
Dalam hidup ini kita pasti semua mengalami yang nama nya masalah dan pasti saat masalah itu datang maka muncul lah sebuah solusi namun apakah kita pernah berfikir dari mana datang nya masalah itu dan apa strategi kita agar bisa menyikapi setiap permasalahan yang kita hadapi di setiap detik nya datang menghampiri kehidupan kita?
Sebenar nya masalah itu datang berasal dari diri kita sendiri, Mengapa demikian jawab nya benar masalah itu kita hadir kan dari keinginan kita yang sudah kita sedemikian rupa namun di saat pelaksanaan nya keinginan kita tidak terwujud maka timbul lah pergulatan dalam batin kita yang menimbulkan sebuah solusi namun solusi apa yang akan muncul dalam benak kita saat itu.
Apakah solusi itu akan menguntungkan diri kita pribadi dan menghancurkan mahkluk hidup di sekitar kita dengan timbul nya sebuah peperangan yang banyak menimbulkan korban jiwa serta traumatik atau kah solusi yang muncul adalah sebuah perdamaian yang di sertai kasih sayang serta cinta, Semua kembali kepada pribadi lepas pribadi.
Maka setrategi yang tepat untuk menyikapi semua itu adalah sebelum membuat sebuah perencanaan keinginan dan harapan dalam kehidupan kita seyogya nya kita menilik kembali seberapa kemampuan kita dan apakah kita sudah pantas mendapat kan apa yang menjadi keinginan dan harapan kita, Meski terkadang harapan dan keinginan kita cukup sederhana bagi kita namun sudah pantas kah kita mendapat kan nya.
Begitu juga kali ini yang terjadi dengan beberapa petinggi negara yang berkeinginan merubah sejarah dengan berdalih kemajuan jaman dan mempermudah kinerja manusia namun mereka tidak melihat dan memikirkan imbas dan dampak dari semua yang mereka rencana kan cukup fatal bagi mahkluk hidup yang lain hingga punah nya populasi manusia yang tergantikan dengan sistem robotic.
Mari kita ikuti perjalanan empat sekawan yang tengah berjuang mempertahankan keberadaan populasi manusia yang kini sedang terjadi dan akan berakhir kehancuran dunia bila perjuangan mereka gagal dan terkalah kan oleh sistem robotic yang sudah di produksi secara masal oleh Profesor Simon dan Stevani bertugas untuk memprogram robotic pemusnah.
Saat ini Jemes dan Teresa sedang bergegas menuju ke gedung teater terbengkalai untung mengambil disck yang tertinggal di saku jas yang di kenakan oleh Teresa, Sedangkan di sisi lain ada Peter dan Angel yang sedang melepas lelah di atas ranjang nya dan di pabrik produksi robotic milik Profesor Simon sudah ada Stevani bersama beberapa petinggi negara yang sedang menunggu hasil program robotic yang di buat oleh Stevani.
" Jems ... Apakah kamu ingat di mana tempat gedung teater terbengkalai itu?"
Tanya Teresa sambil masuk kedalam mobil dan duduk tepat di samping Jemes.
" Aku masih mengingat nya dengan baik selama endorfin dalam otak ku berjalan dengan baik,"
Jawab Jemes diiringi senyum simpul kepada Teresa yang sedang panik.
" Itu lah lelaki tidak jauh dari hal seperti itu, Mungkin otak lelaki tercipta hanya untuk hal itu,"
Ucap Teresa dengan ekspresi wajah kesal karena suami nya selalu menggoda nya.
" Apakah wanita tidak membutuhkan hal itu sayang?"
Tanya Jemes yang fokus mengemudi mobil nya.
" Semua mahkluk hidup pasti membutuhkan hal itu Jems, Hanya saja wanita lebih bisa menempat kan kondisi dan hal itu bukan lah prioritas,"
Jawab Teresa sambil menyingkirkan tangan Jemes dari paha nya.
Saat itu Jemes hanya mampu tersenyum simpul melihat ekspresi istri nya yang terlihat kesal dengan ulah kejailan Jemes yang terkadang tidak melihat kondisi namun hal itu yang membuat Teresa bahagia menikahi Jemes yang bertindak secara spontan, Sedangkan Peter dan Angel setelah menikmati makanan nya mereka berdua pun berniat untuk beristirahat sejenak.
