The Fate Of Love

The Fate Of Love
4



setelah makan siang di restoran tadi amanda, maria, dan mama anna lansung pulang ke rumah. mereka berpisah di parkiran restoran tempat mereka makan siang dan mama Marie pulang ke Mension nya yang ada di Sydney dan erik lanjut pergi ke kantornya...


di dalam mobil


Amanda diam sedari tadi mama anna dan maria diam saja melihat Amanda yang sedari tadi diam


"aku kenapa ya, selama ini aku tidak pernah tertarik sama lawan jenis padahal si james yang tiap hari nyatain perasaan nya ke aku, aku biasa tuh tapi kali ini kenapa jantung aku sangat kencang melihat kak Erik padahal ini bukan pertemuan kami yang pertama.


aduh aku kenapa sih mikirin dia"


ujar Amanda yang bergemuruh dengan hati nya.


erik hara louis POV


sambil tersenyum


" mama kenapa ya tiba-tiba banget jodohin aku sama amanda, selama ini mama juga tidak masalah dengan aku yang masih belum mau menikah .


ya memang Amanda wanita yang cantik dan dilihat dia sekarang Amanda pasti orangnya juga baik, mandiri.


ada apa ya sama aku, kok aku mikirin amanda, selama ini jangankan untuk mikirin wanita melihat saja aku tidak pernah setelah kejadian waktu itu,


dan apa ini jantung ku juga sekarang Sudak berdetak apa benar aku sekarang sudah jatuh cinta lagi dan wanita itu adalah amanda batin erik..


Author POV


2 Minggu setelah pertemuan singkat antara keluarga Doris dan keluarga Hara.


mama Anna mengundang mama Marie dan erik untuk makan malam bersama di kediaman keluarga Doris.


pukul 07.00 malam di kediaman Amanda Doris...


ckrekkkk suara pintu kamar, amanda menoleh di asal suara itu,


"ayo turun ke bawah sayang, tante anna sama erik ada di bawah, mama tadi ajakin mereka buat makan malam bersama..


"hah mama apaan sih kok gak bilang-bilang amanda kan gak sempat tuh berdandan dulu"


sambil membulatkan mata nya.


"Tidak usah berdandan sayang, anak mama mau berdandan atau pun tidak tetap cantik kok


sekarang kamu siap-siap aja"


" kan mama mulai lagi sok gombalin Manda lagi mending manda siap-siap dulu ya"


" iya sayang, mama tunggui kamu di bawah ya". ...amanda mengangguk


Amanda pun bersiap-siap,Manda mengenakan dress berwarna biru sampai di bawah mata kakinya,. dan menghias wajah nya, rambut ikal panjangnya di gucir, sungguh sangat mempesona.



Amanda pun turun menuruni anak tangga.


"selamat malam semuanya".


semua yang di meja makan melirik ke arah sumber suara....


"wah sayang kamu cantik sekali, tante gak salah pilih buat jadiin kamu menantu tante" goda mama Marie...


"makasih tante, tante bisa aja" sambil menahan malu


"sudah dong kak, tidak usah melihat kakak aku segitunya lirik maria ke erik.. disela mama Marie dan manda berbicara



"kamu ini, ngagetin kakak saja, kamu itu salah lihat, kakak gak kek gitu kok.."ucap erik gelalapan sambil menahan gugup..


"kakak bohong"ucap Maria


"Maria, anak tante itu terposa melihat kecantikan kakak kamu ini, ya kan rik" ucap mama Anna melirik ke arah Erik sambil mengedipkan matanya


Erik diam tak menjawab pertanyaan mama nya karena dia sedang menahan gugup nya


Tidak seperti biasanya seorang direktur kalau sedang di kantor selalu menampakan aura devil nya tak pernah senyum, dan dingin.


sekarang harus menahan gugup karena wanita cantik yang sedang berdiri di hadapan mamanya sambil tersenyum kepadanya


"sudah dong rik mukanya gak usah tegang gitu" ucap mama Anna


"hemm iya ma" ucap erik


"ayo sayang kamu duduk di samping erik, biar kita makan malam dulu". ujar mama anna


"iya ma" sambil berjalan menuju kursi tepat di samping erik.


erik melirik amanda dengan sangat gugup.


"kamu sangat cantik malam ini"..... ujar erik


melirik amanda


"makasih ya kak rik"


mama anna dan mama Marie senyum melihat kedua anak nya itu.


mereka pun makan malam bersama, setelah makan mereka pergi ke ruangan tamu berbincang-bincang sambil menikmati cemilan.


sedangkan Amanda dan erik sedang duduk di kursi di taman belakang rumah amanda.


mereka tampak gugup dan canggung.


"man" . . dan akhirnya erik memecahkan suasana yang hening itu


"iya kak". melirik erik


"aku boleh gak minta nomor ponsel kamu"?


