
Bila kita mendengar sebuah kata seni maka yang terlintas dalam benak kita adalah seni tari, seni lukis, seni musik, seni teater dan masih banyak lagi yang masuk kategori seni namun apakah kalian menyadari bahwa sesungguh nya hidup yang kita jalani setiap hari itu pun juga seni, Pasti nya ada yang bertanya mengapa kehidupan ini bisa di kategarorikan kedalam seni juga bukan kah memang kita harus menjalani kehidupan ini?
Jawab nya iya benar sekali kita harus menjalani kehidupan setiap individu dengan baik dan benar tapi apakah kalian tidak menyadari bahwa di hadapan kalian selalu ada orang yang jahat dan ada orang yang baik bukan kah saat itu orang tersebut sedang menjalan kan seni peran kehidupan yang sudah di berikan oleh Tuhan kepada nya dan untuk masalah ending nya kembali ke pribadi lepas pribadi, Bukan kah begitu kawan?
Begitu juga dengan kondisi kali ini ada sekumpulan pejabat petinggi negara yang sedang merancang perubahan membuat sebuah sejarah baru mengada kan sebuah peradapan baru dengan kepentingan pribadi dan berakibat musnah nya populasi manusia di muka bumi, Sedangkan di sisi lain ada empat sekawan yang mencoba mempertahan kan populasi manusia dan pasti nya ada harga yang harus di bayar untuk semua nya.
Lalu bagaimana kali ini apakah Jemes dan Teresa mampu menemukan keberadaan Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian yang tertangkap oleh anak buah Tuan Remon dan Tuan George, Lalu apakah Tuan Remon dan Tuan George mengetahui bahwa Komandan Ricard, Profesor Simon dan anak buah nya mati terbakar di gudang buah dekat dermaga, Mari kita tilik bersama apa yang terjadi kali ini.
Pagi ini matahari seperti nya enggan untuk menyapa mahkluk di bumi sebab jam sudah menunjuk kan tepat pukul delapan namun matahari masih berselimut kan awan yang cukup pekat sehingga suasana pagi ini terasa cukup dingin dan hembusan angin yang cukup kencang terasa cukup menusuk ke tulang, Dengan perlahan mobil yang di kendarai oleh Jemes berjalan cukup pelan sambil mereka berdua bukan lain Jemes dan Teresa melihat ke sekitar mencari asal cahaya yang mereka lihat beberapa saat tadi.
" Jems … Sebenar nya ini tempat bekas apa mengapa begitu banyak bangunan terbengkalai di sini?"
Tanya Teresa sambil masih melihat di sisi kiri nya dengan tatapan bingung.
" Menurut sejarah dulu tempat ini yang membangun adalah penjajah jadi saat penjajah bisa di pukul mundur dan keluar dari wilayah ini jadi lah kota mati atau kota terbengkalai,"
Jawab Jemes sambil tatapan nya tertuju kepada dua motor treal yang terparkir di ujung jalan.
" Oh jadi begitu cerita nya baru tahu aku, Sebab selama ini aku baru kali ini ke daerah sini,"
Ucap Teresa sambil tatapan nya tertuju ke sebuah gedung teater yang terbengkalai.
" Sayang lihat di ujung jalan itu ... Bukan kah itu motor treal yang di gunakan oleh Angel dan Peter saat pergi membeli makanan?"
Tanya Jemes sambil menghentikan mobil nya tidak jauh dari motor treal tersebut berada.
" Iya benar itu motor treal yang mereka pakai lalu kemana Angel dan Peter kalau motor treal nya di situ?"
Jawab Teresa yang berbalik bertanya sambil melihat sekeliling nya.
" Pasti ada yang terjadi dengan mereka berdua dan kita harus mencari tahu nya sekarang."
Ucap Jemes sambil membuka sedbel lalu membuka pintu mobil nya.
Saat itu Teresa pun mengikuti Jemes keluar dari dalam mobil sambil mereka mengusuk lengan masing-masing untuk mengurangi rasa dingin yang cukup menusuk hingga ke tulang, Sambil mereka sesekali memperhatikan motor treal lalu melihat ke arah bangunan yang berdiri dengan kokoh sebuah gedung perpustakaan kuno yang sudah terbengkalai cukup lama hingga menimbulkan kesan mistik.
" Itu gedung apa yang berada di seberang sana Jems?"
Tanya Teresa sambil menahan dingin.
" Itu gedung perpustakaan kuno yang sudah terbengkalai cukup lama, Mengapa kamu menanyakan tentang gedung itu sayang,"
Jawab Jemes sambil berbalik bertanya ke Teresa dengan tatapan bingung.
" Antar aku ke gedung teater yang sudah kita lewati tadi Jems,"
Ucap Teresa sambil melangkah kan kaki masuk kedalam mobil.
" Untuk apa kita kesana sayang ... Pasti istri ku memiliki ide bila sudah berkata demikian."
Gumam Jemes sambil membuka pintu mobil nya.
