
Segala sesuatu pasti ada awal dan ada akhir bukan kah itu suatu hal yang wajar dan lumrah bagi manusia pada umum nya, Namun bila kita di hadap kan pada awal sebuah kehancuran bumi dan hilang nya populasi manusia dari muka bumi maka hal itu menjadi hal yang tidak wajar dan tidak lumrah bukan kawan?
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi sebuah awal kehancuran bumi karena ulah keegoisan dan keserakahan manusia itu sendiri, Apakah kita akan melakukan apa yang di lakukan oleh Jemes, Peter, Teresa dan Angel yang berusaha keras melawan dan mencari cara untuk menanggulangi hal tersebut agar tidak terjadi atau kah kita akan lebih mendukung kinerja sistem robotic yang berimbas kepada punah nya populasi manusia di muka bumi, Mari kita ikuti sepak terjang empat sekawan kali ini.
Siang ini mereka berempat mampu keluar dari gedung perpustakaan kuno yang sudah lama terbengkalai kemudian mereka berempat segera meninggal kan lokasi kota tua yang penuh dengan bangunan kuno peninggalan penjajah, Selama di perjalanan Angel terlihat murung dan sesekali memijat kening nya dengan pandangan lurus kedepan.
" Apa yang sedang kamu pikir kan Angel, Mengapa wajah mu terlihat sedih seperti itu?"
Tanya Teresa sambil menyodorkan kotak makanan ke hadapan Angel.
" Aku sedang memikirkan nasib Stevani bagaimana saat ini apakah dia masih hidup atau bagaimana?"
Jawab Angel dengan nada datar sambil membuka kotak makanan pemberian Teresa.
" Stevani ... Memang nya kamu melihat Stevani di mana dan apa yang terjadi kepada nya?"
Tanya Teresa sambil sesekali melihat ke arah Angel yang duduk di samping nya.
Kemudian Angel pun menceritakan saat ia dan Peter memesan makanan di restoran dan saat itu mereka berdua melihat Stevani baru saja keluar dari toilet restauran dengan di kawal seorang lelaki yang bertubuh gempal, Maka tanpa berpikir panjang mereka berdua pun membuntuti mobil yang membawa Stevani dengan tujuan untuk membebaskan ia namun yang terjadi mereka berdua ikut di tawan oleh petinggi negara saat itu.
" Jadi seperti itu cerita awal nya, Lalu sekarang Stevani di mana mengapa di gedung terbengkalai itu tidak ada?"
Tanya Teresa dengan tatapan lurus kedepan fokus melihat jalan.
" Aku juga tidak tahu mereka membawa Stevani kemana saat ini,"
Jawab Angel sambil menikmati makanan di hadapan nya.
Kemudian mereka berdua pun diam sejenak bermain dengan pikiran nya sendiri, Sedangkan di sisi lain ada Peter dan Jemes yang mengendarai motor treal nya berada di depan mobil yang di kendarai oleh Teresa saat itu, Mereka berempat memutuskan untuk menuju ke rumah mereka masing-masing sambil memikirkan langkah selanjut nya untuk menghadapi perubahan yang cukup mengerikan kali ini.
Sedangkan di sisi lain ada beberapa petinggi negara dan Stevani yang sudah berada di pabrik robotic milik Profesor Simon bukan lain Ayah dari Strvani yang telah tewas di gudang buah dekat dermaga bersama Komandan Ricard saat terjadi kebakaran karena salah kecerobohan dari anak buah Tuan Remon dan Tuan George yang awal nya berniat untuk menghabisi Jemes dan Teresa yang saat itu terlihat tertidur di dalam mobil.
" Luar biasa semua produksi robotic yang kita pesan sudah 99% sudah selesai, Hanya tinggal pemasangan chip maka kita semua menjadi penguasa dunia,"
Ucap Tuan Sebastian diiringi tawa lepas sambil berdiri di balik sebuah kaca besar melihat ke arah lantai bawah di mana robotic sudah berjajar rapi.
" Tepat sekali apa yang anda kata kan Tuan Sebastian tinggal satu langkah lagi,"
Imbuh Tuan Remon sambil menepuk pundak Tuan Sebastian diiringi senyum sinis melirik ke arah Stevani.
" Lalu kita menunggu apa lagi sekarang, Segera program chip untuk robotic itu agar kita bisa menyaksikan kemampuan robotic tersebut,"
Ucap Tuan George sambil memegang lengan Stevani yang berdiri di samping nya.
" Benar apa yang di kata kan Tuan George ... Anak cantik lekas lakukan tugas mu agar Ayah mu bangga melihat mu dari alam baka sana,"
Ucap Tuan Sebastian membalikkan tubuh nya menghadap ke arah di mana Stevani berdiri diiringi senyum licik.
" Apa maksud dari kata-kata mu ... Di mana Ayah ku!"
Bentak Stevani dengan tatapan sinis kepada Tuan Sebastian.
