THE EXTINCTION OF HUMANS

THE EXTINCTION OF HUMANS
BAB 31. ADAPTASI



Saat kita di perhadapkan dengan kondisi yang berbeda sering kali kita merasa kurang nyaman atau bahkan kita merasa canggung dan bingung untuk menempatkan diri dalam situasi atau keadaan yang baru sebab kita terbiasa berada di zona nyaman kita sedang kan saat kita di tuntut untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang pasti nya jauh dari kata nyaman maka kita akan kesulitan dan serasa hidup ini tidak lah adil namun sesungguh nya semua itu untuk membuat kita menjadi manusia yang fleksibel dan tangguh dalam segala situasi.


Seperti hal nya saat ini yang sedang di alami oleh Teresa dan Jemes, Mereka berdua harus mampu beradaptasi dengan keadaan nya saat ini yang menjadi manusia setengah robot karena suatu kecelakaan dan pasti nya mereka berubah menjadi seperti itu dengan tujuan untuk melawan robotic pemusnah ciptaan dari Tuan Sebastian yang terobsesi ingin menguasai bumi dan mengganti populasi mahkluk hidup dengan robotic sesuai dengan keinginan dan demi keuntungan secara pribadi.


Lalu mampukah Teresa dan Jemes beradabtasi dengan kondisi saat ini setelah mereka berdua mengetahui apa yang terjadi atau kah mereka akan mengalami depresi yang berkepanjangan karena tidak bisa menerima sebuah kenyataan sedangkan saat ini Tuan Sebastian sedang meluncurkan pesawat ruang angkasa yang penumpang nya semua adalah robotic pemusnah menuju bumi, Mari kita tilik bersama apa yang akan di lakukan oleh Stevani, Angel, Peter, Teresa dan Jemes untuk mempertahan kan populasi mahkluk hidup di muka bumi kali ini.


Saat ini jam didinding telah menunjuk kan pukul 05.00 pagi hari, Di ruang kerja milik Stevani terlihat Stevani masih duduk setia di hadapan komputer nya dan jari-jemari nya masih menari di atas keybord komputer di hadapan nya sedang kan Teresa dan Jemes baru saja membuka mata nya sambil masih merebahkan tubuh mereka berdua di atas ranjang dengan beribu pertanyaan muncul silih berganti di benak mereka masing-masing, Sedangkan Angel dan Peter baru saja menyelesaikan permainan mereka berdua yang memicu adrenalin.


" Jems ... apa yang sedang kamu pikir kan saat ini?"


Tanya Teresa dengan tatapan tertuju ke langit-langit ruangan.


" Otak ku serasa penuh dan sesak dengan semua kenyataan ini sayang dan aku tidak tahu apa dan bagaimana kita akan menjalani hidup selanjut nya,"


Jawab Jemes sambil seskali menghela nafas dan melihat ke arah Teresa yang berbaring di sisi kiri Jemes saat itu.


" Saat ini kita berdua harus mampu beradaptasi dan membiasakan diri kita dengan kondisi dan keadaan baru kita Jems dan kita harus bisa bekerja sama dengan mereka bertiga untuk menemukan jawaban yang ada di dalam benak kita masing-masing,"


Ucap Teresa sambil memandang ke arah wajah Jemes yang saat itu sedang memandang ke arah Teresa.


" Benar yang kamu kata kan sayang kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan kita, Sayang aku rasa diri mu lebih terlihat cantik dan menggoda dengan tubuh baru mu, Bagaimana dengan ku menerut mu?"


Tanya Jemes mencoba menggoga Teresa yang terlihat cukup serius ekspresi wajah nya saat itu memandangi wajah Jemes.


" Di mata ku diri mu tidak jelek namun semakin aneh dari yang dahulu Jems."


Mendengar ucapan istri nya sontak Jemes tertawa lepas sebab sedari tadi Jemes berfikir bahwa tidak hanya tubuh Teresa yang berubah namun pola pikir nya pun turut berubah namun ternyata tidak hanya tubuh nya saja yang berubah menjadi setengah robotik namun pola pikir Teresa masih sama seperti dahulu yang selalu menilai Jemes suami nya aneh, Tidak lama kemudian sampai lah Teresa di ruang kerja Stevani dan saat itu Teresa belum mengetahui apa fungsi baju robotik yang ia gunakan saat ini maka Stevani pun mulai menjelaskan kepada Teresa secara detail satu persatu kepada Teresa.


" Selamat pagi Van ... apakah kamu tidak beristirahat dari semalam?"


Sapa Teresa sambil berjalan mendekati Stevani yang terlihat sangat fokus dengan kegiatan nya di depan komputer.


" Hay Sa ternyata kamu sudah bangun pagi ini, Bagaimana aku bisa beristirahat sedangkan ancaman kehancuran bumi sudah ada di depan mata,"


Jawab Stevani sambil sesekali melihat ke arah Teresa yang saat itu sudah berdiri di sisi kanan di mana Stevani duduk.


" Ancaman apa yang kamu maksud Van dan sebenar nya aku menemui mu untuk menanyakan mengenai tubuh ku yang seperti ini, Apakah aku masih bisa makan dan minum serta menjalani hidup layak nya manusia?"


Tanya Teresa dengan ekspresi wajah yang sedikit kurang yakin dengan pertanyaan nya sendiri saat itu.


" Baik lah akan ku jelaskan semua kepada mu dan duduk lah di sini akan ku tunjuk kan acanman apa yang ku maksud kan."


Jawab Stevani diiringi dengan senyum simpul sambil menarik sebuah bangku dan meminta agar Teresa duduk di samping nya.


Lalu Teresa pun duduk di bangku tepat di sisi kanan di mana Stevani duduk saat itu dan Stevani pun menjelaskan kepada Teresa bahwa yang menjadi robotic itu hanya kulit luar dari tubuh nya Teresa saja karena efek ledakan yang cukup dahsyat saat itu sedangkan semua organ tubuh Teresa masih lah berfungsi sebagaimana manusia pada umum nya, Saat mendengar penjelasan Stevani mengenai tubuh nya Teresa kembali bisa tersenyum lega.


Kemudian Stevani pun melanjutkan penjelasan nya mengenai ancaman kehancuran bumi yang sudah di depan mata, Saat itu Stevani menunjuk kan sebuah pesawat ruang angkasa yang sedang meluncur ke bumi dan semua awak pesawat nya adalah robotic penghancur yang di kendalikan dari ruang angkasa oleh Tuan Sebastian beserta beberapa profesor yang sudah menciptakan robotic penghancur dengan berbekal flasdisck yang mereka ambil dari pabrik pembuatan robotic milik Profesor Simon bukan lain Ayah kandung dari Stevani.