THE EXTINCTION OF HUMANS

THE EXTINCTION OF HUMANS
BAB 25 . AWAL PERUBAHAN



Setiap detik kita semua pasti berubah dalam berpikir, mengambil keputusan, menentukan pilihan dan masih banyak lagi hal yang akan berubah dalam kehidupan kita dan itu lah kehidupan tidak ada yang abadi dan kekal semua berubah dengan berjalan nya waktu, Namun apakah kita sudah siap dalam menghadapi setiap perubahan yang akan terjadi?


Mampukah kita semua beradaptasi dengan perubahan sebab hanya waktu yang akan mampu membuat perubahan dan bila waktu nya telah tiba dan kita belum mampu dan siap menghadapi perubahan apa yang akan terjadi dengan diri kita, Maka sedari sekarang persiap kan lah diri kalian untuk menghadapi perubahan dalam kehidupan sebab waktu yang membawa kalian berhadapan dengan perubahan.


Seperti hal nya kali ini yang sedang terjadi dengan Angel, Peter, Teresa, Jemes dan Stevani mereka berlima di bawa oleh sang waktu masuk kedalam perubahan kemajuan jaman yang telah di ciptakan oleh Profesor Simon atas permintaan petinggi negara dari beberapa instansi yang awal nya hanya untuk membantu kinerja manusia serta menjaga kestabilan keamanan masyarakat di negara tersebut.


Namun kenyataan yang terjadi waktu membuat semua nya berubah dan yang awal nya terlihat sempurna dan bagus kini menjadi bumerang bagi populasi manusia sebab dengan ada nya kemajuan jaman yang semakin menggila maka akan membawa dampak yang cukup fatal juga kepada sekitar nya, Lalu apa yang akan terjadi dengan mereka berlima yang berusaha menghentikan kepunahan populasi mahkluk hidup karena ke ego an manusia?


Siang ini pabrik yang memproduksi robotic pemisnah secara masal telah di ledak kan oleh Stevani dengan harapan semua robotic pemusnah tersebut pun lenyap beserta beberapa petinggi negara yang sedang melihat hasil produksi yang berjalan sesuai rencana, Namun seperti nya Tuan Sebastian dari badan NASA mampu menyelamat kan diri dari ledakan dahsyat di gedung pabrik pembuatan robotic penghancur tersebut.


Ternyata macan kecil itu sedari tadi memprogram kehancuran ini bukan nya mengikuti perintah dari Tuan Remon dan Tuan George, Tidak masalah aku masih menyimpan beberapa data untuk bisa menciptakan robotic pemusnah dan tunggu pembalasan ku macan kecil yang nakal.


Bergumam lah dalam hati Tuan Sebastian yang mampu selamat dari ledakan yang terjadi di pabrik pembuatan robotic penghancur milik Profesor Simon, Sedangkan Stevani memacu motor sport nya menuju rumah Teresa untuk mengambil disck yang di selipkan di jas yang di kenakan oleh Teresa sedangkan Teresa tidak berada di rumah nya ia sedang berada di gedung teater terbengkalai untuk mengambil disck yang tertinggal.


" Mengapa siang ini dingin sekali, Apakah sudah masuk dingin saat ini Jems?"


Tanya Teresa sambil menyatukan telapak tangan nya dengan tatapan fokus ke disck yang berada di pangkuan nya.


" Tepat sekali saat ini sudah masuk musim dingin dan sebentar lagi akan turun salju,"


Jawab Jemes dengan tatapan fokus ke depan.


" Jems ... Aku merasa ada yang janggal dengan disck ini,"


Ucap Teresa sambil memegang disck di kedua tangan nya dan sesekali melihat ke arah Jemes.


" Janggal bagaimana maksud mu sayang?"


Tanya Jemes sambil melirik ke arah Teresa yang duduk tepat di samping nya.


" Aku ingat saat itu yang aku masuk kan hanya satu disck saja namun mengapa sekarang menjadi dua disck, Apakah ini efek dari musim dingin jadi disck pun ingin berduaan?"


Jawab Teresa dengan nada polos dan tatapan ke kedua disck yang sedang di pegang nya dan berbalik bertanya kepada Jemes.


" Menurut ku yang janggal itu pola pikir mu bukan disck nya sayang, Sebab benda mati tidak memiliki rasa."


Ucap Jemes diiringi dengan senyuman dan tangan kanan nya menyentuh wajah Teresa dengan lembut.


Saat itu Teresa hanya mampu diam dan beribu-ribu pertanyaan silih berganti di dalam benak nya, Sedangkan saat ini Stevani telah tiba di rumah Teresa dan mencoba beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah, Hingga akhir nya Peter melihat Stevani yang sedang berdiri di teras rumah Teresa.