" Tenang lah macan kecil ku ... Lakukan tugas mu dan setelah itu akan kami antar kamu bertemu Ayah mu di surga."
Jawab Tuan Remon sambil menarik lengan Stevani dengan kasar dan membawa nya masuk ke ruangan program robotic pemusnah.
Sungguh biadap kalian semua, Tanpa berfikir mengenai nasib mahkluk hidup yang lain dan semua itu hanya demi keserakahan dan tercapai nya keinginan kalian pribadi, Tapi tenang saja aku akan memainkan sebuah permainan agar kalian lebih bahagia lagi sebelum kalian berkumpul dengan Ayah ku yang juga biadap di neraka, PERMAINAN KITA MULAI TUAN-TUAN IBLIS!
Bergumam lah dalam hati Stevani diiringi senyum simpul dengan sorot mata penuh dendam kepada mereka sambil berjalan menyusuri sebuah lorong dengan lengan yang di pegang erat dan sedikit di tarik oleh Tuan Remon dan diikuti oleh Tuan Sebastian, Tuan George dan beberapa petinggi negara yang sedang menertawakan ekspresi wajah Stevani yang mereka pikir sedang ketakutan oleh ancaman Tuan Remon dan Tuan George saat itu.
Setiba nya Stevani berada di ruangan program robotic lalu segera beberapa orang anak buah Tuan Remon dan Tuan Grorge serta beberapa orang petinggi negara mengacungkan senjata api nya ke arah Stevani sebuah wujud ancaman agar Stevani menuruti perintah Tuan Remon agar segera melakukan pemrograman robotic pemusnah yang sudah selesai di produksi secara masal.
" Lakukan apa yang kita perintah kan dan ingat jangan coba-coba membangkang bila kamu tidak ingin segera berjumpa dengan Ayah mu di surga!"
Ucap Tuan Remon dengan nada mengancam sambil mendorong pundak Stevani menggunakan senjata laras panjang dan memberi isyarat agar segera melakukan pemrograman robotic pemusnah.
" Saat aku bekerja pasti di temani kopi ... Maka segera siap kan kopi hitam untuk ku sekarang bila kalian ingin melihat hasil dari kebiadapan kalian,"
Jawab Stevani sambil duduk dan diiringi senyum misterius serta tatapan yang cukup mengerikan.
" BERIKAN YANG DIA MINTA SEGERA!"
Perintah Tuan George dengan menodongkan senjata dan tatapan fokus ke arah Stevani yang sedang duduk di balik meja dengan tenang dan misterius.
Maka segera lah beberapa orang anak buah nya keluar dari ruangan tersebut untuk mengambilkan kopi hitam permintaan Stevani, Sedangkan Jemes, Teresa, Angel dan Peter sudah tiba di rumah nya masing-masing saat itu namun kali ini Teresa dan Angel terlihat sedang memikirkan sesuatu yang seperti nya membuat mereka tidak bisa merasa tenang dan hal itu membuat Jemes dan Peter bertanya-tanya ada apa sebenar nya.
" Sayang sebenar nya apa yang sedang kamu pikir kan mengapa terlihat secemas itu?"
Tanya Jemes sambil membuka kaos yang sedang ia kenakan saat itu.
" Aku sedang memikirkan tentang Stevani,"
Jawab Teresa sambil membuka baju nya yang bagi nya cukup tidak membuat nya nyaman baju seorang gibsi kuno.
Tanya Jemes sambil membuka celana panjang nya lalu mengambil anduk untuk menutup sebagian tubuh nya.
" Tadi Angel mengata bahwa Stevani di bawa oleh mereka ke suatu tempat dan firasat ku itu pasti sangat tidak baik Jems,"
Jawab Teresa sambil mengambil kaos dan celana Jemes yang tergeletak di ranjang.
" Lalu di bawa kemana Stevani oleh mereka sayang?"
Tanya Jemes sambil melangkah menuju masuk kamar mandi.
" Bila aku tahu kemana mereka membawa Stevani tidak mungkin aku berada di kamar ini bersama mu Jems, Entah kapan pola pikir mu bisa jernih bila sedang berbicara dengan ku,"
Jawab Teresa sambil melangkah menuju pintu kamar nya melewati Jemes.
" Ini yang membuat otak ku jernih bila bersama mu sayang,"
Ucap Jemes sambil menarik lengan Teresa hingga tubuh Teresa jatuh ke dada Jemes yang bidang.
" Waaooo ... Apa maksud mu Jems?"
Tanya Teresa dengan tatapan serius memandang wajah Jemes yang jarak nya cukup dekat dari wajah nya.
Tanpa di memberi jawaban Jemes pun segera menggendong tubuh Teresa yang saat itu hanya menggunakan pakaian dalam masuk kedalam kamar mandi maka terjadilah sesuatu yang di inginkan oleh Jemes saat itu kepada Teresa di kamar mandi di bawah siraman air dari shower, Sedangkan Angel dan Peter di rumah nya baru saja selesai mandi dan segera lah Angel dan Peter menuju dapur untuk memasak.
