THE EXTINCTION OF HUMANS

THE EXTINCTION OF HUMANS
BAB 30 . KESTABILAN



Setiap mahkluk hidup pasti membutuhkan kestabilan dalam kehidupan terlepas dari kebutuhan vinansial atau pun kebutuhan secara biologis, Sebab bisa di pastikan bila dalam kehidupan manusia terjadi ketidak stabilan maka bisa di pastikan hal tersebut akan mengganggu kelangsungan kehidupan individu tersebut dan hal tersebut bisa berdampak kepada lingkungan sekitar atau bisa juga berdampak kepada diri nya sendiri yang mengakibatkan tersumbat nya siklus peredaran darah dan akan menderita penyakit secara medis.


Lalu apa yang terjadi kepada Teresa dan Jemes kali ini yang baru saja menyadari bahwa sebagian tubuh nya sudah menjadi robot karena sebelum nya mengalami luka bakar yang cukup serius di sebagian tubuh nya, Apakah mereka berdua akan semudah itu untuk beradaptasi dengan keadaan tubuh baru nya yang sudah berubah atau kah mereka berdua masih mengalami kebingungan dengan kondisi tubuh baru nya sehingga hal itu cukup berpengaruh kepada pesikis mereka berdua, Mari kita tilik bersama apa yang akan terjadi dengan Teresa dan Jemes kali ini.


Jam di dinding ka li ini sudah menunjuk kan tepat pukul 02.00 dini hari dan pasti nya pada umum nya manusia akan tertidur lelap di ranjang nya dan mengarungi mimpi indah nya namun seperti nya hal itu tidak berlaku bagi Stevani, Angel dan Peter, Mereka bertiga di sibuk kan dengan kegiatan masing-masing dan pasti nya mereka bertiga terus memutar otak nya agar semua permasalahan segera bisa terselesaikan dan bumi kembali damai sedang kan Teresa dan Jemes masih mengalami kebingungan dengan kondisi tubuh nya yang bagi nya terasa aneh dan mulai lah muncul beribu pertanyaan dalam hati dan pikiran mereka berdua.


" Sayang ... apakah diri mu memiliki jawaban dari semua perubahan ini?"


Tanya Jemes kepada Teresa sambil sesekali memperhatikan bola mata sebalah kanan nya yang sudah terpasang sensor motorik dan juga laser serta sebagian wajah Jemes pun sudah berubah seperti robot.


" Apakah kamu pikir aku mampu menjawab semua pertanyaan mu Jems, Sedangkan diri ku sendiri mengalami perubahan yang cukup fatal di tubuh ku bahkan detik ini tenggorokan ku terasa kering namun aku tidak berani meneguk air setetes pun,"


Jawab Teresa dengan ekspresi sebal kepada Jemes yang terlihat masih sibuk di depan kaca yang terlatak di sisi tembok salah satu ruangan di mana Stevani sedang sibuk dengan keyboard nya.


" Teresa ... Jemes ... kemarilah akan ku tunjuk kan sesuatu kepada kalian dan semoga hal ini mampu membuat kalian berdua mengingat sebuah kejadian dan tidak membuat kalian bingung."


Ucap Stevani sambil mencoba tenang meski sesungguh nya dalam hati Stevani kurang yakin dengan yang ia lakukan kali ini kepada Teresa dan Jemes.


Kemudian Teresa dan Jemes pun memaling kan wajah nya ke arah Stevani kemudian mereka berdua berjalan menuju di mana Stevani sedang duduk di hadan layar komputer yang cukup lebar, Setelah Teresa dan Jemes berada di sisi Stevani baru lah ia menekan tombol enter dan terlihat lah sebuah kejadian saat-saat kota hancur karenaledakan sebuah PC komputer yang mengalami overload serta terdapat nya virus dalam komputer sehingga mengalai panas yang berlebihan dan terjadi lah ledakan yang tidak dapat terelak kan seluruh kota karena jaringan internet yang tersebar cukup cepat, Pasti nya hal tersebut membuat ingatan Teresa dan Jemes mulai pulih perlahan meski sesekali mereka berdua mengernyitkan dahi nya karena merasakan nyeri yang cukup hebat di tengkorak kepala mereka berdua.


Saat itu Stevani hanya mampu membantu dan menenangkan mereka berdua serta menuntun nya untuk kembali ke ranjang mereka berdua untuk beristirahat sejenak agar rasa nyeri yang merek alami sedikit berkurang, Sebenarnya dalam hati kecil Stevani tidak tega melihat kondisi Teresa dan Jemes yang harus mengalami dan merasakan sakit paska operasi yang cukup hebat tersebut namun bila hal itu tidak di lakukan maka populasi mahkluk hidup di bumi akan di gantikan oleh robot penghancur dan hal itu pasti nya bukan lah yang di harap kan, Setelah Teresa dan Jemes terlihat lebih tenang dan sedang istirahat tidak lama kemudian datang lah Angel ke ruang kerja Stevani.


" Apa yang terjadi dengan mereka bedua Van?"


Tanya Angel dengan tatapan bingung kepada Stevani yang terlihat ekspresi sedih nya.


" Aku merasa bersalah dengan semua keadaan ini dan semua ini karena keegoan ku yang merasa tidak dianggap, merasa di kucil kan oleh lingkungan ku sehingga aku meminta kepada Ayah ku agar membuat robot penghancur bumi agar semua manusia musnah dan bagi ku hanya robot lah yang lebih mengerti aku selama ini,"


Jawab Stevani sambil menyeka air mata nya yang mulai membasahi pipi nya dan Angel saat itu hanya mampu terdiam sesaat sambil mengenang prilaku nya kepada Stevani saat di bangku sekolah.


" Hallo ... Sedang apa kalian berdiri di sana apakah terjadi sesuatu dengan Teresa dan Jems?"


