
Setelah mendapat telepon dari erik amanda terlihat bahagia karena ini untuk pertama kalinya ia pergi berkencan berdua denga erik meskipun selama ini mereka sering bertemu tetapi ini adalah yang pertama bagi mereka.
Amanda memilih menggunakan dress dengan panjang di bawah lutut dengan lengan panjang berwarna coklat terang dengan bahan rajut depan dress full menggunakan kancing dilengkapi dengan tali pinggang yang senada dengan warna bajunya
Amanda memoles wajahnya dengan make-up tipis sehingga terlihat lebih elegan dan natural. ia membiarkan rambut panjang ikalnya terurai kemudian menjepit sedikit rambutnya ke belakang, manda terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian seperti itu. Warna pakaiannya yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih tanpa cacat kulit amanda memang sudah sangat cantik dari lahir. Amanda memakai anting dan kalung di lehernya membuat penampilannya tambah berkesan. selesai berdandan amanda mematung dirinya di cermin sebentar kemudian ia melangkah keluar kamar.
Amanda berpamitan kepada penghuni rumah karena memang mamanya belum pulang dari rumah kakaknya david untuk melepas rindu dengan kedua cucu nya setelah 2 hari menginap disana rencananya mama pulang agak malam.
ketika ia sampai di depan rumah ternyata pak danang sudah menunggunya amanda sengaja diantar oleh pak danang supir yang bekerja di keluarga amanda karena nanti amanda pergi dengan erik. amanda lansung naik ke mobil
"Kita mau kemana non" ucap pak danang ramah
"kita ke alamat ini ya pak" sambil memberikan alamat kantor erik kepada pak danang.
Pak danang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sekitar 30 menit mereka sampai di kantor erik
"pak danang lansung pulang ya, nanti saya bisa pulang sendiri" sambil membuka pintu mobil
"baik non"
Amanda turun dari mobil ia takjub melihat gedung di depan nya ia tidak menyangka kantor erik begitu besar,indah dan sangat tinggi amanda masih di depan gedung ia bingung karena ia tidak tahu dimana ruangan nya erik amanda mengambil ponselnya dj d akan tas kecil nya untuk menelpon erik, belum sempat ia menyentuh layar ponsel nya untuk menelpon erik seseorang berperawakan gagah dan tampan menghampiri amanda
"selamat sore nyonya" sapa lelaki itu ramah
"Selamat sore juga" balas amanda tersenyum
"Apakah nyonya ingin menemui tuan erik"
Amanda menganguk pelan
"Mari ikuti saya" lanjut lelaki itu
Amanda berjalan di sebelah lelaki itu mereka masuk ke dalam gedung amanda menatap sekeliling ruangan ia memperhatikan hampir setiap sudut ruangan gedung memang sudah sepi karena karyawan sudah pulang. mereka berhenti di depan sebuah lift. lift yang digunakan untuk para petinggi perusahaan itu khususnya erik. saat pintu lift terbuka mereka masuk
"Wajar sajalah tuan erik belakangan ini hati dan pikirannya begitu ambyar ternyata sudah diisi wanita secantik ini kalau melihat yang cantik dan bening gini jiwa jombloku gak bisa juga tidak goyang hehehe" batin lelaki itu
Tidak lama lift berhenti amanda dan lelaki itu keluar mereka melanjutkan langkah menyusuri ruangan yang sangat luas mereka berhenti di depan pintu salah satu ruangan lelaki itu berdiri di depan pintu secara bersamaan pintu terbuka Secara tersendiri nya. pintu ruangan kerja erik dibuat secara otomatis pintu sudah diatur hanya terbuka untuk erik dan lelaki itu jika bukan mereka pintu tidak akan terbuka dan dipasangkan kamera CCTV di depannya supaya erik tau siapa yang akan berkunjung ke ruangan nya
lelaki itu mempersilahkan amanda untuk masuk terlebih dahulu, baru ia menyusul di belakang amanda menatap sekeliling ruangan kerja erik yang sangat luas disana ada beberapa rak buku dan sebuah sofa pandangan amanda terhenti pada erik di balik meja kerjanya yang terlihat sibuk dengan beberapa berkas yang ada di tangannya. erik hanya menggunakan kemeja putihnya karena jasnya sudah ia buka dan ia gantung pada kursi kerjanya. walaupun wajahnya terlihat kelelahan tetapi tidak mengurangi ketampanan wajah erik.
Melihat amanda sudah datang erik mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada di tangannya ia menatap amanda terpana ia melihat amanda yang sangat cantik dalam dress yang ia pakai.
