiap dan energi pedang milik mereka saling menghantam satu sama lain, bahkan melihat mereka bertarung sanggatlah susah, kedua-duanya sama-sama hebat dan tidak ada yang mau menggalah satu orang pun di antara mereka.
Lio Fang mengunakan pedang Naga puspa, pedangnya memancarkan cahaya kekuninggan, sedangkan Wendra mengunakan satu buah pedang yang berkilauwan merah seperti mata iblis. Ketika Energi pedang milik mereka saling beradu, membuat suasana di dekat mereka tidak enak di pandang, bahkan bagunan-bagunan yang ada di dekat Lio Fang dan Wendra retak akibat pukulan dari energinya itu.
"Ciuh..Bocah ingusan, jangan sok pahlawan, kemampuanmu jauh di bawahku." Kata Wendra.
"Oh ya!!, Mari kita buktikan, keluarkan seluruh kemampuanmu, hari ini kita akan lihat siapa yang terhebat, aku atau kamu."
"Dih, sombong sekali kau bocah, kau akan membayar kesombongganmu itu."kata Wendra.
"Sombong kau bilang! Cuih kau janggan sok -sok an, bahkan kau jauh lebih sembong dan kau juga sudah membunuh Gadis yang amat aku cintai, kau akan menemui malaikat maut hari iniiiii."Ancam Lio Fang.
Keduanya pun sama-sama emosi dan keduanya pun meningkatkan kestabilan sirkuit energi milik mereka masing-masing.
"Cukup bermainnya, aku akan serius."Kata Lio Fang.
~Skil pencibta aktifkan
~Skil api aktifkan
Tapi.. Mudah saja Wendra menangkis pedang milik Lio Fang denggan pedang andalannya Yaitu pedang mata iblis.
Tapii, Yang rencana Lio Fang bukan itu, dia pun selalu tersenyum, hingga sudah mulai terlihat ratusan pedang menghujani setiap tempat yang di lewati oleh wendra.
"Apa ini? Kekuatan macam apa ini? Kata Wendra denggan cemas.
Tidak hanya itu, Nyi Loro kidul, Granmaster jilu, murid akedemi laut selatan, bahkan omen yang bertarung melawan pimpinan Sekte hitam itu pun berhenti ketika melihat hujan pedang milik Lio Fang.
"Apa ini? Apakah tuan Askar kembali? "Kata omen, sungguh tidak aku sangka tuan Askar berkunjung juga ke dunia motral ini.
"Tapi...aku tidak merasakan aura milik tuan Askar." Sebenarya siapa orang yang melakukan ini?.
Semua orang bertanya-tanya tentang pedang yang di hujani Lio fang tadi, bagaimana orang tidak kaget, orang yang bisa mengunakan skil pencibta hanyalah 3 orang, yaitu Ziliogia, Asura dan Askar, mustahil kalau ada orang lain yang mampu mendapatkan skil sehebat dan sekuat itu.
Satu persatu pedang itu sudah menghujani Wendra, tapi wendra masih bisa bertahan denggan skil miliknya, tapi itu tidak menjelang lama keadaanpun mulai kritis, Wendra sudag kehabisan tenaga dan iya pun tertusuk oleh pedang yang terakhir, dan tepat sekali pedang itu mengenai legan kanannya, hingga membuat darah mengenggalir denggan deras.
"Sepertinya kau mulai serius bocah."Kata Wendra.
Wendra pun mulai mempokuskan dirinya dan mengubah badanya menjadi lebih besar denggan dua tanduk yang tipis di kepalanya, Wendra pun tidak menunggu aba-aba lagi, dia tidak ingin becanda dan menghina kemampuan Lio Fang lagi, Wendra pun memokuskan dirinya ke satu titik.
Tentu saja Lio Fang bukanlah lemah, yang ada di dalam dirinya lah yang menguatkannya, jika hanya menggandalkan kemampuan Lio Fang, mustahil untuk mengalahkan orang yang begitu kuat seperti Wendra itu.
Angin pun muncul di bagian kanan kiri milik Wendra dan Energinya tidaklah berwarna merah lagi, sekarang dia mengeluarkan energi iblis yang sering di sebut Diamondras salah satu energi iblis yang sanggatlah dasyat.
Wendra menatap mata Lio Fang denggan tajam, Sambil berkata,"Bersiab-siap lah, ini tidaklah mudah.
Lio Fang pun merinding denggan perkataan Wendra, dari segi penampilan, kekuatan, dan tata bicaranya pun sudah beda. Wendra pun memulai penyeranggan sambil berlari denggan ligat ke arah Lio Fang dia mencibtakan energi keungguan dari tangganya.
Lio Fang pun tidak kalah, dia juga sudah mengaktifkan skil andalanya yaitu skil sayap putih dan hitam, Lio Fang terbang dan mencibtakan energi kegelapan bercampur denggan energi cahaya. Hingga mempokuskan satu titik, kedua energi itu beradu denggan dasyat, membuat gempa dan debu beserta asap-asap yang berada di area petarungan mereka.
...--------...
Note: Maaf kk, kalau Novelku ini selalu membosankan dan maaf kalau cerita ini tidak se asik cerita-cerita dari novel author action yang lainnya.
...-------...