Kemudian mereka berdua pun segera meluncur menuju gedung teater yang di maksud oleh Teresa saat itu, Di sisi lain ada Angel, Peter, Stevani dan Provesor Brian yang sedang terluka di bawa oleh anak buah Tuan Remon dan Tuan George untuk di masuk kan kedalam sebuah ruangan yang cukup gelap dan pengab.
" Selesai sudah nasib kita semua di sini sampai mati,"
Ucap Stevani dengan nada putus asa.
" Kamu saja yang mati kalau aku belum ingin mati sebab pesanan makanan ku belum sempat aku makan,"
Jawab Peter dengan nada datar dan tatapan polos.
" Pa ... Sekarang bukan saat nya kita memikirkan makanan tapi saat nya kita berfikir bagaimana cara kita keluar dari gedung tua ini!"
Bentak Angel kepada Peter sambil memberi pertolongan kepada Profesor Brian.
" Sudah kalian saja yang pergi, Aku sudah tidak kuat untuk berjalan lagi,"
Ucap Profesor Brian sambil menahan sakit di kaki nya.
" Kita akan keluar bersama-sama jadi jangan putus asa."
Jawab Angel sambil berusaha mengeluarkan tima panas dari kaki Profesor Brian.
Sedangkan di ruangan yang berbeda Tuan George sedang telefon anak buah nya untuk memastikan di mana keberadaan Komandan Ricard dan Profesor Simon saat ini sebab sudah sesiang ini mengapa mereka belum juga kembali dan apa yang terjadi sebenar nya kepada mereka, Sedang kan Tuan Remon sedang berbincang dengan Tuan Ronald yang bekerja di badan nasa untuk mengetahui apa rencana selanjut nya.
" APA KATA MU RICARD DAN PROFESOR SIMON SUDAH MENINGGAL TERBAKAR DI GUDANG BUAH, KATA KAN SIAPA YANG MELAKUKAN!"
Teriak Tuan George karena terkejut dan dengan cepat ia berfikir bahwa semua rencana nya hancur.
" Tuan George ... Apa yang terjadi mengapa anda meninggi kan nada suara anda?"
Tanya Tuan Ronald karena terkejut mendengar Tuan George meninggikan suara nya.
" Komandan Ricard dan Profesor Simon telah meninggal dunia di gudang buah dekat dermaga, Maka hancur lah semua rencana kita sekarang,"
Jawab Tuan George dengan nada lemas lalu duduk di sebuah kursi di sisi nya.
" Mengapa anda berkata gagal bukan kah anda yang mengatakan sendiri bahwa sebenar nya yang membuat program robotic pemusnah itu adalah Stevani bukan lah Profesor Simon?"
Tanya Tuan Remon dengan tatapan serius kepada Tuan George.
Saat itu mereka bertiga diam sesaat bermain dengan pola pikir masing-masing dan hanya tatapan mata mereka saja yang sesekali beradu pandangan satu dengan yang lain nya kemudian tidak lama kemudian mereka pun tertawa menyadari bahwa pola pikir Tuan George salah yang sudah mengatakan rencana mereka gagal bila Profesor Simon meninggal dunia.
Di sisi lain ada Teresa dan Jemes yang sudah berada di gedung teater yang sudah terbengkalai dan seperti nya kali ini Teresa memiliki siasat agar bisa masuk kedalam gedung perpustakaan kuno yang sudah terbengkalai cukup lama namun saat itu Jemes di buat bingung dengan ulah Teresa yang tanpa memberi tahu niat nya kepada suami nya bukan lain Jemes.
Ucap Teresa sambil menyalakan senter yang sedang ia pegang.
" Sayang ... Sebenar nya untuk apa kita kesini dan apa rencana mu, Bukan nya kita berniat untuk mencari Peter dan Angel?"
Tanya Jemes sambil mengikuti langkah Teresa dari belakang.
" Iya memang kita akan mencari Peter dan Angel hanya saja kita tidak mungkin masuk ke gedung di seberang sana dengan kostum seperti ini kan Jems?"
Jawab Teresa sambil pandangan nya tertuju ke sebuah pintu.
" Came on sayang, Semua gedung di lokasi ini terbengkalai dan tidak berpenghuni lalu untuk apa kita berfikir mengenai kostum?"
Tanya Jemes yang semakin bingung dengan jawaban Teresa saat itu.
" Seperti nya kamu perlu air mineral agar otak mu sedikit encer dan aku sangat yakin otak mu jadi beku karena udara dingin Jems."
Jawab Teresa sambil menyerahkan botol air mineral kepada Jemes yang berdiri tepat di samping nya.
Sedang kan Teresa mulai sibuk memilih baju yang ada di hadapan nya dan sesekali ia melihat ke arah Jemes yang sedang duduk di kursi sambil memegang botol air mineral dan saat itu lah Teresa menjelaskan kepada Jemes apa yang akan ia lakukan agar bisa masuk ke dalam gedung perpustakaan kuno dan terbengkalai tersebut.