" ehm boleh kok kak" sambil memberikan ponselnya kepada erik


erik pun menyimpan nomor ponsel si amanda.


mereka masih terlihat masih canggung


"man aku mau tanya sesuatu sama kamu"?


dengan gugup


"kakak mau tanya apa"?


"kamu memang gak ada pacar atau seorang pria yang kamu sukai?" tanya Erik


"enggak kak, aku hanya fokus kuliah aku ingin bahagiakan mama dulu baru cari pendamping hidup"


"kalau kakak gimana" tanya Amanda


"4 Tahun lalu aku memiliki pacar di kota ini aku sudah 2 tahun memacarinya hingga suatu saat aku mendapatinya" ucap Erik tidak meneruskan ucapannya, bayangan-bayangan kejadian malam itu kembali terlintas di benak erik


"Are you okey?" tanya Amanda


"Iya man aku gak papa kok"


"kalau berat tidak usah dilanjutkan kak " ucap Amanda


"tidak kok"


"sebentar ya aku ambilin minum dulu" ucap Amanda sambil beranjak dari tempat duduknya


"Tidak usah aku mau lanjutin ceritanya" tahan Erik sambil memegang tangan Amanda


"kalau itu berat tidak usah dilanjutkan kak, itu kan masalah pribadi kakak" ucap Amanda sambil kembali duduk


"aku bersedia kok untuk mendengarkan nya kak" ucap Amanda


"Dia menghianati aku denga seorang rekan Bisnisku aku sangat tidak menyangka dia melakukan hal itu dia juga melakukan hal yang sepatutnya tidak mereka lakukan, malam itu juga aku mengakhiri hubungan kami, aku merasa sangat sial dan hancur waktu itu


dulu aku berpikir dia wanita yang nantinya aku nikahi dan jadi istri ku aku juga berpikir dia wanita yang sangat menjaga kehormatan nya tapi nyatanya dia hanya wanita murahan yang senang menjajakan tubuhnya untuk dijadikan santapan para pria berhidung belang, ucap Erik panjang kali lebar


"kakak yang sabar ya, manda yakin kok kak Erik bisa bahagia kembali dan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pacar kakak itu"


"sudah kok man, aku sudah menemukan wanita itu


"aku enggak tau ada apa sama perasaaanku ,entah kapan juga datang nya semenjak kemarin aku jumpa sama dia di restoran ada perasaan yang gak bisa aku rasakan ke orang lain selain dia. setiap aku mengingat dia, hatiku jadi teduh, senyum nya bisa menanangkan jiwa dan pikiran


aku gak tau kenapa hatiku berdetak kalau lagi mikirin dia . dan wajah nya selalu mengisi otakku selama 2 Minggu ini aku gak tau perasaan apa yang kurasakan selama 2 Minggu ini terhadap nya


selama ini aku gak pernah mirikin ,melihat bahkan melirik wanita lain, tetapi dia berhasil membuat aku jatuh cinta kepadanya" ucap Erik


"bagus dong kak, ternyata kakak sudah menemukan wanita yang bisa buat kakak bahagia" ucap Amanda dengan raut wajah yang tersenyum dibuat-buat


"Aku terlalu banyak beharap 2 Minggu belakangan ini, aku berpikir tadi kak Erik mengajak ku ke teman ingin menyampaikan perasannya kepadaku tetapi kak Erik ternyata sudah mencintai wanita lain" batin Amanda sedih


"Manda" panggil Erik


" iya kak" jawab Amanda


"kamu tidak bertanya siapa wanita itu"


"itu kan masalah pribadi kakak, aku tidak ingin mencampuri nya" tolak Amanda


"kan tadi aku sudah bilang kalau kamu mendengarkan nya aku bakal memberitahukan nya" ucap Erik


Amanda menundukan kepalanya dan memejamkan matanya sebentar


ingin sekali Amanda menolak tetapi Amanda juga ingin tahu siapa wanita itu


"emang siapa wanita itu kak" ucap Amanda pelan


" wanita yang mama siapakan untuk dijodohkan buat aku wanita yang sudah mengobrak abrik hatiku selama 2 Minggu ini siapa lagi kalau bukan kamu Amanda"


"Manda ini memang terlalu cepat tapi izinin aku untuk bahagiain kamu"


"izinin aku buat jadi pacar kamu Amanda, aku janji gak bakal ngecewain kamu aku janji sama kamu" ucap Erik menggenggam tangan Amanda sambil menatap Amanda serius


Deg deg deg deg jantung amanda berdetak sangat kencang. "kak Erik apaan sih ngomong seperti itu kan aku gak tau mau harus jawab apa. kenapa sih ini" batin amanda


