
Segala sesuatu yang rusak dan masih bisa di perbaiki akan bisa menjadi baik dan berguna untuk sekitar nya namun semua kembali lagi kepada siapa yang memegang dan merubah hal yang rusak tersebut sebab sejati nya tidak ada suatu hal pun yang tidak bisa di perbaiki di muka bumi ini, Hal itu kembali kepada masing-masing pribadi dalam menyikapi nya.
Apakah kali ini tubuh Teresa dan separuh dari tubuh Jemes bisa di jadi kan lebih baik setelah terkena ledakan sehingga tubuh mereka berdua cukup mengalami luka parah dan apakah kali ini misi Stevani, Angel dan Peter akan berhasil dengan di tunjang beberapa alat yang cukup canggih yang ada di ruang bawah tanah milik Stevani, Mari kita tilik bersama apa yang mereka bertiga laku kan demi keselamatan umat manusia di muka bumi.
Malam ini mereka bertiga bukan lain Stevani, Angel dan Peter sudah mulai di sibuk kan dengan aktivitas masing-masing, Stevani sibuk dengan progam baju jirah yang akan di gunakan oleh Teresa serta mengoperasikan robotic yang akan bertugas membedah tubuh Teresa karena terkena ledakan PC, Sedangkan Angel mulai menurun kan beberapa persenjataan yang akan di gunakan oleh Teresa dan Jemes setelah melaku kan pembedahan, Namun seperti nya tidak dengan Peter yang sedang duduk di lokasi bengkel perakitan kendaraan sambil menikmati sup merah siap saji dengan tatapan fokus ke mangkok.
" Pa ... Sampai kapan kamu menikmati makanan itu dan kapan kamu akan mulai bekerja?"
Tanya Angel dengan tatapan sebal melihat ulah suami nya saat ini.
" Pasti nya kamu tahu kan Ma ... Bila perut ku lapar maka otak ku pun susah ku ajak berfikir,"
Jawab Peter sambil melanjut kan makan nya tanpa menghiraukan respon istri nya yang sedang kesal.
" Baik lah bila itu mau mu Pa ...."
Ucap Angel melangkah pergi meninggal kan Peter dan berjalan menuju ruangan Stevani.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan Stevani yang mampu di laku kan Angel hanya lah meredam emosi melihat kelakuan suami nya yang cukup susah untuk di ajak berfikir cepat saat perut nya lapar, Di sisi lain ada Stevani yang sedang merasa penat kepala nya sehingga ia memutus kan untuk menikmati secangkir kopi hangat sambil berdiri di antara dua tabung yang di dalam nya berisi tubuh Teresa dan Jemes.
Aku harus bisa menolong kalian berdua sebab otak kalian masih berfungsi dan juga beberapa alat vital yang lain nya juga masih berfungsi dengan bagus, Hanya kulit kalian saja yang rusak karena ledakan PC itu dan aku sangat yakin Tuan Sebastian saat ini juga sedang memproduksi robotic penghancur tapi entah seperti apa hasil nya nanti.
Bergumam lah dalam hati Stevani dengan tatapan fokus ke arah tabung di mana terbujur tubuh Teresa yang mengalami luka bakar yang cukup parah tidak lama kemudian muncul lah Angel dari balik pintu sambil memegang kaleng soft drink berjalan menuju di mana Stevani berdiri saat itu.
" Van ... Apakah ada masalah?"
Sapa Angel kepada Stevani dengan senyum simpul berjalan mendekat.
" Tidak ada hanya aku sedang berfikir mengenai Tuan Sebastian dan seperti apa robotic pemusnah yang akan ia ciptakan kali ini,"
Jawab Stevani sambil sesekali menikmati kopi hangat nya demgan tatapan bergantian ke arah Angel dan Teresa yang berada di dalam tabung.
" Bagaimana kamu bisa mengetahui tentang hal itu Van, Apakah kamu sudah mendapat kan suatu signal mungkin?"
Tanya Angel dengan tatapan serius berdiri di sisi tabung di mana tubuh Jemes berada di dalam nya.
" Kemari lah akan ku tunjuk kan kepada mu Angel."
Jawab Stevani sambil beranjak dari tempat nya berdiri menuju sebuah layar yang menempel di sisi dinding.
Saat itu Stevani hanya menekan tombol sebuah remot maka segera lah layar tv yang cukup lebar itu menampilkan sebuah pemandangan luar angkasa beserta tata surya yang berjalan begitu selaras dan tenang namun di sisi lain terlihat pesawat ruang angkasa yang cukup besar dan mengerikan dengan lampu yang berkedip terlihat cukup jelas.