Sebab pasti nya Angel sangat lah paham bahwa Peter cukup kelaparan kali ini, Peter pun membantu istri nya memasak agar masakan segera siap untuk di nikmati sambil mereka berbincang mengenai keberadaan Stevani saat ini di mana dan pasti nya mereka berdua pun mengkhawatirkan keadaan Stevani.
" Pa ... Kira-kira mereka membawa Stevani kemana saat ini?"
Tanya Angel sambil menguncir rambut nya.
" Aku kurang tahu Ma, Kalau menurut ku mereka membawa Stevani ke tempat yang sesuai bidang Stevani agar keinginan mereka terwujud,"
Jawab Peter sambil mengeluarkan beberapa sayur dan daging segar dari dalam kulkas.
" Kampus, lab komputer atau gedung pameran robotic kapan itu Pa?
Tanya Angel sambil mengambil sayuran dan daging yang berada di atas meja.
" Bukan di sana Ma ... Aku berfikir mereka membawa Stevani ke rumah Profesor Simon di ruang bawah tanah di mana di sana begitu banyak komputer programer untuk robotic pemusnah,"
Jawab Peter sambil mengambil baskom untuk mencuci daging segar di hadapan nya.
" Bukan kah waktu itu rumah itu sudah meledak dan hancur sewaktu kita meninggal kan nya Pa?"
Tanya Angel sambil mengupas wortel dan sesekali melihat ke arah Peter yang sedang mencuci daging.
" Benar rumah nya sudah meledak dan hancur tapi ruangan bawah tanah nya tidak lalu untuk menuju ruang bawah tanah itu bisa melalui taman dan lagi apa kamu lupa bahwa di belakang rumah itu juga berdiri pabrik pembuatan robotic milik Profesor Simon Ma."
Jawab Peter sambil meletak kan daging ke dalam panci setelah di cuci.
Saat itu Angel mencoba mengingat posisi rumah Profesor Simon dan mencoba memikirkan apa yang di katakan Peter kepada nya, Bila memang benar seperti itu maka hari ini adalah awal dari sebuah kehancuran bumi ini dan populasi manusia akan punah pasti nya hal itu sangat mengerikan melihat kehancuran bumi di depan mata karena ulah manusia yang serakah.
Sedangkan di pabrik robotic pemusnah Stevani mulai menjalan kan rencana nya untuk mengajak para pejabat negara bermain dengan maut yang di namai oleh Stevani adalah permainan akhir zaman, Namun kali ini semua petinggi negara itu tidak mengetahui rencana Stevani apa sesungguh nya pasti nya mereka semua berfikir bahwa Stevani mengikuti apa perintah dari mereka kali ini.
Tuan-tuan iblis sebentar lagi kalian semua akan menikmati permainan ini dan kita lihat apakah kalian secerdas yang kalian bangga kan atau sebebal dan dungu seperti anggapan ku selama ini, Nikmati permainan ini dan aku akan memanfaat kan waktu itu untuk menemui Teresa dan Angel sebab aku yakin mereka berdua menyimpan file yang sudah ku simpan di disck yang pernah ku selipkan di jas Teresa sebelum aku tertidur waktu itu.
Bergumam lah dalam hati Stevani dengan tatapan mata fokus ke komputer di hadapan nya dan mulai lah jari jemari nya menari di atas keybord dan muncullah sederet kata sandi yang susah di pahami bagi orang awam yang tidak memahami mengenai programer, Di sisi lain ada Teresa dan Jemes yang baru saja selesai melakukan ritual nya di kamar mandi.
Kemudian mereka berdua keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju setelah itu Teresa berniat untuk mencuci baju yang kotor namun saat ia akan keluar kamar Teresa baru ingat mengenai disck yang ia simpan di jas yang waktu itu di ambil nya dari sebuah komputer milik Stevani setelah membuat Stevani dan beberapa Profesor tertidur.
" Jems ... Gawat disck yang ku ambil waktu itu tertinggal di gedung teater!"
Teriak Teresa dengan panik menatap Jemes yang sedang mengenakan kaos.
" Disck ... Disck apa sayang lalu itu juga bagaimana nasib Naomi di dalam mobil?"
Tanya Jemes dengan tatapan serius ke Teresa.
" Kalau masalah mak lampir itu aku tidak peduli tapi disck itu lebih penting dan aku harus segera mengambil nya sekarang,"
Jawab Teresa yang segera mengenakan kaos, jaket dan celana jins.
" Sayang biar aku mengantar mu ... Sudah terlambat seperti nya."
Ucap Jemes sambil mengejar Teresa yang sudah berlari keluar kamar.
Lalu apa yang akan terjadi selanjut nya dan apa permainan akhir zaman yang di maksud oleh Stevani kali ini dan apa rencana Stevani sesungguh nya mengapa ia akan menemui Angel dan Teresa lalu mampukah kali ini mereka berempat menyelamatkan populasi manusia dari kepunahan dan kehancuran bumi?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.