Erik bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri amanda senyum tipis dan tatapan penuh cinta dan amanda tersenyum manis sementara lelaki yang membawa amanda berdiri diam di belakang pintu
"Selamat datang" ucap erik sambil mengecup kening amanda, amanda merona melihat tingkah erik.
jefri yang melihat adegan itu hanya membuang wajahnya melihat adegan di depan matanya
"Cihh haruskah di depan mataku dia kan bisa menyuruhku untuk pergi dan tidak melihat adegan yang tak semestinya aku lihat setelah itu dia bisa melakukan hal sesuka nya dasar" batin lelaki itu
"Duduklah sebentar" ucap erik membawa amanda untuk duduk di sofa
"Terima kasih jef sudah mengantar amanda oo ya kenalin ini amanda Rebecca Doris kekasihku dan sekarang kamu sudah percaya kan dengan ucapan yang sudah aku bilang sama kamu"
"Iya-iya aku salah"
"Man kenalin dia jefri seketaris pribadiku"
"Senang bertemu dengan anda nyonya" ucap jefri sambil menyodorkan tangan nya ke depan
"senang juga bertemu dengan anda" jawab amanda sambil membalas uluran tangan jefri
"oke" aku pamit dulu yang nyonya selamat bersenang-senang" ucap jefri sambil membuka pintu
"terima kasih jefri" ucap amanda
Jefri tersenyum mendengar ucapan amanda lalu ia menutup pintu.
"untung aku lansung pergi kalau tidak bisa-bisa jantung aku lansung copot lihat senyum amanda terus" batin jefri sambil tersenyum
"Sayang kamu duduk dulu ya aku mau mandi dulu" ucap erik sambil melangkah menjauh dari sofa
Anggukan kecil dari amanda
Amanda melihat erik masuk ke sebuah ruangan yang terdapat di ruang kerjanya sambil menunggu erik amanda berjalan ke jendela yang ada di ruangan erik ia menatap keluar jendela yang Mulai gelap lampu-lampu gedung yang sudah menyala terlihat cantik. setelah puas memandang amanda mengalihkan pandangan ke sebuah bingkai foto di meja kerja erik amanda meraih foto itu dan tersenyum sambil menatap nya "ganteng" itu lah yang lolos dari mulut amanda. Amanda Kembali duduk di sofa sambil membolak-balikan sebuah surat kabar.
Erik keluar dengan pakaian yang sudah rapi ia memakai kemeja biru dan celana jeans kemejanya melekat pas ditubuh nya yang atletis ia menggulung lengan kemejanya sebatas siku membuat erik terlihat makin seksi.
Ia berjalan menghampiri amanda yang sedang menatapnya. amanda dapat mencium parfum erik yang maskulin begitu ia berdiri di depan nya.
"Kenapa kamu mengenal bau parfum ini" ucap erik
Hanya anggukan kecil dari amanda
"ini parfum yang baru-baru ini kamu promosikan di majalah dan tv sekarang sudah dipasarkan dan aku lansung membelinya"
"Sudah kuduga" jawab amanda
"Ayo kita berangkat" ajak erik sambil menggenggam tangan amanda
Amanda mengikuti langkah erik di sebelahnya amanda menatap tangannya yang ada di dalam genggaman erik.
Erik membukakan pintu mobil untuk amanda baru setelah nya ia masuk ke mobil dan mulai mengemudikan mobilnya keluar dari gedung itu. sepanjang perjalanan mereka lebih banyak diam sesekali amanda melirik erik yang fokus menyetir
sekitar 15 menit perjalanan mobil mereka berhenti di depan restoran erik dan amanda turun dari mobil erik lansung mengandeng tangan amanda masuk Amanda hanya terdiam sesekali ia melirik heran pada erik sebenarnya erik paham dengan arti lirikan amanda tapi ia bersikap seolah tidak tau.
Erik mambawa amanda ke lantai dua restoran itu amanda menatap sekeliling ruangan yang terlihat sangat mewah tapi ia tidak melihat satu orang pun tamu yang makan seperti mereka.
Mereka lansung duduk di meja yang ada, pelayan lansung mengantarkan makanan untuk amanda dan erik amanda menatap heran pada erik sedangkan yang ditatap bersikap cuek akhirnya setelah pelayan itu pergi amanda bertanya pada erik.
"kita belum memesan apapun kenapa pelayan sudah mengantarkan makanan"
"Ayo man kita makan aku sudah lapar" tanpa menjawab pertanyaan amanda
"kak..... kamu belum jawab pertanyaan ku tutur amanda sambil menatap erik serius
"aku sudah booking tempat ini" jawab erik akhirnya menjawab pertanyaan amanda
"Kamu tidak perlu melakukan itu" ucap amanda pelan
"kamu tidak menyukainya"
"Aku sangat senang bisa makan malam berdua dengan kamu tapi aku tidak suka kamu membuang-buang uang untuk menyewa gedung ini lebih baik kamu sumbangkan ke pantai asuhan atau yayasan sosial" jelas amanda sambil memegang tangan erik
"Baik lah aku akan melakukan itu" ucap erik.
Setelah mereka selesai makan mereka pergi mall yang ada di kota itu
#
jangan lupa like dan komen ya guys🤩😍😍😍