" Ma ... Bukan kah itu Stevani, Sedang apa dia di depan rumah Teresa?"


Tanya Peter sambil berdiri di balik jendela kamar nya.


" Benar kah Pa ... Atau kamu sedang salah melihat nya?"


Jawab Angel yang masih berada di atas ranjang nya di balik selimut tebal.


" Coba kamu lihat sendiri Ma dan aku sangat yakin itu Stevani Ma,"


Ucap Peter dengan serius sambil sesekali melihat ke arah Angel yang berada di belakang nya.


" Coba aku lihat Pa ... Oh benar itu Stevani sedang apa dia di situ dan kemana Teresa mengapa tidak membukakan pintu untuk Stevani?"


Tanya Angel dengan nada dan tatapan bingung melihat Stevani berada di teras rumah Teresa.


" Aku juga tidak tahu Ma, Panggil lah agar Stevani menunggu Teresa di sini dan aku coba menghubungi Jemes untuk menanyakan mereka sedang berada di mana saat ini."


Jawab Peter sambil bergegas menuju ke sebuah meja di mana ponsel nya berada.


Maka bergegas lah Angel keluar dari kamar nya dan berjalan menuju pintu rumah nya untuk keluar menghampiri Stevani yang terlihat cukup panik saat itu dan tidak lama kemudian Angel pun sudah berada di tembok pembatas antara rumah milik nya dan rumah milik Teresa sebab mereka tinggal bersebelahan.


" Van ... Sedang apa kamu di rumah nya Teresa?"


Sapa Angel dengan tatapan bingung kepada Stevani.


" Angel ... Sukur lah aku berjumpa dengan mu, Kemana Teresa?"


Jawab Stevani diiringi senyum lega dan berbalik bertanya kepada Angel yang masih terlihat bingung.


" Aku tidak tahu kemana Teresa saat ini, Lebih baik kamu menunggu Teresa di rumah ku sebab udara semakin dingin Van,"


Ucap Angel sambil tangan nya menunjuk ke arah rumah nya dengan tatapan fokus kepada Stevani.


" Baik lah kalau begitu dan lagi pula ada hal penting yang harus aku ceritakan kepada mu Angel."


Jawab Stevani sambil melompati pagar pembatas dengan mudah nya dan Angel masih terlihat bingung dengan kehadiran Stevani saat ini.


Sebenar nya ada hal penting apa yang akan di bicarakan Stevani kepada ku dan semoga saja aku dan suami ku tidak menjadi target percobaan nya menjadi robotic sebab aku masih ingin menikmati makanan lezat yang belum mampu ku nikmati selama ini.


Bergumam lah dalam hati Angel sambil berjalan menuju rumah nya diikuti oleh Stevani di belakang nya, Sedangkan Peter sedang menghubungi Jemes untuk menanyakan keberadaan nya dan juga mengatakan bahwa saat ini Stevani berada di rumah nya yang awal nya berada di teras rumah nya Jemes dan Teresa.


Tanya Peter melalui ponsel nya.


" Aku dan istri ku sedang menuju pulang dan kami dari komplek bangunan terbengkalai, Ada apa kamu menanyakan keberadaan ku Pet apakah ada hal penting?"


Jawab Jemes sambil mengemudikan mobil nya.


" Tidak ada yang penting sebenar nya hanya saja saat ini Stevani sedang berada di rumah ku yang awal nya berada di teras rumah mu Jems,"


Ucap Peter sambil tatapan nya melihat ke arah lantai bawah rumah nya di mana Stevani sedang duduk di ruang tamu.


" Untuk apa dia di rumah mu tapi baik lah aku akan segera sampai di rumah mu beberapa menit lagi."


Jawab Jemes dengan tatapan sedikit bingung setelah mendengar kabar mengenai Stevani berada di rumah Peter dan Angel.


Sedangkan Angel mencoba menanyakan prihal yang di katakan penting oleh Stevani kepada nya, Kemudian Stevani pun menceritakan mengenai disck yang dengan sengaja di selipkan di kantong jas yang di gunakan Teresa sebelum diri nya tertidur dengan lelap dan di dalam disck itu berisi program penonaktivan robotic pemusnah yang tengah di produksi secara masal oleh Profesor Simon bukan lain Ayah dari Stevani.


Maka seketika terbelalak lah kedua mata Angel mendengar hal tersebut sebab ia tidak menduga sama sekali bahwa waktu itu sebenar nya Stevani mengerti bahwa yang sedang menyamar menjadi seorang lelaki tersebut adalah Angel dan Teresa, Bahkan Angel pun tidak mengetahui sama sekali mengenai disck yang di maksud oleh Stevani saat ini.


