
Sering kali kita hanya melihat cover nya saja sehingga kita begitu mudah nya tertipu dengan apa yang kita lihat sebab sesungguh nya tidak selama nya baik itu benar, Pasti nya kita juga sering beranggapan apa yang kita lihat baik ternyata sumber dari banyak nya masalah yang timbul atau sebalik nya mungkin kita beranggapan bahwa yang kita lihat tidak lah baik namun nyata nya hal itu sangat baik untuk pertumbuhan jiwa dan raga kita.
Begitu juga kali ini yang sedang terjadi dengan pesat nya kemajuan jaman pasti nya semua orang berfikir itu baik namun apakah pernah terpikir apa imbas dari semua itu, Suatu kemajuan jaman yang akan memusnahkan populasi manusia secara besar-besaran yang akan terjadi dan hal itu pasti tanpa di sadari kebanyakan orang namun itu lah sebuah fakta yang harus kita pikir kan bersama dampak dari era robotic.
Kali ini Teresa dan Jemes sedang mempersiap kan misi nya untuk mencari keberadaan Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian yang Teresa yakini mereka sedang dalam masalah sedang kan di sisi lain beberapa petinggi negara yang memiliki projek robotic berniat untuk membawa Stevani menuju pabrik pembuatan robotic pemusnah yang sudah hampir selesai pengerjaan nya.
Lalu apakah benar Stevani mengalami amnesia dan apa penyebab Stevani mengalami amnesia atau kah hal itu adalah akal-akalan Stevani untuk mengelabui petinggi negara atau kah benar kali ini Stevani mengalami amnesia dan apakah kali ini Teresa dan Jemes berhasil membebaskan mereka berempat dan juga melumpuhkan penjagaan yang cukup ketat, Mari kita tilik bersama action yang di lakukan mereka.
Saat ini Teresa dan Jemes sedang berada di gedung teater yang terbengkalai cukup lama dan setelah mereka berdua mengganti baju nya lalu Teresa pun berdandan layak nya seorang gibsi dan saat Jemes melihat dandanan Teresa ia cukup terkejut dan protes kepada istri nya sebab baru kali ini Jemes melihat istri nya berdandan seperti itu.
" Hay sayang apa yang kamu lakukan, Mengapa dandan mu berlebihan seperti itu?"
Tanya Jemes dengan mata terbelalak menatap Teresa yang sedang sibuk di depan kaca rias.
" Seperti nya kamu belum pernah nonton telenovela mengenai seorang gibsi Jems,"
Jawab Teresa dengan enteng nya sambil melanjutkan berias di depan kaca.
" Apakah seorang gibsi seperti itu dan bagi ku itu sangat berlebihan,"
Ucap Jemes sambil sesekali melihat ke arah luar gedung dari balik jendela.
" Bagi mu berlebihan tapi yang aku lihat di telenovela memang seperti ini, Sudah ayo lekas kita beraksi sebelum aku berubah pikiran Jems."
Jawab Teresa sambil bangkit dari duduk nya sambil memegang katu tarot.
Saat itu Jemes hanya mampu diam dan melihat ulah istri nya yang cukup unik di mata nya, Sedangkan di sisi lain tepat nya di gedung perpustakaan kuno Tuan Remon, Tuan George dan beberapa petinggi negara lain nya mendapat kabar bahwa produksi robotic pemusnah hampir selesai pengerjaan nya dan hanya tinggal menunggu program data di pasang pada sistem robotic pemusnah secara masal.
" Tuan George ... Bagaimana apakah bisa kita sekarang membawa Nona Stevani menuju pabrik robotic agar pekerjaan ini segera terlihat hasil nya?"
Tanya Tuan Sebastian seorang petinggi negara bagian pertahanan wilayah.
" Tentu bisa Tuan Sebastian, Bahkan saya sudah tidak sabar melihat hasil dari projek kita ini,"
Jawab Tuan George diiringi senyum simpul.
" Kalau begitu biar anak buah saya yang membawa Nona Stevani ke mari agar kita bisa secepat nya menuju pabrik robotic tersebut Tuan George,"
Ucap Tuan Remon sambil memanggil beberapa pengawal nya.
" Silah kan Tuan Remon, Kami berdua menunggu anda dan Nona Stevani di bawah."
Jawab Tuan Sebastian kepada Tuan Remon kemudian mereka pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju lantai dasar.
Sedangkan di dalam ruangan yang gelap dan cukup pengab ada Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian yang sedang memutar otak bagaimana cara nya agar bisa lolos dari sekapan tersebut sedang kan selain penjagaan yang cukup ketat ruangan tersebut tidak ada celah sedikit pun untuk mereka bisa melarikan diri.
Tidak lama kemudian terdengarlah suara pintu ruangan yang sedang di buka maka segera lah Peter bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke dekat pintu untuk menyerang siapa pun yang akan masuk kedalam ruangan tersebut, Namun naas nya Peter salah perhitungan ternyata yang masuk ke ruangan tersibut tidak hanya satu atau dua orang melain kan ada lima orang yang menggunakan senjata laras panjang.
