
Semua dedaunan yang berada di ranting pasti akan menguning dan gugur ke bumi namun sepanjang ia masih bersatu dengan pohon maka ia harus berjuang dan berusaha untuk tetap hidup, Begitu juga dengan kehidupan kita selama kita masih terikat dengan duniawi yang di dalam nya pasti terkait dengan peraturan, cita-cita dan kebenaran.
Maka kita harus berjuang sekuat tenaga meski ketiga hal tersebut bagaikan istana pasir di tepi pantai yang akan hancur kapan saja saat di hantam oleh gulungan ombak dan kita akan membangun nya berulang kali demi mendapat kan sebuah kebenaran itu sendiri, Lalu sebenar nya apa yang terjadi dengan Teresa, Angel, Stevani, Jemes dan Peter kali ini?
Mampukah mereka membangun istana pasir yang saat ini sudah berubah menjadi lautan api yang membara hanya karena ke ego an dan keserakahan manusia semata, Lalu mampukah mereka berlima mendapat kan kebenaran di tengah ceos yang sedang merebak di seluruh kota dengan ada nya kemajuan jaman yang sebenar nya adalah mesin pemusnah manusia secara masal, Mari kita tilik bersama apa langkah selanjut nya yang akan di lakukan mereka berlima.
Sore ini mereka bertiga bukan lain Teresa, Angel dan Stevani menuju ke gudang di mana tempat Teresa menyimpan perangkat IT milik nya untuk membuka disck milik Stevani yang berisi data program robotic pemusnah dan pasti nya hal itu cukup berbahaya untuk ekosistem mahkluk hidup bila sampai benar terjadi, Mari kita tilik mampu kah mereka bertiga melumpuhkan sistem robotic yang pernah di ciptakan oleh Stevani saat produksi robotic penghancur secara masal di pabrik milik Profesor Simon.
" Sa ... Kamu yakin itu komputer milik mu masih berfungsi dengan baik, Sedangkan kamu sudah cukup lama menyimpan nya?"
Tanya Angel dengan nada sedikit ragu sambil mengikuti langkah kaki Teresa dan Stevani menuju gudang.
" Kalau tidak berfungsi kita gunakan saja panci atau teflon di dapur beres kan,"
Jawab Teresa sekena nya sambil membuka pintu gudang yang terkunci.
" Sejak kapan panci dan teflon bisa berubah menjadi komputer Sa?"
Tanya Stevani dengan nada dan tatapan bingung kepada Teresa.
" Jangan kan panci dan teflon Van, Tempat bedak dia saja bisa ia gunakan menjadi komputer saku,"
Jawab Angel sambil menutup mulut nya karena debu.
" Itu menandakan waktu jaman aku kuliah itu aku belajar dengan benar memanfaat kan beasiswa murid miskin sekota tidak seperti kalian yang hanya menghamburkan uang orang tua kalian saja, Awas aku akan buka plastik ini."
Ucap Teresa sambil sedikit membungkuk membuka plastik yang menutup sebuah peti kayu yang cukup besar.
Sedangkan Angel dan Stevani hanya mampu terdiam dan mengikuti perintah dari Teresa yang sedari dulu bila berbicara suka asal namun ia mampu membuktikan ucapan nya yang terkadang membuat teman-teman nya merasa bangga dengan ide yang di miliki oleh Teresa, Di sisi lain ada Jemes yang sedang berada di dapur untuk menggoreng telor dan menyiap kan roti bakar untuk Naomi yang sudah pucat pasi dan terkapar di kamar tamu tidak sadar kan diri.
Sedangkan Peter setelah mandi ia mulai mencari Angel yang tidak di temukan di rumah nya maka segera bergegas lah Peter menuju ke rumah Teresa untuk menanyakan apakah Angel berada di rumah Teresa bersama Stevani, Tidak lama kemudian Peter pun tiba di rumah Teresa dan melihat Jemes sedang menyiapkan makanan untuk Naomi yang sedang pingsan.
" Jems ... Apakah istri ku di sini?"
Tanya Peter sambil membuka pintu dapur.
" Iya mereka sedang berada di gudang, Masuk lah dan bantu aku Pet,"
Jawab Jemes tanpa melihat ke arah Peter yang berdiri di depan pintu dapur.
" Seperti nya kamu sibuk sekali Jems, Apakah kamu sedang bereksperimen?"
Tanya Peter sambil melangkah mendekati Jemes yang berdiri di depan meja makan.
" Bukan bereksperimen tapi lebih tepat nya membuatkan makanan untuk Naomi yang sedang pingsan di kamar tamu,"
Jawab Jemes sambil meletak kan telor mata sapi di atas roti bakar.
