
Masa depan terbentuk dari rangkaian rencana yang sudah kita susun dengan baik namun apakah masa depan kita hanya terbentuk dari sebuah rencana, Lalu bagaimana bila satu rencana gagal apakah akan hancur masa depan kita pasti nya tidak seperti itu, Yang terjadi kita akan menyusun rencana kembali hingga mencapai masa depan yang kita harap kan, Bukan kah begitu kawan ku, Pikir kan lah hal itu.
Begitu juga kali ini yang terjadi dengan Tuan Sebastian yang merasa gagal untuk merubah masa depan peradapan bumi menjadi sesuai dengan keinginan nya namun jangan lupa bahwa Tuan Sebastian masih menyimpan disck perakitan robotic yang di ambil sesaat sebelum pabrik pembuatan robotic penghancur meledak, Lalu apa yang akan di perbuat oleh Tuan Sebastian saat ini dari luar angkasa?
Sedangkan saat ini posisi nya Teresa sedang terluka parah karena terkena ledakan dari PC komputer yang mengalami overwel efek dari malwer yang tidak terdeteksi saat pemindahan program robotic dan juga bagaimana respon ketiga rekan Teresa dan juga suami nya melihat kondisi Teresa kritis, Sedangkan hanya Teresa yang bisa di andal kan dari mereka berempat, Mari kita tilik bersama apa yang mereka lakukan demi keselamatan Teresa.
Sore ini terjadi kepanikan di rumah Teresa karena suara ledakan yang cukup keras dan ternyata ledakan tersebut mengakibat kan kerusakan jaringan internet di kota tersebut dan tidak hanya itu bahkan beberapa komputer yang sedang beroprasi pun mengalami hal yang serupa bukan lain meledak dan bisa di pasti kan terjadi ke gaduhan di selurug kota karena hal tersebut.
Apa yang sedang terjadi mengapa ada bunyi sirene kebakaran dan terlihat kepulan asap yang cukup tebal di langit lalu itu tadi bunyi ledakan dari rumah ku atau dari arah mana sekeras itu bunyi nya, Oh ... Iya Jems di dalam rumah sakit bagaimana kondisi nya apakah terkena efek ledakan apa itu tadi.
Bergumam lah Peter sambil memasuk kan ponsel nya kedalam saku celana nya lalu ia pun bergegas masuk ke dalam ruangan di mana Jemes berada, Alhasil saat Peter membuka pintu rumah sakit alangkah terkejut nya melihat begitu banyak korban jiwa dan luka bakar yang mengenai hampir 90% tubuh korban nya, Maka tanpa berfikir panjang Peter segera mencari keberadaan Jemes yang saat itu berada di ruang tunggu.
Sedangkan di sisi lain tepat nya di rumah Teresa terjadi kepanikan antara Stevani dan Angel menyaksikan luka yang di alami oleh Teresa yang cukup fatal dan mereka pun memutus kan untuk membawa Teresa ke rumah sakit terdekat saat itu namun mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di rumah sakit dan seisi kota.
" Angel ... Ayo lekas bantu aku membawa Teresa ke rumah sakit,"
Ucap Stevani dengan nada panik sambil membopong tubuh Teresa yang terluka parah.
" Kita bawa kemana dan menggunakan apa sedang kan semua kendaraan milik mu dan milik ku hancur terkena ledakan?"
Tanya Angel dengan nada dan tatapan panik.
Sejenak Stevani terdiam memikir kan apa yang di kata kan oleh Angel sambil meletak kan Teresa yang terluka parah di trotoar, Kemudian Stevani merogoh saku celana nya mengambil sebuah remot yang cukup kecil hanya sebesar korek gas kemudian ia menekan salah satu tombol dari remot tersebut dan hal itu membuat Angel terbelalak dan bertanya-tanya apa yang di lakukan Stevani saat ini.
" Apa yang kamu laku kan Van?"
Tanya Angel sambil jongkok di depan tubuh Teresa yang terkapar di trotoar.
" Memanggil peliharaan ku kemari agar bisa menjemput ku, Sekarang bantu aku mengangkat tubuh Teresa ke bawah pohon itu,"
Jawab Stevani tanpa melihat ke arah Angel yang terlihat masih bingung.
" Peliharaan mu itu binatang apa dan sebesar apa sedangkan kita butuh kendaraan untuk membawa Teresa?"
Tanya Angel sambil membantu Stevani memindahkan tubuh Teresa ke bawah pohon.
Namun pertanyaan Angel tidak mendapat kan jawaban dari Stevani yang sibuk memeriksa nadi Teresa yang terlihat semakin lemah, Sedangkan Peter juga mengalami kepanikan sebab menemukan Jemes yang sedang terluka parah hingga mata kanan Jemes terluka cukup parah kemudian dengan sigap Peter membopong Jemes keluar dari rumah sakit untuk di bawa pulang sebab saat itu Peter berfikir di rumah pasti Teresa bisa menangani hal ini.