Maka perlawanan yang di lakukan Peter dan Angel untuk melumpuh kan anak buah Tuan Remon sia-sia saja dan mereka pun mampu membawa Stevani keluar dari ruangan tersebut sambil mengacungkan senapan laras panjang ke arah Angel, Peter dan Profesor Brian agar mereka tidak melakukan perlawanan.
" Sial ... Gagal lagi kita melumpuh kan penjaga itu dan sebenar nya mereka akan membawa Stevani pergi kemana kali ini?"
Tanya Peter dengan ekspresi nada kesal dan sesekali memukul tembok di samping nya dengan keras.
" Benar mereka akan membawa Stevani kemana dan lagi apakah benar Stevani amnesia, Andaikan benar Stevani amnesia maka robotic pemusnah itu tidak akan bisa di gunakan,"
Jawab Angel sambil sesekali memandang ke arah Profesor Brian yang sedang duduk di lantai.
" Jangan salah kalian, Mereka tidak sebodoh itu bisa di kelabui Stevani yang berpura-pura amnesia yang akan terjadi kali ini nyawa Stevani sedang terancam,"
Ucap Profesor Brian diiringi senyum simpul sambil menahan sakit di kaki nya.
" Berarti benar Stevani hanya pura-pura amnesia itu tadi, Lalu apa untung nya dia pura-pura amnesia di hadapan kita?"
Tanya Peter dengan nada kesal kepada Profesor Brian.
Namun saat itu Profesor Brian tidak menanggapi pertanyaan Peter sehingga Peter tersulut emosi nya dan memukul wajah Profesor Brian dengan cukup keras dan Angel pun mencoba menarik lengan Peter yang sedang tersulut emosi saat itu, Sedangkan Teresa dan Jemes sedang berjalan menuju gedung perpustakaan kuno tersebut dengan berpura-pura menjadi seorang gibsi yang tersesat di wilayah tersebut.
Saat langkah mereka berdua semakin dekat dengan gerbang gedung perpustakaan kuno tiba-tiba terbuka lah pintu gerbang gedung perpustakaan kuno tersebut dan terlihat lah beberapa mobil milik petinggi negara keluar meninggalkan gedung perpustakaan kuno tersebut dan pasti nya Teresa dan Jemes tidak membuang waktu begitu saja, Mereka berdua pun segera menghampiri penjaga yang sedang menutup pintu gerbang gedung perpustakaan tersebut.
" Tuan ... Tuan ... Tunggu sebentar aku ingin bertanya kepada anda,"
Teriak Teresa sambil berlari kecil menghampiri penjaga gedung yang sedang menarik pagar gerbang gedung.
" Tanya apa Nona ... Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Tanya penjaga diiringi senyum ramah kepada Teresa.
" Tuan ... Ini sebenar nya daerah mana sebab kami tersesat dan tidak tahu jalan pulang, Apakah Tuan bisa menunjukkan jalan keluar dari wilayah ini?"
Jawab Teresa yang berbalik bertanya dengan lagak nya yang manja kepada penjaga gedung.
Tanya penjaga diiringi senyum menghina sambil melihat ke arah Jemes yang berdiri di belakang Teresa.
" Dia pembantu ku dan aku hanya lah seorang gibsi yang mencari sesuap nasi dari pasar malam ke pasar malam yang lain Tuan yang tampan,"
Jawab Teresa sambil mengalungkan lengan nya ke leher penjaga gedung.
Saat itu sebenar nya Jemes cukup geram melihat akting istri nya namun saat itu Jemes hanya mampu diam dan meredam api kecemburuan nya dan ternyata saat lengan Teresa di kalingkan ke leher penjaga saat itu juga Teresa menyuntik kan obat tidur ke leher penjaga maka tanpa butuh waktu lama penjaga itu pun jatuh pingsan lalu mereka berdua pun segera mengambil senapan laras panjang milik penjaga tersebut.
" Jems ... Kita tidak tahu di ruangan mana Angel dan Peter berapa dan lagi senapan laras panjang nya hanya satu jadi lebih baik kita menyebar dan siapa pun yang terlebih dahulu menemukan Angel dan Peter segera nyalakan alarem,"
Ucap Teresa sambil berlari kecil menuju pintu masuk gedung perpustakaan.
" Baik sayang ... Kamu berhati-hati lah dan ingat jangan kamu ulangi hal seperti itu tadi aku tidak suka,"
Jawab Jemes dengan ekspresi sebal karena cemburu.
" Ternyata suami ku bisa juga cemburu."
Ledek Teresa diiringi senyum simpul sambil membuka pintu utama gedung perpustakaan.
Saat itu lah mereka berdua mulai beraksi Jemes membabat habis penjaga yang mencoba menghadang nya menggunakan senjata laras panjang yang ia pegang sedangkan Teresa berlari menuju lantai dua dan membabat habis penjaga yang berada di lantai dua menggunakan sebilah pisau lipat yang di bawa nya dan sesekali Teresa melemparkan kartu tarot kearah penjaga untuk menjatuhkan senjata yang di pegang oleh penjaga tersebut.