" Hai Van ... Kamu tidak lupa ingatan lagi kan mengenai siapa aku?"


Tanya Peter turun dari tangga lantai dua menyapa Stevani yang sedang bercerita kepada Angel.


" Lupa kan masalah amnesia waktu itu, Ada hal yang lebih penting dari drama amnesia ku Tuan Giant,"


Jawab Stevani diiringi senyum simpul kepada Peter yang memang berbadan besar.


" Pa ... Apakah kamu sudah menanyakan di mana Jemes dan Teresa saat ini?"


Tanya Angel diiringi senyum setelah mendengar perkataan Stevani mengenai suami nya.


" Sudah sebentar lagi mereka sampai di sini dan saat ini mereka berdua sedang berada di jalan dari komplek bangunan terbengkalai,"


Jawab Peter sambil duduk di samping Angel.


" Untuk apa mereka kesana lagi?"


Tanya Stevani dengan mata terbelalak karena terkejut dan bergantian memandang Peter dan Angel yang duduk di hadapan nya.


Namun pertanyaan Stevani tidak mendapat jaemwaban dari Angel dan Peter, Kemudian Peter pun meminta ijin untuk pergi mandi sedangkan Angel bangkit dari duduk nya untuk membuat chocklat hangat untuk Stevani sambil menunggu kedatangan Teresa dan Jemes, Tidak lama kemudian terdengar lah suara mobil milik Jemes berhenti tepat di depan rumah Angel, Segeralah Teresa dan Jemes turun dari dalam mobil berjalan menuju rumah Angel di mana saat itu Stevani sedang menunggu kedatangan Teresa.


" Maaf lama menunggu ku,"


Ucap Teresa saat melihat Stevani yang sedang duduk di sofa ruang tamu di rumah Angel.


" Tidak masalah sudah biasa hal itu ku lakukan dahulu waktu di kampus,"


Jawab Stevani diiringi senyum simpul.


" Van sebenar nya apa yang membawa mu kemari dan mencari ku?"


Tanya Teresa dengan tatapan serius kepada Stevani yang menikmati chocklat hangat di gelas.


Kemudian Stevani pun menceritakan apa yang tadi di katakan kepada Angel dan saat itu Teresa baru menyadari dan terjawab lah rasa penasaran Teresa mengapa disck nya bisa menjadi dua sebab ia merasa hanya mengambil satu disck saja dan ternyata yang satu disck lagi memang sengaja Stevani yang meletak kan di kantong jas yang di gunakan oleh Teresa waktu itu.


" Sa ... Kamu masih menyimpan kan disck yang aku maksud itu tadi?"


Tanya Stevani dengan tatapan serius dan tangan nya memegang tangan Teresa.


" Tenang saja aku masih menyimpan nya dan disck itu berada di mobil saat ini,"


Jawab Teresa diiringi senyum menenangkan Stevani yang terlihat cukup panik.


" Syukur lah bila begitu, Mari segera kita hentikan pembantaian secara masal ini sebelum terlambat Sa,"


Ajak Stevani sambil bangkit dari duduk nya.


" Benar aku setuju dengan apa yang di kata kan Stevani."


Imbuh Angel diiringi senyum penuh semangat melihat bergantian kepada Teresa dan Stevani.


Kemudian Angel, Stevani dan Teresa pun melangkah keluar dari rumah Angel untuk menuju ke gudang milik Teresa di mana beberapa komputer milik Teresa tersimpan saat ini dan semua alat-alat IT berada di sana sebab sejak menikah dengan Jemes maka sejak itu lah Teresa sudah tidak menggunakan peralatan tersebut dan beralih yang di gunakan peralatan masak sambil mengikuti cerita telenovela setiap hari nya.


Sedangkan saat itu Angel lupa tidak mengatakan kepada Peter yang sedang mandi bahwa ia akan ke rumah Teresa, Sedangkan Jemes sedang sibuk membantu Naomi agar bisa tetap hidup di garasi rumah nya dan hal itu tidak membuat Teresa terusik sedikit pun saat mengetahui Jemes membantu Naomi keluar dari bagasi mobil nya dalam kondisi pingsan.


Lalu apakah yang akan di lakukan oleh Stevani, Angel dan Teresa kali ini, Mampu kah mereka bertiga berhasil menonaktifkan robotic penghancur yang sudah di produksi secara masal tersebut dan apa yang akan di lakukan oleh Tuan Sebastian kali ini, Apakah ia akan menciptakan robotic pemusnah sendiri dengan berbekal chips yang ia temukan setelah terjadi ledakan di pabrik milik Profesor Simon?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.