"Apa ini tidak terlalu cepat kak, kita bahkan baru bertemu, kamu aja tidak tau aku itu seperti apa, sifatku dan sebaliknya"


"iya man, aku tau tapi apa salahnya kita coba dulu seperti yang dibilang mama dan Tante kemarin di restoran. aku janji aku gak bakal kecewaain kamu, aku juga yakin kalau kamu orang nya baik"


ucap erik sambil menatap amanda seakan memberikan isyarat bahwa dia tidak mau menerima penolakan


"tapi kak" tahan Amanda


" aku sangat berharap kamu tidak menolak permintaan ku ini"


" iya sudah kak kita jalanin aja dulu" menatap Erik dengan mantap


"manda apakah kamu serius sama aku, kalau kamu belum siap aku tidak apa-apa kok, aku akan menunggu dan aku juga tidak akan memaksa kamu"


"Tidak kok kak, kan kakak sendiri yang bilang sama aku, apa salah nya kalau kita mencoba nya terlebih dahulu"


jawab amanda gugup


"Makasih ya manda aku senang banget kamu bisa terima aku. Aku bakal janji sama kamu aku bakal bahagiain kamu dan enggak bakal ngecewain kamu"


menatap amanda penuh harap.


"Iya kak aku percaya kok sama kamu"


"Makasih ya manda"


sambil mencium kedua pucuk tangan amanda.


Amanda pun mengangguk.


"Ayuk kita masuk kedalam mama dan tante anna pasti sudah menunggu kita"


sambil meraih tangan amanda dan menggenggam nya.


Amanda hanya bisa diam dan senyum melihat tingkah erik.


"Cie cie cie cie yang pegangan tangan "


ucap maria melirik amanda dan erik.


"kamu anak kecil tidak usah mengurusi urusan orang dewasa mendingan kamu masuk kamar dan belajar sana besok ada ulangan" ujar amanda sambil duduk bersamaan dengan erik


"Kakak apaan sih" memasang muka cemberut nya


"Sudah-sudah kalian ribut banget sih malu tau sama tante marie" ujar mama anna


"Tidak apa-apa kok. tapi ngomong-ngomong ada yang lagi senang nih"


sambil melirik amanda dan erik.


"Ehmm anu ma, jadi gini erik mau bilang sama mama, tante anna dan maria juga bahwa erik dan amanda udah resmi berpacaraan" sambil gugup dan tetap memegang tangan amanda


"Iya ampun mama senang banget mendengar nya nak, semoga kalian terus bahagia dan langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius lagi" sahut mama anna sambil melirik mama Marie.


"Iya an, saya juga senang mendengar nya"


Authorpov..


Jam dingding di kediaman keluarga Doris sudah menunjukan puku 23:00.


Erik dan mama Marie berpamitan untuk pulang.


Di dalam mobi erik dan mama Marie tampak diam tidak bersuara dan akhirnya mama Marie pun bersuara.


" Rik apa kamu beneran jatuh cinta sama amanda"


" Iya ma, erik sudah jatuh cinta sama amanda, semenjak di restoran 2 Minggu lalu.


"kamu jangan main-main sama amanda ya rik, keluarga mereka bukan keluarga main-main kalau kamu main-main sama amanda mendingan kamu enggak usah dekat sama amanda, nanti mama jadi tidak enak sama tante anna"


" iya ma, pokok nya mama tenang aja ya. erik udah janji sama diri erik sendiri. erik bakal bahagiin amanda


"mama senang mendengar nya mama bakal selalu dukung kamu nak"


"makasih ya ma."


"secepatnya kamu halalin amanda, mama sudah tidak sabar untuk menggendong cucu dari putra mama satu-satunya"


"iya ma,setelah Amanda selesai wisuda Erik mau lamar Amanda buat Erik jadiin istri"


"iya sayang mama pasti lamar Amanda buat kamu"


"papa pasti bahagia disurga melihat kamu bahagia seperti sekarang, papa juga pasti lebih bahagia jika dia tau kalau menantunya itu anak sahabat nya sendiri. andai papa masih ada papa pasti orang pertama yang dukung kamu untuk dijodohkan sama Amanda sayang" ucap mama Erik sedih tak terasa air mata mama sudah membasahi pipi nya


"tapi papa juga bakal sedih lihat mama nangis seperti ini, mama jangan menangis masih ada Erik yang bakal selalu ada untuk mama senang dan duka Erik pastiin Erik bakal selalu berada di sisi mama" ucap Erik sayang kepada mama nya


"makasih ya sayang mama sangat beruntung punya anak yang selalu ada buat mama, berbahagia lah nak mama akan mendukung mu jika hal itu baik" ucap mama sambil mencium pipi anaknya


#


Authorr up dulu ya...


hello reader ikuti terus ya ceritanya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