Maka saat itu Stevani menjelas kan bahwa layar di hadapan nya tersebut terhubung secara langsung dengan NASA dan sebenar nya dulu Ayah nya Stevani sudah mengorbitkan sendiri satelit ke ruang angkasa jauh sebelum negara itu mengorbit kan satelit, Maka dari itu Stevani bisa melihat luar angkasa secara langsung setiap saat ia mau.
Pasti nya penjelasan Stevani kali ini membuat Angel tercengang dengan apa yang sudah ia saksikan namun kali ini Angel masih merasa bingung dengan penampakan pesawat luar angkasa yang cukup menakut kan tersebut namun Angel tidak berani bertanya banyak kepada Stevani di takut kan bila Stevani akan tersinggung bila ia banyak bertanya.
Di sisi lain ada Tuan Sebastian bersama tim nya sedang berkerja keras menciptakan robotic penghancur untuk menguasai bumi dengan berbekal flas disck yang ia ambil di salah satu mesin saat berada di pabrik pembuatan robotic milik Profesor Simon dan sudah berulang kali tim Tuan Sebastian mengalami ke gagalan dalam memprogram robotic penghancur hinggal hal itu membuat Tuan Sebastian gusar.
" Aku harus menunggu berapa tahun lagi untuk bisa menguasai bumi, Dasar Profesor bodoh!"
Ucap Tuan Sebastian sambil menarik kemeja salah satu Profesor yang bekerja untuk nya.
" Tuan ... Tenang lah kita semua sedang berusaha dan hal yang anda ingin kan bukan lah hal yang mudah,"
Jawab Profesor Jacob dengan tatapan serius.
" Kalian pikir aku semudah itu bisa tenang sedang kan setiap hari begitu besar anggaran yang sudah aku keluarkan untuk penelitian ini!"
Bentak Tuan Sebastian sambil mendorong tubuh Profesor Jacob.
Seketika ruangan menjadi hening hanya terdengar suara deteksi signal dari satelit yang terhubung ke bumi saat itu dan lebih bodoh nya lagi Tuan Sebastian beserta tim nya tidak menyadari bahwa flas disck yang sedang mereka gunakan sudah terpasang program detektor sehingga apa pun yang mereka lakukan Stevani dengan mudah mengetahui nya.
Maka dari itu Stevani berniat menciptakan baju jirah perang yang super canggih beserta di lengkapi persenjataan serta transportasi yang sangat canggih dan modern untuk mempersenjatai Jemes dan Teresa yang saat ini belum sadar kan diri, Namun Stevani, Angel dan Peter cukup yakin bahwa Teresa dan Jemes bisa hidup kembali untuk menghancurkan robotic.
" Angel bagaimana dengan tugas mu, Apakah kamu sudah menyelesaikan nya dengan baik?"
Tanya Stevani sambil meletak kan cangkir di atas meja.
" Untuk saat ini aku sudah menyelesaikan persenjataan yang berbentuk pedang laser yang akan di letak kan di kedua lengan baju jirah,"
Jawab Angel sambil melangkah mendekati Stevani.
" Bagus ... Lalu bagaimana dengan transportasi nya apakah juga sudah ...."
Tanya Stevani yang belum selesai berkata-kata tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari arah di mana Peter berada.
Ucap Angel dengan penuh tanya dengan tatapan bingung melihat ke arah Stevani.
Saat itu mereka berdua segera bergegas menuju sumber suara namun seperti nya Angel tidak menyadari bahwa jaket nya mengenai cangkir kopi milik Stevani hingga cangkir itu terguling dan kopi nya tumpah mengenai keybord programer robotic yang bertugas membedah Teresa dan Jemes, Maka bisa di pastikan tanpa perlu Stevani tekan tombol enter maka robotic pembedah sudah bergerak menjalan kan tugas nya.
Sedangkan saat itu Stevani, Angel dan Peter tidak mengetahui kejadian tersebut karena mereka bertiga berada di bengkel pembuatan kendaraan yang sedang di kerjakan oleh Peter, Dengan langkah terburu-buru Stevani dan Angel menuju ke bengkel karena merasa terkejut dengan suara yang cukup keras dan bising untuk memastikan apa yang terjadi.
" Sial sakit juga kepala ku jatuh dari jet skybord ini dan seperti nya aku salah menekan tombol nya itu tadi jadi hilang kendali jet skybord ini,"
Bergumam lah Peter sambil mencoba bangkit dari jatuh nya karena tertabrak jet skybord ciptaan nya.
" Pa ... Apa yang kamu laku kan dan suara apa itu tadi?"
Tanya Angel dengan nada dan tatapan panik melihat Peter baru bangkit dari lantai.