Saat itu Teresa sangat yakin bahwa Angel dan Peter berada di dalam gedung itu sebab motor treal yang mereka bawa berada di balik tembok gedung tersebut dan mengapa Teresa berniat untuk melakukan akting agar bisa masuk ke dalam gedung tersebut sebab Teresa sangat yakin bahwa di dalam gedung itu Angel dan Peter telah di sekap seseorang dan pasti nya tidak mudah melalui penjagaan yang ada.
" Benar juga yang kamu kata kan sayang dan kita akan menyamar jadi apa agar bisa masuk kedalam gedung itu?"
Tanya Jemes dengan tatapan serius.
" Jadi gibsi ... Ganti baju mu sekarang Jems,"
Jawab Teresa sambil memberikan satu setel baju kepada Jemes yang sedang duduk.
" Memang ada ya gibsi lelaki sebab setahu ku gipsi hanya wanita tidak ada yang lelaki?"
Tanya Jemes dengan tatapan polos dan bingung.
" Sudah jangan banyak tanya dan saat ini bukan waktu nya kamu mengajak ku adu argumen Jems,"
Jawab Teresa sambil mengganti baju nya.
" Baik lah dan anggap saja aku sedang bermain teater kali ini dan memeran kan suami seorang gipsi."
Ucap Jemes sambil menghela nafas panjang bangkit dari duduk nya dan mengganti baju nya.
Sedang kan di gedung perpustakaan kuno Angel, Peter, Stevani sedang memutar otak berfikir bagaimana agar bisa keluar dari sekapan para petinggi negara yang berniat merubah sejarah dan mengganti populasi manusia dengan robotic dan pasti nya hal itu cukup membahayakan penduduk bumi.
" Ma ... Semua jendela nya menggunakan tralis dan kalau kita lewat atap aku kurang yakin sebab bangunan ini sudah cukup rapuh,"
Ucap Peter sambil sesekali membuka gorden salah satu jendela di hadapan nya.
" Sebenar nya apa sih yang mereka ingin kan dari ku dan aku pun tidak mengenal siapa mereka,"
Ucap Stevani dengan nada sedikit tinggi karena sebal.
" Stevani sayang kamu ingat tidak siapa aku lalu apakah kamu tidak sadar bahwa Ayah mu sudah memproduksi robotic pemusnah?"
Tanya Angel yang mencoba menahan emosi nya kali ini.
" Aku lupa memang kamu siapa sebenar nya dan lelaki itu siapa aku tidak mengingat siapa pun saat ini, Bahkan lelaki yang tertembak kaki nya itu siapa aku juga tidak mengenal nya,"
Jawab Stevani sambil menunduk kan kepala nya.
" Wah ... Amnesia dia,"
Ucap Peter sambil berjalan melewati Stevani yang sedang duduk di lantai.
" Stevani dengar kan ya ... Kita dulu teman satu kampus dan itu suami ku nama nya Peter lalu yang terkena luka tembak itu Profesor Brian, Mereka menculik mu karena kamu lah yang memprogram robotic penghancur itu,"
Jawab Angel mencoba menjelaskan kepada Stevani yang terlihat panik tatapan mata nya.
" Pembuat program robotic pemusnah kata mu, Sedangkan aku saja lupa siapa nama ku, asal ku dari mana dan siapa Ayah ku?"
Ucap Stevani dengan tatapan serius kepada Angel.
" Apa yang sebenar nya terjadi pada mu dan mengapa bisa kamu melupakan semua itu, Lalu yang ada dalam otak mu saat ini apa?"
Tanya Peter dengan tatapan kesal kepada Stevani.
" Aku tidak ingat apa pun yang mampu aku ingat hanya sahabat terbaik ku namun aku juga lupa siapa nama nya dan di mana dia aku juga tidak tahu,"
Jawab Stevani dengan ekspresi wajah polos dan lugu.
" Apakah Teresa yang kamu maksud sahabat terbaik mu itu Van?"
Tanya Angel sambil memegang lengan Stevani.
Saat itu Stevani hanya diam dan seperti nya ia sedang berusaha mengingat sebuah nama namun ia belum mampu untuk mengingat nya juga, Sedangkan dalam hati kecil Peter berfikir bahwa Stevani sedang berpura-pura amnesia agar ia bisa dengan mudah lepas dari para petinggi negara yang akan memanfaatkan kepandaian nya demi keuntungan pribadi masing-masing.
Lalu apa yang sebenar nya terjadi kepada Stevani benarkah ia amnesia atau kah benar apa yang di pikirkan oleh Peter bahwa Stevani hanya sedang berpura-pura amnesia, Lalu kali ini akan kah Teresa dan Jemes berhasil membebaskan mereka berempat dengan ide Teresa yang menyamar menjadi seorang gipsi atau kah Teresa dan Jemes juga akan menjadi tawanan petinggi negara?
Jangan pernah beranjak dari perjalanan kisah mereka semua yang berjuang mempertahan kan populasi manusia yang akan di ganti oleh sistem robotic dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.