The Fate Of Love

The Fate Of Love
22



Pagi itu setelah amanda selesai sarapaan, amanda berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil metalic kesayangan nya.


Di dalam perjalanan amanda melihat ponsel nya yang berbunyi menandakan adanya pesan baru masuk. karena amanda sedang menyetir jadi dia mengabaikan pesan itu dan tetap fokus mengendarai mobil nya.


karena tidak mendapat balasan dari amanda akhirnya sang empu pesan lansung menelpon amanda.


melihat ponsel nya yang berbunyi amanda lansung menekan tombol hijau dan dia sambungkan ke earphone bluetooth nya.


"kenapa tidak membalas pesanku" dengan suara khas lembutnya


"maaf sayang aku sedang menyetir, itu sebabnya aku tidak membalas pesanmu" jawab amanda


"iya sudah sayaang nanti kabari aku jika sudah sampai"


"iya sayang".


sesampainya di kampus amanda memarkirkan mobil nya dan lansung mengambil ponselnya dan lansung menghubungi erik.


"sayang aku sudah sampai aku masuk kelas dulu ya, nanti jika jam kelas nya berkahir aku akan mengabarimu" ucap amanda


"iya sayang kamu baik-baik ya, I love you" jawab erik


"iya sayang, I love you to"


setalah itu amanda masuk ke dalam kelasnya dan mulai mengikuti mata kuliah hari ini.


Di kantin kampus


Amanda dan amelia sedang menikmati makan siangnya di kantin kampus


tiba-tiba seorang pria duduk di bangku sebelah amanda. ia duduk tanpa menoleh sedikit pun kepada dua orang penghuni meja tersebut.


ia asik menyantap makanannya tanpa memperdulikan tatapan amanda dan amelia


"setan apa yang merasukimu?" tanya amelia heran


mendengar kalimat yang diucapkan amelia amanda menutup mulutnya menahan tawa.


"kalau kau mau menyanyi jangan disini kasihan yang punya kantin nanti pelanggan nya pada kabur semua" jawab si pria ketus


mendengar jawaban yang di dapat, amelia melototkan matanya dengan kesal


"amelia benar kamu kenapa james gak biasanya begini?" tanya amanda sambil menatap pria di sebelahnya


"aku tidak mau bicara denganmu" jawab james ketus


"iya sudah kalau begitu aku permisi dulu" jawab amanda sambil berdiri dan diikuti oleh amelia


"kenapa tidak membalas pesanku?" tanya james akhirnya menyerah


"ooo itu penyebabnya, tapi kamu jangan ngambek dulu dong, amanda tentu punya alasannya" jawab amelia sambil menatap james


"maaf ya james, aku tidak bermaksud mengabaikanmu saat itu aku sedang melakukan pemotretan aku sangat sibuk waktu itu" jawab amanda berbohong mana mungkin amanda mengatakan bahwa dia saat itu sedang berlibur bersama erik dia tidak mau james sakit hati karena amanda tau benar bagaimana perasaan james kepadanya.


"oohh aku pikir kamu sibuk dengan pacar barumu itu" jawab james pelan tapi masih bisa di dengar oleh amanda dan amelia meskipun tidak jelas.


"kamu bicara apa?" tanya amanda kepada james.


" akkkuuu tidak bicara apa-apa, sorry sudah berburuk sangka kepadamu" jawab james dengan wajah yang sedikit memelas


"bukan hanya kamu, aku juga tidak mengabari amelia, iya kan mel?" tanya amanda sambil menatap amelia seakan mengisyaratkan tolong bantu aku menyakinkan james


"iya tuh amanda juga tidak memberi kabar padaku tapi aku biasa aja gak lebay kayak kamu" sambung amelia


" iya beda dong aku kan khawatir sama amanda" ucap james


"lain kali kamu kabari kami ya agar kami tidak khawatir" ucap james


"iya-iya" jawab amanda


"ia sudah ayo kita balik ke kelas jam kelas akan segera di mulai" ajak james.


#


Amanda tersenyum senang begitu keluar dari ruangan dosen, ia mempercepat langkahnya karena sudah tidak sabar menemui sahabatnya yang menunggu di luar


"bagaimana skripsimu tadi?" tanya amelia


"aku boleh lanjut bab berikutnya" jawab amanda senang


"wuihhh selamat ya" ucap james


"makasih" jawab amanda dengan senyuman manisnya.


#


siang itu di kantor erik seorang wanita berlenggang-lenggak dengan busana yang cukup menggoyahkan iman bagi yang memandang. suara high heels nya menggema di lorong menuju ruangan erik. ia menghampiri seketaris erik yang tidak jauh duduk dari ruangan erik begitu sampai di depan ruangan erik.


"saya ada janji dengan erik" sapa tika cuek


"maaf nyonya tika tapi tidak ada nama anda di daftar tamu hari ini" jawab sekretaris erik


"saya sudah menelpon erik, dia menyuruh saya menunggu di ruangannya" jawab tika


"bapak erik melarang tamu masuk ke ruangannya kecuali sudah ada janji terlebih bapak erik tidak ada di ruangnya" kata sekretaris erik.


disaat kedua wanita itu masih berdebat erik dan jefri datang


"ada apa ini" tanya erik dingin


"maaf pak nyonya tika memaksa untuk masuk ke dalam ruangan bapak" ucap sekretaris itu


Tika mendekati erik sambil memegang tangan erik


"aku pengen bertemu dengan kamu rik" ucap tika manja


"lepaskan tangan kotormu itu" perintah erik geram bukan melepaskan tapi ia makin mempererat pegangan tangannya


"gak mau" ucapnya sambil menyenderkan kepalanya di bahu erik.


Erik tidak dapat menahan amarahnya lagi ia menghampaskan tangan tika kasar


"kuperingatan kau sekali lagi ini yang terkahir kali kau menginjakan kaki busukmu itu di kantorku dan stop untuk mengurusi kehidupanku jika kau melanggar perintah ini aku tidak akan segan-segan menghancurkan semua yang kau miliki sekarang ini termasuk perusahaan orang tuamu kau ingat kan perusahaan keluargamu itu masih memiliki hutang yang masih sangat banyak kepadaku jadi kau jangan bermain-main denganku dan jangan mainkan drama murahanmu itu di hadapanku" ucap erik berjalan meninggalkannya tika mengejarnya tapi ditahan oleh asisten jefri


"alangkah baiknya jika nyonya mengikuti apa yang tuan muda katakan kepadamu" sambil berjalan ke ruangan erik


Tika yang masih diam dan mencerna ucapan erik dia tidak menyangka jika erik akan berbicara itu kepadanya.


maaf ya readers akhir-akhir ini author sangat malas untuk menulis.


jadi up nya agak lama tapi tenang aja sekarang author udah kembali aktif dan siap menghibur kalian semua.


tetap dukung author ya readersss


salam manisss buatt kalian semua😍😍😍😍


jangan lupa like, coment, dan vote ya.