Sedangkan Peter tidak mengetahui kondisi Teresa sendiri sedang terkapar tidak sadar kan diri bahkan mengalami luka yang cukup fatal, Tidak lama kemudian tiba lah peliharaan yang di maksud Stevani bukan lain sebuah mobil yang cukup besar dan memang memiliki kapasitas dan kemampuan tidak pada umum nya mobil, Sebab mobil tersebut di desain dan di program sendiri oleh Stevani sehingga bisa di kendali kan dengan radius tertentu oleh Stevani.
" Datang juga peliharaan ku, Ayo Angel bantu aku membawa Teresa masuk ke dalam mobil,"
Pinta Stevani dengan nada dan ekspresi wajah panik.
" Baru tahu aku mobil di sebut peliharaan dan apakah semua orang IT memiliki pola pikir yang berbeda dengan umum nya manusia?"
Tanya Angel sambil membantu Stevani membopong Teresa masuk kedalam mobil.
" Jangan banyak bertanya dan bukan waktu nya untuk kamu berfikir kali ini Angel."
Jawab Stevani sambil membuka pintu mobil.
Saat itu Angel hanya mampu terdiam dan mengikuti semua perintah Stevani dan saat mereka akan pergi ke rumah sakit tiba-tiba Angel menahan Stevani untuk menjalan kan mobil nya sebab melihat mobil milik Jemes mendekat dari arah yang berlawanan dengan kondisi yang cukup mengenaskan.
" Van ... Jangan di jalan kan dahulu mobil nya,"
Ucap Angel sambil memegang lengan Stevani dengan tatapan fokus ke arah mobil milik Jemes.
" Ada apa lagi Angel?"
Tanya Stevani dengan tatapan bingung ke arah Angel.
" Itu mobil milik Jemes dan kenapa jadi begitu?"
Jawab Angel sambil menunjuk ke arah sebuah mobil yang semakin mendekat.
Saat mobil milik Jemes berhenti tepat di depan rumah Jemes maka turun lah Peter dari dalam mobil tersebut dengan tatapan bingung menyaksikan rumah Jemes dan rumah milik nya hancur dan nyaris rata dengan tanah begitu juga dengan rumah di sekeliling komplek hampir semua memiliki nasib yang sama dengan rumah mereka berdua.
" Kemana pergi nya istri ku dan sebenar nya apa yang baru saja terjadi, Mengapa semua rumah hancur?"
Tanya Peter sambil memegang kepala nya dan melihat ke sekitar nya.
" Pa ... Kemana Jems dan apa yang terjadi dengan mu?"
Teriak Angel sambil melangkah mendekati Peter yang sedang kalut di depan mobil milik Jemes.
" Ma ... Kamu masih selamat, Jemes terluka parah Ma, Teresa mana Ma?"
Jawab Peter sambil memeluk tubuh Angel dengan erat.
" Apakah masih lama derama kalian, Bila masih lama aku tinggal kalian pulang."
Kemudian Angel dan Peter pun bergegas memindahkan Jemes dari dalam mobil nya masuk kedalam mobil milik Stevani agar Teresa dan Jemes segera mendapat kan perawatan sebab kondisi mereka berdua sama-sama kritis dengan kondisi 90% tubuh nya mengalami luka bakar yang cukup parah kali ini, Pasti nya Stevani, Angel dan Peter cukup panik saat itu menyaksikan kedua sahabat nya di ambang maut.
Sedangkan Peter menceritakan bagaimana kondisi rumah sakit dan dalam kota saat ini yang mengalami kehancuran cukup fatal dan sebenar nya apa penyebab nya hingga sefatal itu lalu Stevani pun menjelaskan bahwa hal itu bisa saja terjadi bila di lakukan dari satelit luar angkasa dengan cara mengirimkan malwer ke dalam seluruh program yang berpusat atau menggunakan deteksi satelit luar angkasa itu sendiri.
Maka saat itu Stevani membawa mereka berempat ke rumah nya tepat nya di ruang bawah tanah untuk memberikan pertolongan kepada Teresa dan Jemes yang mengalami luka parah saat itu, Saat itu yang ada di dalam benak Angel dan Peter bahwa Teresa dan Jemes tidak akan bisa tertolong lagi dan andaikan bisa hidup pasti kondisi mereka cacat permanen.
" Van ... Apakah mereka masih bisa tertolong?"
Tanya Peter dengan nada khawatir.
" Berpikir lah mengenai hal yang baik-baik saja maka hasil nya nanti juga akan baik sebab apa yang kamu pikirkan maka hal itu lah yang terjadi,"
Jawab Stevani yang sibuk memberi pertolongan pertama kepada Teresa.
" Pasti ... Sebab besar harapan kami kepada mereka berdua Van dan kamu pasti tahu bagaimana kita bertiga tanpa mereka berdua dalam kondisi seperti ini,"
Ucap Angel yang membantu Stevani untuk memberi bantuan pertama kepada Teresa dan Jemes.
" Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing tapi semaksimal mungkin jadi lah bermanfaat untuk orang lain."
Jawab Stevani tanpa melihat ke arah Angel dan Peter.