" Masih hidup ternyata tua bangka itu, Aku pikir dia sudah membuat laboratorium di alam baka bersama kedua rekan nya,"
Ucap Peter dengan nada enteng sambil menikmati kacang almond di toples.
" Sembarangan saja kalau bicara, Ayo bantu aku menyadarkan Naomi."
Ajak Jemes diiringi senyum simpul sambil membawa nampan berisi roti bakar dan segelas susu hangat.
Kemudian mereka berdua pun menuju kamar di mana Naomi sedang pingsan, Sedangkan Teresa dan Angel membawa beberapa peralatan komputer menuju dalam rumah sebab di gudang tidak ada arus listrik untuk mengoperasikan komputer tidak lama kemudian Teresa dan Angel pun sudah berada di ruang keluarga dan dalam waktu sekejap ruang keluarga di rubah menjadi ruang program robotic oleh Teresa.
" Angel ... Tolong kamu aktif kan semua komputer ini dan semoga kamu masih ingat cara mengaktifkan nya, Jangan sampai yang kamu ingat hanya mengaktifkan suami mu saja,"
Ucap Teresa sambil menepuk pundak Angel diiringi senyum simpul.
" Sembarangan saja kalau bicara kamu Sa, Lalu kamu akan kemana Sa?"
Tanya Angel sambil memalingkan wajah nya ke arah Teresa yang melangkah meninggal kan nya.
" Aku akan produksi anak, Dasar orang aneh sudah jelas Stevani masih di gudang malah bertanya aku akan kemana."
Jawab Teresa sambil melangkah menuju pintu untuk menuju gudang di mana Stevani berada.
Saat itu Angel hanya mampu tersenyum simpul mendengar jawban Teresa yang suka asal dan hal itu yang membuat Angel tertawa dengan ulah Teresa yang sedikit konyol, Sedangkan Stevani sedang sibuk membongkar beberapa komputer sesuai dengan yang di butuh kan dan pasti nya Teresa tidak tinggal diam.
" Van ... Masih bisa di gunakan tidak atau kamu butuh komponen baru?"
Tanya Teresa sambil mengikat rambut nya karena terasa tidak nyaman.
" Masih Sa ... Hanya saja aku butuh beberapa komponen pendukung untuk mengganti komponen komputer mu agar tidak bisa di lacak melalui satelit,"
Jawab Stevani sambil menunjuk kan komponen yang baru saja di lepas dari komputer milik Teresa.
" Apakah seperti itu bentuk nya atau kah lain lagi bentuk nya Van?"
Tanya Teresa sambil mengambil komponen dari tangan Stevani.
" Sam seperti itu hanya nomer seri nya saja yang berbeda, Apakah kamu memiliki nya Sa?"
Jawab Stevani sambil berbalik bertanya kepada Teresa.
Ucap Teresa sambil membalik kan tubuh nya sambil melangkahkan kaki nya menuju dapur rumah nya.
" Komponen komputer di simpan di laci dapur, Memang nya dia dan suami nya makan komponen setiap hari nya, Dasar keluarga yang aneh."
Celoteh Stevani melihat Teresa dari arah belakang sambil menghela nafas panjang.
Di sisi lain ternyata Peter dan Jemes membawa Naomi ke rumah sakit sebab kondisi nya semakin memburuk sedangkan mereka berdua belum memberi tahu kepada istri mereka masing-masing bahwa saat ini posisi mereka berdua sedang berada di rumah sakit demi menyelamatkan nyawa Naomi.
" Peter ... Apakah kamu membawa ponsel?"
Tanya Jemes kepada Peter di ruang tunggu rumah sakit.
" Bawa ... Memang untuk apa kamu menanyakan ponsel kepada ku Jems,"
Jawab Peter sambil menikmati hotdog duduk di samping Jemes.
" Untuk memberi tahu istri ku bahwa saat ini aku berada di rumah sakit untuk menyelamat kan nyawa Naomi,"
Ucap Jemes dengan ekspresi wajah bingung sebab ia pergi tanpa memberi tahu istri nya.
" Benar juga apa kata mu Jems, Aku juga belum memberi tahu istri ku,"
Jawab Peter sambil memegang hotdog di tangan nya.
" Selesai kan dahulu makan mu setelah itu beri tahu istri mu di mana posisi kita sekarang."
Ucap Jemes sambil melihat ekspresi Peter yang sibuk dengan hotdog.
