
Malam itu di kediaman Louis. erik sudah tampak rapi dengan kemeja biru laut dipadukan dengan jas hitam tidak lupa juga ia memakai sepatu yang senada dengan baju nya membuat penampilan nya semakin nampak terkesan.
Di meja makan mama nya sedang sibuk menyiapkan makan malam. jefri juga sudah datang dan seperti biasa nya menyapa erik dengan senyum paling manis nya.
"Selamat malam tante" sambil menyalami mama nya erik
"Eh ada jefri, kamu nunggu erik ya erik masih diatas coba kamu lihat" ujar mama sambil tersenyum kepada jefri
"Erik disini ma" ujar erik sambil menuruni anak tangga
"Kalian mau kemana malam-malam begini masih saja rapi" sambil mengerutkan kening nya
"Kami ada meeting dengan klien dari Singapura di restoran Seera ma" ucap erik sambil membenarkan dasi nya
"Kamu hati-hati ya" ucap mama
"Iya ma"
"Sebaik nya kita harus segera berangkat tuan ini sudah pukul 07.00 malam" ucap jefri
"Aku yang atasan disini jadi terserah aku dong aku mau terlambat itu bukan hakmu. kau hanya perlu menurutiku saja"
"cihh begitu kau tau jika perusahan keluarga Doris yang kau jumpai kau begitu tampak semangat hingga harus dipersiapkan dengan matang giliran perusahan yang lain kau ucap itu terserahku iya iya terserahmu cihh dasar"
"Ayo cepat kita berangkat" ucap erik
"Tadi bilang nya nanti sekarang harus cepat" batin jefri
mama hanya menggeleng-geleng kepala melihat tingkah konyol mereka.
mereka bergegas masuk ke dalam mobil dan melanjukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah erik.
#
Di kediaman Doris tampak amanda, mama dan maria sedang asik meyantap makan malam mereka.
"Bagaimana sekolahmu hari ini nak" ujar mama kepada maria
"sangat menyenangkan ma besok maria ada ujian praktikum dan minggu depan maria sedang ujian kelulusan"
"Bagus sayang kamu harus belajar yang rajin"
"Iya mama".
"Apa rencanamu setelah lulus sekolah" sahut amanda sambil terus menikmati makan malam nya.
"maria mau seperti kakak maria ingin menjadi model terkenal seperti kakak" ucap nya dengan antusias
"Tapi ingat kamu juga harus kuliah seperti kakakmu"
"Iya ma, maria juga bakal kuliah maria mau jadi orang sukses seperti kak david, kak robert dan kak amanda juga maria mau lihat mama bahagia"
"iya sayang mama senang anak-anak mama dengarin semua ucapan mama, sayang juga sama mama"
"Iya dong ma, kami sayang sama mama, mama sehat terus ya ma" ucap amanda
"Iya sayang, terus kamu bagaimana dengan acara di kampusmu"
" ooo iya amanda lupa, acara nya lusa ma, diadain pukul 08.00 malam di aula kampus amanda, kalian harus datang tidak boleh tidak datang"
"Iya kak, kami semua bakal datang iya kan ma" ujar maria
"Iya sayang kami akan datang"
Setelah mereka selesai makan malam tampak mama sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton tv sambil menikmati teh hijau yang dibuatkan bi sumi yang juga pembantu di keluarga Doris.
maria dan amanda sudah berada di kamar mereka masing-masing..
Amanda menyiapkan tugas skripsi nya karena bulan depan dia sudah wisuda.
Tiba-tiba dia ingat kalau Amanda belum mengabari erik amanda meraih ponsel nya di nakas dan mencari kontak erik di ponsel nya dan segera menelpon erik.
"selamat malam bawel, aku minta maaf ya karena belum sempat mengabari kamu" sahut amanda dari seberang telepon
"*iya tidak apa-apa kok, kamu santai saja ok"
"hm iya terima kasih ya, kamu sudah makan"
"nanti saja"
"ini sudah malam kamu jangan nakal sekali nanti kamu sakit bagaimana mana"
"aku bakal lansung sembuh kan ada kamu yang rawat aku* " sambil tertawa lepas
"*sejak kapan kamu suda gombal seperti ini"
"semenjak aku jatuh cinta pandangan pertama sama kamu"
"kamu nakal sekali awas kamu ya iya sudah sana makan"
"Aku makan di luar malam ini, aku ada jumpa sama klien"
"hm iya sudah kamu hati-hati ya, aku tutup telpon nya dulu aku mau lanjutin tugas skripsi aku"
"iya kamu yang semangat ya I* lovo you"
"I love you to"
Jefri hanya tersenyum melihat erik setelah mendapat telepon dari amanda
"Hey kau tersenyum mengolokku yah"?
"Tidak tuan, saya hanya ingin senyum saja"
"Kau aku larang senyum malam ini awas kau tersenyum lagi ya"ucap erik kesal
Sesampai nya di restoran erik dan jefri segera turun dari mobil setelah memarkirkan mobil nya dan memasuki restoran yang diikuti jefri di belakangan nya sambil membawa tas yang berisi dokumen di dalam nya
Setelah 1 jam membicarakan masalah bisnis dengan kliennya erik menjabat tangan wanita yang umur nya sekitaran 28 tahun dia adalah sella utusan dari perusahaan Singapura
"Senang Bekerja sama dengan anda tuan" ucap wanita itu sambil menatap lekat kepada erik.
"senang juga berkerja sama dengan anda" jawab erik datar.
Jefri hanya manatap dingin kepada wanita itu .
mereka pun melanjutkan nya dengan menyantap hidangan makan malam itu
Setelah selesai makan malam erik dan jefri segera meninggalkan Meja makan.
"Tunggu sebentar tuan" ucap sella
erik dan jefri yang mendengar itu menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah sella
"Ada apa" ucap erik datar
"Bisa kah saya meminta nomor ponsel anda" ucap nya gugup
Erik menatap jefri seolah-olah jefri sudah mengetahui maksud tuan nya lansung mendekati sella dan erik meninggalkan mereka
"maaf sebelum nya nyonya, jika itu menyangkut dengan pekerjaan anda bisa menghubungi nomor ini" sambil memberikan nomor telepon perusahaan kepada sella dan pergi meninggalkan nya seorang diri
sella menatap tidak percaya
"Sekarang kamu bisa menolakku, tapi kamu lihat saja kamu bakal tertunduk lutut denganku" ucap sella
#
Jangan lupa like dan komen ya guysss😍😍😍😍😍😍