
NOTE: Sebelum saya mulai, aku mau memberitahukan kak/ade, ya novel ini bukan novel yang kren, aku cuman penulis yang baru belajar, dalam novel ini juga banyak kesalahan, aku cuman nulis-nulis saja, ini semata cuman karangganku saja, ini tidak asli kok kk, ya ntah lah ya kk, aku nulis ini cuman represing otak aja, jika ada yang mau baca sukur, kalau tidak ya gapapa.
...-------------------...
Lio Fang pun pingsan lagi, akibat pertarunggannya denggan penjaga itu atau sering di sebut sebagai Dewa ke kehidupan, Dewa yang sanggat sulit di taklukan, bahkan susah untuk di bunuh, sehingga sulit untuk meloloskan diri dari Dewa kehidupan, jika dia mati maka energinya miningkat, bahkan melebihi ke hidupan awalnya.
Tidak menjelang lama, sosok yang di bicarakan bangkit lagi, tombak yang ada di dadanya iya lepaskan, bahkan energinya makin ganas jika di lihat.
...
Dalam bawah alam sadar Lio Fang, dia melihat satu buah cahaya ke kuninggan, Iya pun mendekati cahaya itu, sambil merasakan energi yang begitu dasyat, Cahaya itu pun mendekati Lio Fang, hingga cahaya itu jatuh di atas tanah, dan memberlihatkan sosok gadis cantik, Gadis itu berambut pirang, badanya sedikit ramping, Gadis itu juga mempunya bola mata yang berwana kebiruan, Gadis itu pun mendekat ke arah Lio Fang sambil dia menangkap tubuh Lio Fang.
Gadis itu sudah berada di pelukan Lio Fang, sensinya pun sudah terasa hanggat dan pelan-pelan gadis itu mengkecup bibir Lio Fang .
Setelah beberapa menit Gadis itu melepaskan bibir Lio Fang, Sambil iya berkata"*Namaku adalah serinda anjani, aku adalah gadis dari kerajaan suci, aku adalah gadismu, kita akan di pertemukan suatu saat nanti, aku adalah jodohmu, aku akan menunggumu sayang, ayo berjuanglah, aku menantikanmu, setelah kau selesai di kuil ini, datanglah ke kerajaanku, lamar aku, aku menunggumu, aku akan selalu menantimu, jagan samapai aku di jodohkan dan impianmu untuk menyelamatkan duni*a sia-sia, aku akan menunggumu, keputusan ada di tangganmu."
Gadis itu pun menghilang di pandanggan mata Lio Fang, tapi.. Nama Sarinda anjani, selalu melekat di kepalanya, ntah kenapa Lio Fang merasa aneh ketika iya melakukan sekecup ciuman denggan Gadis itu.
...
Setelah beberapa menit, Lio Fang pun bangkit dari ke sadarannya, tapi anehnya Lio Fang tidak berada di kuil Keajaiban,malaikan kuil Es tempat kuil ini sanggatlah dinggin, dan tidak di sangka-sangka teman-temannya menepuk bahu Lio Fang sambil memberikan Lio Fang sebuah senyuman manis.
"Lio Fang, aku punya satu julukan buatmu." kata Eden sambil tersenyum.
"Kau akan kami beri nama senagai pendekar Lio, kau akan di juluki sebagai pendekar Naga Lio, jika dunia akan menanyakan sosok dirimu, maka namamu adalah pendekar Naga Lio, Aku yakin Nama mu akan terkenal di seluruh dunia."
"Sudah-suda bicaranya, Aku laparr cepat carikan aku makanan," Kata Erena sambil merengek untuk di carikan makanan.
"Erena, sabar napa! kami lagi asik ngobrol juga."
" Aku tidak tahan lagi, kita sudah berjam-jam tidak makan, kau enak Laki-laki, aku ini perempuan, aku tidak kuat tahan lapar-lama, kamu mau aku kena penyakit Mag hah!"
"Iya-iya sabar, bawel banget sihh," protes Soma.
"Aku akan carikan makanan, kalian tunggu di sini, aku akan menangkapkan binatang-binatang yang bisa di makan di area ini."
"Hati-hati Soma sayang." Kata Erena sambil ternyum.
"Elih, tumben kau mangilku sayang, biasanya kau Nempel truss sama Eden, Giliran Eden sama Yuna kau cemberutnya minta ampun."
"Sudah-sudah tidak usah bawel, cepat sana kamu cariin makanan buat kita."
"Iya"
Soma pun pergi meninggalkan teman-teman untuk mencari makanan, iya tersenyum tipis kepada Yuna.