" Pa ... Apakah kamu sudah merasa kenyang?"
Tanya Angel sambil meletak kan piring di wastafel.
" Kenyang Ma ... Tapi aku kedinginan, Apakah kamu bisa membantu ku agar hangat sayang?"
Jawab Peter sambil memeluk istri nya dari belakang dan mencium lembut leher jenjang istri nya.
" Sayang kamu membuat ku merasa geli ...."
Ucap Angel sambil memegang lengan Peter yang memeluk tubuh nya dari belakang.
" Mari kita merileks kan tubuh kita di ranjang sayang emuach ...."
Jawab Peter sambil menggendong tubuh Angel berjalan menuju kamar tidur mereka berdua.
Maka tanpa menunggu waktu lama dan tanpa komado segeralah mereka berdua melakukan rileksasi dan terjadi lah sesuatu yang di inginkan oleh mereka berdua saat itu, Sedangkan Stevani sedang memutar otak bagaimana cara nya lepas dari mereka semua sedangkan saat ini posisi Stevani sedang di kelilingi anggota petinggi negara yang menodongkan sejata laras panjang ke arah Stevani duduk.
" Gadis cantik apakah masih lama tugas mu selesai nya?"
Tanya Tuan George sambil mendekatkan wajah nya ke telinga Stevani.
" Jaga sikap mu tua bangka, Apakah kamu sudah tidak mampu menahan hasrat mu untuk menyaksikan kehancuran bumi?"
Bentak Stevani sambil menjauhkan wajah nya dari Tuan George.
" Tenang lah macan betina kami akan membuat mu bahagia bila kamu mengikuti perintah kami,"
Ucap Tuan Remon sambil mengelus rambut Stevani yang terurai sebahu.
" Hahahahaha ... Kalian jangan membuat gadis kecil itu semakin takut, Lebih baik kita melihat hasil produksi robotic di bawah."
Saat itu juga ketiga petinggi negara tersebut meninggalkan ruangan programer dan berjalan menuju tempat produksi robotic bersama beberapa anak buah nya yang membawa senapan laras panjang untuk melindungi ketiga petinggi negara tersebut, Sedangkan saat itu Stevani hanya di jaga oleh satu orang anak buah Tuan Remon dan pasti nya hal itu akan di manfaat kan oleh Stevani agar bisa lolos dari cengkeraman mereka.
" Hai lelaki tampan apakah diri mu sudah menikah?"
Tanya Stevani sambil diiringi senyum menggoda lelaki penjaga yang sedang memegang laras panjang.
" Apa urusan mu menanyakan hal itu kepada ku atau kamu membutuhkan kehangatan dari ku?"
Jawab penjaga itu diiringi senyum licik.
" Bersenang-senang lah dengan ku sebentar agar otak ku bisa kembali rileks, Lihat lah layar komputer itu berjalan sangat lamban dan masih harus menunggu 85% lagi,"
Ucap Stevani sambil bangkit dari duduk nya berjalan mendekati penjaga.
" Jangan mendekat aku bisa menghabisi mu bila kamu bertindak ceroboh gadis cantik,"
Ancap penjaga yang dengan sigap menodongkan laras panjang nya ke arah Stevani.
" Tenang lah lelaki tampan aku akan menyenangkan mu dan tidak akan melawan mu,"
Jawab Stevani dengan nada manja mendekati penjaga.
Maka tanpa butuh waktu lama penjaga muda itu mampu di tahlukkan oleh Stevani dan tanpa butuh waktu lama juga Stevani mampu merubah posisi saat ini ia lah yang memegang senjata laras panjang dan siap menarik pelatuk laras panjang tanpa membuang waktu Stevani pun menghabisi penjaga muda tersebut dengan mudah nya dan tanpa lupa Stevani segera mengaktifkan pemrograman yang awal nya di skip oleh nya kini berjalan kembali dengan cepat.
Segeralah Stevani meninggalkan ruangan programer sambil membawa senapan laras panjang untuk berjaga-jaga dan Stevani sudah memprediksi saat diri nya tiba di halaman rumah nya maka robotic pemusnah itu akan bergerak aktif secara bersamaan dan akan mengantar kan ketiga petinggi negara tersebut ke neraka bekunpul dengan Ayah nya.
