
Keesokan harinya seperti biasa erik berangkat ke kantor tapi hari ini dia pergi ke kantor mengendarai motor sport nya dia pun mulai mengendarai motor sport nya menuju rumah amanda.
sesampainya di sana erik membunyikan klakson motornya
Tin Tin Tin.........
Sang empu rumah merasa heran karena pagi-pagi sudah ada bunyi klakson motor di rumahnya
"siapa pagi-pagi datang mengendarai motor, kalian ada pesan ojol?" tanya mama kepada amanda dan maria
Amanda dan maria saling berpandangan dan menggelengkankan kepala nya serentak berkata bahwa mereka tidak ada.
"siapa bi" tanya mama amanda kepada asisten rumah tangganya
"anu nyonya di depan ada tuan erik" jawabnya
Amanda mengerutkan dahinya sambil berjalan keluar amanda tidak percaya bawasaanya erik mengendarai motor
sesampainya di luar amanda melihat jika itu benar erik yang memberikan senyum terbaik nya
"selamat pagi sayang" sapa erik sambil berjalan ke arah amanda
"selamat pagi juga sayang, ayo sarapan dulu" sahut amanda sambil memberikan senyum terbaik nya juga kepada erik
"aku sudah sarapan tadi ayo kita sekarang pergi" jawabnya
"sayang kamu yakin?" tanya amanda ragu
"kamu meragukan kemampuan pacarmu ini" ucap erik
"bukan begitu, aku takut nanti kamu jatuh" jawab amanda cemas
Erik tertawa melihat amanda yang ketakutan
"ayo....!".
amanda pun akhirnya mengalah ia naik ke motor sport milik erik
"pegang yang kuat" perintah erik
"iya sayang" jawab amanda sambil memegang pundak erik
erik menarik tangan amanda dari pundaknya lalu meletakkan di pinggang nya
"peluk pinggangku aku mau ngebut"
Spontan amanda mengeratkan pelukannya erik tersenyum senang
Erik mulai melajukan motor sport nya amanda memeluk tubuh erik erat. amanda yang semula takut kini tersenyum senang ternyata erik jago juga mengendarai motor. amanda menyenderkan pipinya ke punggung erik. erik dengan lincah menyalip kendaraan yang ada di depan nya.
"sayang......! pelan-pelan" teriak amanda
"sayang aku tenang saja, jangan lepas pelukannya" perintah erik.
15 menit kemudian mereka sudah sampai di kampus amanda, erik menurunkan amanda di depan perpustakaan
erik membantu amanda membukakan helm di kepalanya
"terima kasih ya sayang" ucap amanda
"nanti aku jemput kamu pulang" ucap erik
"tidak usah sayang nanti aku pulangnya sama amelia aku mau menjumpai madam untuk fighting baju wisuda aku" tutur amanda
"baik lah sayang, aku pergi ke kantor dulu ya kamu baik-baik kuliahnya" sambil memakaikan helm ke kepalanya
"iya sayang kamu hati-hati ya"
Erik hanya tersenyum dan pergi meninggalkan amanda menuju kantornya
Amanda membalikkan badannya jantungnya hampir saja copot saat melihat amelia yang sudah ada di hadapannya
"astaga mel, kamu berencana ingin membunuhku" sahut amanda kesal
"maafkan aku, aku tidak sengaja" jawabnya
"hmm" ucap amanda sambil berjalan meninggalkan amelia
"kamu ini tidak usah bahas yang tidak penting ayo kita ke kelas" ucap amanda
"dasar bucin" umpat amelia.
#
Erik sudah sampai di kantornya dan menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya.
seharian ini erik terus berkutik dengan pekerjaan di kantornya
banyak dokumen-dokumen yang memerlukan persetujuan dan tanda tangannya.
tok... tok... tok... suara pintu pintu
"masuk" ucap erik
"hay broooo" sapa seorang laki-laki yang tak lain adalah johan sahabat erik sekaligus patner bisnisnya
"tumben ngetuk pintu...." ucap erik yang masih melanjutkan pekerjaannya
"lagi pengen aja" ucap johan asal
Johan berjalan menuju sofa yang berada di ruangan erik dan menyandarkan tubuhnya
"ada perlu apa kau datang kesini" tanya erik yang masih fokus dengan pekerjaannya
"gua bosan di kantor jadi gua datang kesini" ucap johan
"untung kau punya perusahaan sendiri jadi terserahmu untuk pergi kapan saja jika aku bosmu aku sudah memecatmu"
"Justru itu makanya kau tidak ditakdirkan untuk menjadi bosku" umpat johan kesal
Suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan erik dan johan
"masuk" ucap erik
"Tuan ini berkas dari perusahaan DA Company yang memerlukan tanda tangan anda" ucap selly sekretaris erik sambil meletakkan maps di depan meja erik
Erik menerima berkas yang kini sudah berada di tangannya kemudian membuka nya dan membacanya terlebih dahulu
"bagaimana perkembangan proyek ini" tanya erik sebelum menandatangani berkas itu
"perkembangannya sejauh ini sudah 85% tuan, kata salah satu perwakilan dari perusahaan DA Company mereka siap menambah investasi jika itu dibutuhkan" ucap selly
"apakah mereka puas dengan kerja sama ini" tanya erik lagi
"mereka sangat puas tuan"
Baiklah kau terus awasi perkembangan proyek itu dan segera laporkan kepadaku jangan sampai ada kesalahan" kata erik sambil mendatangani berkas itu setelah dia selesai membacanya.
"baik tuan" jawab selly
"ini" kata erik sambil memberikan berkas itu kembali kepada selly
"oiya tuan hari ini ada rapat setelah jam makan siang" ucap selly
"iya saya ingat"
"baiklah tuan, saya permisi dulu"
"ya" ucap erik singkat
"boleh juga tuh sekretaris lu itu rik" ucap johan
"dasar buaya lihat yang bening dikit aja lansung jeli tu mata" ucap erik
"aku sudah berubah aku ingin serius saat ini" ucap johan
"buaya mana ada berubah"
"dasar kau bucin" ucap johan
"sudah sana kau pergi aku ingin istirahat kau hanya bisa menggangguku" ucap erik sambil berjalan meninggalkan johan menuju ruang pribadinya
"dasar teman gak ada akhlak" umpatnya sambil berjalan keluar dari ruangan erik..
Jangan lupa like dan komen ya.
salam dari authorπππππππ