Akhir nya mobil yang membawa mereka berlima tiba juga di rumah Stevani dan membawa nya masuk kedalam ruang rahasia tepat nya ruang bawah tanah di mana di sana sudah tersedia berbagai macam peralatan IT yang cukup mutakhir dan tidak hanya itu di dalam ruangan bawah tanah tersebut tersedia berbagai jenis senjata yang mutu nya cukup luar biasa.
Hal itu cukup membuat Angel dan Peter terbelalak menyaksikan nya sebab baru kali ini mereka melihat semua barang-barang yang tersedia di sana, Setelah mereka memindah kan Teresa dan Jemes ke sebuah tempat yang berbentuk tabung maka dengan sigap Stevani mengaktifkan semua peralatan tersebut tanpa banyak berbicara sedangkan Angel dan Peter masih terheran-heran melihat ruangan yang super lux.
" Selesai sudah, Sekarang kita tunggu sampai mereka berdua tersadar baru kita lakukan pembedahan,"
Ucap Stevani sambil memutar bangku nya menghadap ke arah Angel dan Peter yang masih terlihat bingung.
" Pembedahan kata mu Van, Siapa yang akan melakukan nya sedangkan kita bertiga bukan dokter ahli bedah?"
Tanya Angel dengan ekspresi bingung.
" Jangan kamu kata kan kalau kedua sahabat ku akan kamu jadi kan bahan percobaan mu Stevani,"
Imbuh Peter sambil mengacungkan senjata api kearah Stevani yang sedang duduk.
" Ternyata benar hanya tubuh mu yang besar tapi otak mu cukup sempit Tuan Giant, Lihat kondisi Teresa dan Jemes seperti apa saat ini dan bila mereka hidup apakah mereka akan mengalami hal yang cukup buruk dengan kondisi seperti itu, Berfikirlah secara rasional,"
Jawab Stevani diiringi senyum simpul melihat ke arah Peter yang sedang mengacungkan senjata api ke arah nya.
" Tolong tenang jangan saling menyerang dan saling menyalah kan, Mari kita pikir kan yang terbaik untuk Teresa dan Jems saat ini!"
Bentak Angel agar suasana menjadi kembali kondusif.
" Lebih baik sekarang kita membagi tugas agar semua segera terselesaikan sebab aku memiliki firasat yang cukup buruk kedepan nya,"
Ucap Stevani sambil menekan tombol yang terletak di kursi di mana ia duduk.
" Apa rencana mu?"
Tanya Peter sambil menurunkan senjata api nya.
Kemudian Stevani pun bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju salah satu dinding yang berada tepat di belakang Angel dan Peter, Lalu Stevani pun menunjuk kan sebuah baju jirah perang yang cukup bagus berbahan dari plat baja ringan yang cukup kuat serta beberapa senjata yang modern bahkan seperti nya belum ada yang memiliki persenjataan seperti itu.
Serta beberapa sperpart kendaraan yang cukup canggih bahkan saat itu Peter serasa tidak bisa mempercayai bahwa di ruang bawah tanah milik Stevani ternyata menyimpan peralatan yang cukup canggih dan yang belum pernah di miliki oleh orang pada umum nya, Tidak berselang lama Stevani pun mengatakan apa rencana selanjut nya untuk Teresa dan Jemes.
" Kita bagi tugas ... Aku akan memprogram baju jirah tersebut agar mampu untuk menghadapi lawan kita yang lebih canggih lagi, Kamu Angel rakit senjata itu hingga mampu di gunakan oleh Teresa dan Jemes secara otomatis dan kamu Tuan Giant bertugas merakit spear part itu untuk kendaraan mereka berdua, Paham kalian?"
Tanya Stevani dengan tatapan serius kepada mereka berdua.
" Iya aku paham dan akan berusa semaksimal mungkin,"
Jawab Angel diiringi senyum simpul.
" Apakah kami bisa makan di sini sebab sedari tadi aku hanya melihat peralatan yang canggih tapi tidak melihat kulkas tempat makanan, Nanti kalau aku lapar bagaimana?"
Tanya Peter dengan nada dan ekspresi yang polos.
Pertanyaan Peter tidak mendapat kan jawaban dari Stevani yang di lakukan Stevani saat itu hanya menekan salah satu tombol di remot yang sedang ia pegang maka terbuka lah salah satu sisi dinding dan terpampang lah semua jenis makanan, snack, minuman dan buah segar di kulkas yang besar nya memenuhi dinding, Maka seketika mengembanglah senyuman di wajah Peter.
Lalu apa yang akan terjadi dengan Teresa dan Jemes setelah mengalami pembedahan dan apa yang di maksud lebih fatal oleh Stevani atau kah sebenar nya Stevani mengetahui rencana Tuan Sebastian saat terjadi nya ledakan di pabrik produksi robotic pemusnah tersebut dan apakah mereka bertiga berhasil menjalan kan rencana mereka untuk mengalah kan robotic ciptaan Tuan Sebastian yang di program sedemikian rupa dan di gerak kan menggunakan satelit?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.