Aku harus segera memanfaatkan kesempatan ini sebab programer robotic pemusnah 5 menit lagi akan selesai maka bisa di pastikan semua robotic pemusnah itu akan bekerja maka mereka bertiga lah pertama kali yang akan menjadi santapan bagi robotic pemusnah itu dan aku harus segera menemui Teresa dan Angel untuk mengambil disck program pembersi sistem yang baru saja ku ciptakan bila tidak maka bumi ini akan hancur.
Bergumam lah dalam hati Stevani sambil terus berlari melewati lorong-lorong bawah tanah untuk bisa mencapai taman di depan rumah nya, Sedangkan Teresa dan Jemes telah tiba di gedung teater yang sudah terbengkalai maka segeralah Teresa turun dari mobil dan berlari masuk kedalam gedung teater terbengkalai tersebut untuk mengambil disck.
Dan benar saja setiba nya Stevani di taman depan rumah nya terdengar desingan peluru dari dalam pabrik produksi robotic pemusnah ciptaan Profesor Simon dan Stevani sangat yakin mereka semua pasti mati dalam waktu yang cukup singkat saat ini, Diiringi senyum sadis Stevani memacu motor sport milik nya yang berada di teras rumah nya segera menuju ke kediaman Teresa dan Angel.
Mengapa ini disck nya bisa ada dua ya, Bukan kah waktu itu yang aku ambil hanya satu lalu satu lagi siapa yang meletakkan nya apakah disck juga bisa berkembang biak tapi disck ini kan benda mati, Oh my God jamah otak ku agar kembali pada letak nya, Ini pasti karena ulah suami ku yang selalu meminta ku karaoke di kamar mandi di bawah guyuran shower.
Bergumam lah dalam hati Teresa sambil segera berjalan keluar dari ruangan kostum di gedung teater terbengkalai dan segera menghampiri Jemes yang terlihat sedang mengamati langit yang terlihat tertutup awan sambil menikmati segelas kopi hitam.
" Jems ... Dari mana kamu dapat kan kopi itu dan sedang mengamati apa diri mu?"
Tanya Teresa yang sudah berdiri di belakang Jemes.
" Beli di kedai kopi itu dan aku sedang mengamati awan hitam itu sayang, Coba kamu perhatikan,"
Jawab Jemes sambil menujuk kearah awan yang berwarna abu-abu tua.
" Ada apa dengan awan itu Jems, Bagi kopi mu Jems udara cukup dingin di sini,"
Tanya Teresa sambil meminta kopi milik Jemes.
" Seperti nya awan itu bukan hanya kumpulan asap biasa atau dari sekedar polusi namun dari hasil sebuah zat atom yang terpecah dan menyebar melalui udara dan memadat menjadi awan abu-abu pekat itu sayang,"
Jawab Jemes sambil masih memandang ke arah awan abu-abu pekat yang berarak-arakan di langit.
" Mungkin pendapat mu benar tapi aku kurang yakin sebab aku sangat tahu nilai fisika dan kimia mu jauh di bawah ku Jems, Jadi lebih baik sekarang kita pulang sebelum aku beku di sini."
Ucap Teresa sambil masuk kedalam mobil diikuti oleh Jemes.
Maka mereka berdua pun segera meluncur menuju kediaman mereka dan ingin segera menghangatkan tubuh mereka berdua di depan perapian sebab saat itu cuaca tidak bersahabat sama sekali, Sedangkan Stevani terus memacu motor sport nya menuju kediaman Teresa untuk membicarakan setrategi untuk menghentikan robotic pemusnah sebelum mampu keluar dari pabrik dan memusnahkan manusia.
Lalu apakah ketiga petinggi negara tersebut meninggal semua saat berhadapan dengan robotic pemusnah yang sudah di program oleh Stevani atau salah satu dari mereka ternyata masih mampu menyelamatkan diri dan akan melanjut kan misi nya untuk memusnahkan populasi manusia dan di gantikan oleh robotic, Lalu mampukah Stevani, Teresa, Angel, Jemes dan Peter menghentikan sistem robotic pemusnah tersebut?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.