Saat ini posisi komputer yang berada di ruang keluarga sudah di aktif kan semua oleh Angel dan ada beberapa komputer yang seperti nya menggunakan kata sandi dan pasti nya hanya Teresa yang mengetahui kata sandi dari komputer tersebut sehingga Angel memanggil Teresa untuk membuka kata sandi yang telah ia buat di komputer milik nya, Sedang kan Teresa masih sibuk membongkar laci di dapur untuk mencari komponen.
" Sa ... Apa kata sandi itu ...."
Ucap Angel dengan tatapan bingung melihat Teresa yang kepala nya masuk ke dalam laci dapur.
" Mana aku tahu apa kata sandi, Tanya lah kepada sandi kan rumah nya tidak jauh dari sini Angel atau kamu juga amnesia seperti ku?"
Tanya Teresa dengan tatapan serius kepada Angel.
" Bukan itu Sa tapi ...."
Jawab Angel dengan nada bingung mendengar jawaban Teresa.
" Ya memang bukan centong nasi yang aku cari tapi komponen yang waktu itu aku simpan di sini mengapa sekarang menghilang itu komponen apa jangan-jangan aku masak juga waktu itu?"
Tanya Teresa yang masih sibuk mencari komponen.
" Sa ... Aku tanya masalah kata sandi di komputer bukan kata sandi tetangga kita yang mata keranjang itu, Malah kamu membicarakan centong nasi dan komponen!"
Jawab Angel dengan nada sedikit tinggi agar Teresa paham dengan apa yang di maksud Angel.
" Oh ... Kata sandi komputer, Kenapa kamu tidak bicara dari tadi Angel ya maaf kan aku pikir kata sandi tetangga yang ganjen itu."
Ucap Teresa diiringi senyum simpul kemudian melangkah menuju komputer untuk membuka kata sandi yang telah ia buat di komputer milik nya.
Setelah semua komputer di aktifkan lalu Teresa pun memasuk kan disck yang di ambil dari ruang program robotic penghancur tempat Stevani dan setelah Teresa memprogram beberapa kata kunci ia pun meminta Angel untuk menunggu sampai 100% pemindahan data nya dan bila sudah 100% maka harus segera di save agar tidak terkena malwer disck nya.
" Angel ... Ini sedang memproses dan kalau sudah 100% lekas kamu tekan tombol save agar disck tidak terkena malwer,"
Ucap Teresa sambil jari nya menunjuk ke arah keybord.
" Ok siap dan hanya itu saja atau masih ada yang lain yang harus aku lakukan Sa?"
Tanya Angel dengan tatapan wajah polos.
" Setelah itu cabut disck nya letak kan di sini lalu kamu ke dapur buat makanan untuk ku, Ok Angel?"
Jawab Teresa diiringi senyum lepas sambil bangkit dari duduk nya meninggal kan Angel.
" Tidak ok kalau hal itu Sa."
Ucap Angel dengan ekspresi sebal melihat ke isengan Teresa.
Jam terus berjalan begitu juga proses pemindahan berkas dari disck ke komputer milik Stevani dengan sabar Angel menunggu hingga proses 100% namun saat sudah mencapai 85% tiba-tiba ponsel milik Angel berdering dan saat di lihat suami nya yang menghubungi diri nya, Maka segera ia terima dan menanyakan ada apa suami nya menghubungi ponsel milik nya.
Karena sinyal kurang bagus di dalam ruangan maka Angel memutuskan untuk keluar rumah agar dapat mendengar suara suami nya dengan jelas, Sedangkan Teresa masih sibuk membongkar setiap laci yang berada di dapur nya untuk menemukan komponen yang di minta oleh Stevani, Sedangkan Stevani sibuk mencari cara agar saat komputer ia gunakan tidak terlacak oleh satelit.
Namun naas nya ternyata Angel lupa dengan pesan Teresa dan mengakibat kan disck yang sedang memproses pemindahan data ke komputer terkena malwer dan menimbulkan suhu panas yang berlebih pada komputer sehingga mengakibat kan PC terbakar dan menimbulkan ledakan, Karena Teresa yang terdekat dengan ruang keluarga maka ia terkena imbas dari ledakan tersebut.
Lalu apa yang terjadi selanjut nya, Apakah Nyawa Teresa tidak tertolong kali ini karena imbas dari ledakan PC yang mengalami overwher atau kah nyawa Teresa masih bisa tertolong tapi mengalami kelumpuhan dan amnesia yang fatal dan apa yang akan di lakukan oleh Angel, Stevani, Peter dan Jemes demi menyelamat kan nyawa Teresa?
Jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan mereka demi mempertahankan populasi manusia dan temukan semua jawaban nya hanya di EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.