Tanya Peter sambil melangkah kan kaki nya berjalan menuju di mana Angel dan Stevani sedang berdiri tidak jauh dari ranjang di mana Teresa dan Jemes sedang beristirahat.


" Mereka baik-baik saja Peter tapi seperti nya Stevani yang sedang tidak baik-baik saja, Mungkin Stevani butuh istirahat sejenak agar lebih maksimal dalam mengerjakan tugas nya,"


Jawab Angel sambil sesekali melirik ke arah Peter yang terlihat bingung menyaksikan pemandangan kali ini.


Ucap Peter sambil merangkul pinggul istri nya yang berdiri tepat di sisi kiri nya dan spontan tatapan Angel menatap penuh curiga kepada suami nya.


Saat itu Stevani hanya mampu tersenyum simpul melihat kearah mereka berdua seakan Stevani pun memahami maksud dari perkataan Peter dan hal tersebut di anggap suatu yang wajar bagi Stevani, Kemudian Angel dan Peter pun pergi meninggalkan ruang kerja Stevani menuju ruang kerja Angel yang letak nya tidak begitu jauh dari ruang kerja Stevani dan selama perjalanan menuju ruang kerja Angel terjadi lah sebuah percakapan antara Angel dan Peter mengenai sikap dan pengakuan Stevani mengenai semua rangkaian masalah yang harus mereka hadapi beberapa bulan ini hingga mengorban kan sahabat mereka sendiri yang kini menjadi manusia setengah robot.


" Pa ... jujur aku sempat tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Stevani itu tadi saat aku baru tiba di ruang kerja nya,"


Ucap Angel sambil menggandeng lengan Peter yang seperti nya sedang berfikir hal lain mengenai istri nya.


" Memang Stevani berkata mengaenai hal apa Ma ... sampai membuat mu tidak percaya seperti itu, Apakah mengenai Teresa dan Jemes atau mungkin dia memiliki ide gila yang lain nya?"


Tanya Peter sambil sesekali melirik ke arah istri nya.


" Stevani mengatakan penyesalan nya yang sudah memciptakan program robotic penghancur dan meminta kepada Ayah nya untuk menciptakan robotic yang akan di gunakan untuk menghancur kan bumi dan memusnahkan semua populasi mahkluk hidup, Semua itu ia lakukan hanya karena ia merasa di sisihkan dan tidak di agap oleh sekitar nya sehingga ia beranggapan semua manusia itu jahat dan hanya robotic lah yang lebih memehami diri nya,"


Jawab Angel mencoba menjelaskan kepada Peter yang terlihat membelalak kan mata nya saat mendengar penjelasan dari istri nya.


" Penyesalan itu pasti datang nya di akhir sayang dan masih bagus dia masih mau bertanggung jawab dengan semua masalah yang dia timbul kan sendiri dari pada dia yang membuat masalah namun orang lain yang di suruh untuk menangani dan menyelesaikan nya."


Jawab Peter sambil diiringi senyum simpul kepada Angel dan tiba-tiba Peter melakukan gerakan cepat menggendong tubuh istri nya hingga membuat Angel cukup terkejut saat itu.


Kemudian Peter pun membawa masuk kedalam ruang kerja Angel dan segera meletak kan tubuh Angel di atas sofa dan pasti nya Angel mengetahui apa yang di inginkan oleh suami nya saat itu pasti nya Angel pun menginginkan hal tersebut namun selama ini mereka berdua hanya mampu menahan gelora yang memuncak karena situasi yang tidak memungkin kan hingga saat ini ada moment yang tepat untuk mereka berdua melepaskan hasrat yang sudah terpendam sekian lama namun seperti nya tidak dengan Stevani yang sedang meratapi semua kesalahan yang sudah ia buat hingga mengakibat kan kehancuran kota saat ini.


" Pa ... pantas kah kita melakukan hal ini saat ini?"


Tanya Angel yang tubuh nya sudah terkungkung di bawah tubuh besar Peter.


" Lalu menurut mu waktu yang tepat kapan sayang, Apakah kita harus menunggu sampai bumi ini musnah dan itu bagi mu waktu yang tepat."


Jawab Peter sambil menyumpal bibir istri nya dengan bibir nya.


Saat itu Angel tidak mampu membuat perlawanan lagi kepada suami nya dan yang terjadi Angel hanya mampu menikmati setiap serangan yang di luncurkan oleh Peter kepada nya hingga mereka berdua mencapai titik yang mereka harap kan dan hal itu membuat semua otot serta otak mereka merasa lebih rileks saat itu sebelum mereka kembali ke tugas mereka masing-masing, Namun ternyata di sisi lain tepat nya di pesawat luar angkasa di mana Tuan Sebastian berada bersama beberapa Profesor yang membantu nya untuk menciptakan robotic penghancur dengan berbekal disck yang di temukan saat pabrik milik Profesor Simon akan meledak mampu tercipta robotic penghancur yang keganasan nya melebihi dari robotic yang di ciptakan Profesor Simon.


Lalu bagaimana cara Stevani, Angel dan Peter menanggulangi serangan dari robotic ciptaan Tuan Sebastian yang ternyata lebih ganas dengan beberapa program penghancur jarak jauh, Sedang kan saat ini Stevani tidak menduga sama sekali bahwa hasil dari temuan Tuan Sebastian akan sebegitu mengerikan akibat nya untuk kelangsungan populasi manusia dan apakah Teresa dan Jemes akan segera mampu untuk beradaptasi dengan keadaan nya saat ini dan segera menyiap kan serangan bila terjadi penyerangan kebumi yang di lakukan oleh robotic penghancur yang cukup ganas tersebut.


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan semua jawaban nya hanya di THE EXTICTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.