" Aku jatuh Ma ... Dari jet skybord ciptaan ku sendiri dan aku lupa mana tombol untuk mengerem nya jadi aku jatuh karena jet skybord nya hilang kendali,"
Jawab Peter sambil membersihkan celana dan baju nya sambil menjelaskan apa yang terjadi.
" Lalu sekarang mana jet skybord nya Tuan Giant, Mengapa aku tidak melihat nya?"
Tanya Stevani dengan tatapan sesekali melihat ke setiap sudut ruangan.
" Itu di belakang mu jet skybord nya,"
Jawab Peter sambil menunjuk ke arah belakang Stevani.
Saat itu dengan kompak tatapan Stevani dan Angel tertuju ke sebuah benda yang tidak begitu besar berwarna silver tergantung di salah satu dinding ruangan dan mengeluarkan asap karena terbakar beberapa komponen nya dan hal itu membuat Stevani dan Angel hanya mampu menggelengkan kepala melihat ulah Peter yang sedikit ceroboh dalam bertindak dan bekerja.
" Seperti nya anda harus bekerja lebih giat lagi dan menyelesaikan tugas anda dengan baik Tuan Giant,"
Ucap Stevani setelah melihat hasil ciptaan Peter meledak menabrak sebuah dinding.
" Selamat bekerja ya Pa ... Emuach."
Imbuh Angel diiringi dengan senyum simpul sambil mencium pipi kiri Peter.
" Hey ... Mengapa kalian berdua tidak mengucap kan selamat terlebih dahulu kepada ku, Apakah kah hanya aku salah pencet jadi nya tidak ada yang memberi ku ucapan selamat?"
Tanya Peter dengan tatapan dan nada penuh harap.
Namun pertanyaan Peter hanya lah di jawab dengan lambaian tangan dari Angel dan Stevani setelah mereka berdua melangkah pergi dari hadapan Peter dan berjalan menuju ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan tugas mereka masing-masing, Pasti nya saat Stevani membuka pintu ruang kerja nya cukup terkejut dengan pandangan nya sendiri.
Karena Stevani merasa cukup bingung dan panik maka saat itu Stevani menutup pintu ruang kerja nya kembali dan membalikkan tubuh nya menuju ke ruangan di mana Angel sedang merakit beberapa senjata yang akan di gunakan untuk Teresa dan Jemes, Tanpa bisa berkata-kata Stevani masuk kedalam ruang kerja di mana Angel sedang membuat teh hangat saat itu untuk mengusir rasa penat di kepala nya.
" Hay Van apakah ada masalah lagi atau suami ku membuat ulah lagi sehingga membawa mu ke ruang kerja ku?"
Tanya Angel sambil mengambil gelas yang berada di hadapan nya diiringi senyum simpul.
" Bukan masalah suami mu membuat ulah tapi masalah ...."
Jawab Stevani dengan nada gugup dan wajah mulai pucat.
" Van ... Kamu sedang baik-baik saja kan, Duduk lah dahulu baru kata kan pada ku ada masalah apa atau jangan-jangan ada perampok masuk ke ruangan ini?"
Tanya Angel yang terlihat ikut panik bahkan melebihi kepanikan Stevani.
" Bukan masalah perampok tapi ini masalah Teresa dan Jemes ... Come on Angel jangan membuat ku semakin panik dengan sikap aneh mu,"
Jawab Stevani dengan nada lemas dan lelah melihat ulah Angel yang panik saat itu.
" Apa kata mu masalah Teresa dan Jemes, Jangan kamu katakan mereka berdua meninggal bersamaan seperti saat waktu mereka akan nonton bioskop."
Ucap Angel dengan tatapan serius kepada Stevani yang masih berdiri sambil menyandarkan tubuh nya ke pintu.
Saat itu Stevani hanya mampu memejamkan mata sejenak dan berdoa bahwa yang ia lihat itu tadi hanya halusinasi diri nya saja sebab ia merasa tidak menekan tombol enter untuk mengoperasikan robotic pembedah ciptaan nya namun mengapa semua robotic pembedah ciptaan nya mampu bekerja dan menjalan kan tugas sesuai apa yang sudah di program oleh Stevani.
Lalu apa sebenar nya yang telah di lihat oleh Stevani saat membuka pintu ruang kerja nya dan apakah robotic pembedah Teresa dan Jemes bekerja dengan baik dan bagaimana hasil nya apakah Teresa dan Jemes selamat dengan memggunakan tubuh dan wajah baru mereka atau kah benar yang di katakan Angel bahwa mereka berdua telah meninggal dunia?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung uthor agar semangat nulis nya.