Perkelahian antara Jemes dan Teresa melawan penjaga yang berjumlah cukup banyak membuat Jemes dan Teresa cukup kewalahan namun untung nya saat itu Peter mendengar suara keributan di luar ruangan sehingga Peter berusaha mendobrak pintu ruang tersebut dengan menggunakan besi yang di temukan di sisi ruangan dan akhir nya pintu pun bisa terbuka meski dengan susah paya Peter membuka nya.
" Ma ... Kamu tunggu di sini dan jangan keluar tunggu aku kembali untuk menjemput mu,"
Pesan Peter sambil berdiri di depan pintu yang baru saja mampu di buka.
" Baik Pa ... Kamu hati-hati Pa jangan sampai terluka."
Ucap Angel sambil mencoba membantu Profesor Brian berpindah tempat sebab kondisi Profesor Brian semakin parah.
Kemudian Peter pun sambil berjalan mengendap dan membawa sebilah besi temuan nya berjalan menuju anak tangga untuk memastikan apa yang terjadi namun belum sampai di anak tangga Peter sudah di hadang oleh penjaga maka tanpa berpikir panjang Peter pun menghajar penjaga tersebut tanpa ampun dan tanpa memberi kesempatan untuk membuat perlawanan.
Tidak lama kemudian Teresa pun sampai di mana Peter sedang menghajar satu persatu penjaga yang mencoba melumpuhkan Peter saat itu dan pasti nya Teresa tidak tinggal diam menyaksikan hal tersebut dengan gesit Teresa membantu Peter yang sedang di serang beberapa penjaga yang menggunakan senjata, Sedangkan Jemes melawan penjaga yang berada di lantai satu yang berdatangan silih berganti.
Kurang lebih dua jam kemudian mereka bertiga mampu melumpuhkan dan membabat habis penjaga di gedung perpustakaan kuno tersebut tanpa tersisa dan Jemes pun sudah berada di mana Peter dan Teresa berada, Dengan menata nafas nya Jemes merasa lega melihat istri dan sahabat nya selamat saat itu.
" Syukurlah kalian berdua selamat, Di mana Angel mengapa kalian hanya berdua?"
Tanya Jemes dengan nafas yang tidak beraturan.
" Benar di mana Angel dan bagaimana cerita nya kalian bisa berada di bangunan kuno seperti ini?"
Timpal Teresa yang juga mempertanyakan keberadaan Angel kepada Peter.
" Angel bersama Profesor Brian di ruangan di sebelah sana dan awal nya kami bersama Stevani juga namun sekarang Stevani di bawa oleh mereka,"
Jawab Peter sambil melangkah kan kaki nya untuk menjemput istri nya.
" AWAS PET ... MENUNDUK!"
Teriak Teresa sambil melemparkan pisau lipat nya ke arah penjaga yang akan menembak Peter.
Maka bisa di pasti kan saat itu juga pisau lipat milik Teresa menancap tepat di dahi penjaga tersebut dan Peter pun cukup terkejut melihat ke hebatan Teresa dalam melempar pisau dan bisa tepat sasaran sedangkan Jemes dan Peter baru mengetahui kelebihan Teresa di bidang memainkan pisau lipat sedang kan selama ini yang mereka ketahui Teresa hanya lah ibu rumah tangga pencinta telenovela.
Akhir nya Peter, Teresa dan Jemes sampai juga di ruangan di mana Angel dan Profesor Brian berada, Namun saat mereka bertiga tiba di ruangan tersebut Profesor Brian sudah meninggal dunia karena kehabisan darah dan jasad Profesor Brian di tutup menggunakan kain horden berwarna putih oleh Angel dan hal itu membuah Teresa berteriak histeris.
" AAAAAA ... Apa itu yang di atas meja Jems!"
Teriak Teresa sambil memeluk Peter yang di sangka Jemes oleh Teresa.
" Sayang aku di sebelah sini mengapa kamu memeluk Peter?"
Tanya Jemes sambil menarik lengan Teresa yang ketakutan dengan kain putih.
" Maaf aku salah memeluk ... Itu apa Jems aku takut kain putih,"
Jawab Teresa sambil mendekap tubuh Jemes dengan erat karena ketakutan.
Kemudian Angel pun mendekati Teresa yang sedang ketakutan dan mencoba memberi tahu kepada Teresa bahwa itu jasad Profesor Brian yang meninggal karena kehabisan darah dan kemudian mereka berempat pun keluar dari gedung perpustakaan kuno tersebut sambil tetap waspada dan menghajar penjaga yang mencoba menghadang langkah mereka berempat.
Lalu bagaimana dengan nasib Stevani kali ini apakah Stevani bisa selamat dari cengkeraman petinggi negara dan apakah Stevani akan menuruti perintah mereka untuk memprogram robotic pemusnah ciptaan Profesor Simon yang sudah di produksi secara masal atau kah mereka berempat akan mengambil Stevani dari mereka dan menggagalkan semua rencana mereka?
Jangan pernah beranjak dari kisah perjalanan mereka dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.