
Seorang wanita cantik tengah mengobati Dean diatas rerumputan, lebih tepatnya ia menyerap kembali racun yang ia berikan pada tubuh Dean.
"Ughhhh...." erang Dean.
"Apa yang kau lakukan ?! Kenapa Dean terlihat kesakitan ?." tanya Eldrian pada gadis itu.
"Tenanglah Tuan, aku tak akan menyakitinya lagi, sebentar lagi dia akan benar-benar pulih." jawab gadis itu.
Eldrian pun mencoba percaya dengan yang diucapkan oleh gadis itu.
Tak berapa lama Dean memang benar-benar pulih, sedangkan gadis tadi memuntahkan darah dari mulutnya.
Luka yang ia dapat sebelumnya cukup parah, ditambah lagi ia juga diserang oleh Eldrian tadi.
"Apa kau baik-baik saja ?." tanya Eldrian pada gadis itu.
"Aku tak apa-apa Tuan, kumohon ampuni aku." mohon gadis itu.
"Dean cepat obati iblis wanita ini, lagipula ia juga sudah menyembuhkanmu." ucap Eldrian.
Dean pun mengangguk, walaupun telah menyakitinya namun gadis itu juga menyelamatkan nyawanya.
Dean pun merapal sebuah mantra dan mengarahkan tangannya pada bahu iblis itu.
Gadis itu kini tersenyum senang karena luka yang ia dapat sebelumnya sudah sembuh.
"Nona lukamu itu cukup parah, meskipun kau baik-baik saja sekarang tetap saja kau harus banyak beristirahat dan jangan sampai terluka lagi." jelas Dean.
Eldrian sendiri meminta maaf pada iblis serigala itu karena telah membuatnya makin terluka.
"Hera, namaku Hera." ucap wanita itu dengan sebuah senyuman yang kembali terukir dibibirnya.
"Dean."
"Eldrian."
Sebelumnya Hera tak begitu memperhatikan dengan jelas pakaian yang dikenakan oleh Eldrian dan juga Dean.
"K-kalian murid akademi Philia ? Kalian pembasmi iblis ?!." ucap wanita bernama Hera itu.
Kini ia kembali ketakutan setelah mengetahui bahwa Eldrian dan juga Dean berasal dari akademi Philia.
"Tenanglah, kami tak akan menyakitimu." ucap Eldrian.
Hera terus berjalan mundur, ia masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Eldrian.
Bagaimana mungkin mereka tak akan membunuh dirinya ? Mereka berdua adalah murid dari akademi Philia, mereka akan menjadi penyihir dan ksatria pembasmi iblis.
Apalagi ia melihat dengan kedua matanya sendiri kehebatan Eldrian.
"Jangan sakiti aku." ucap Hera dengan suara bergetar.
"Kami benar-benar tak akan menyakitimu Nona Hera." ucap Dean.
Eldrian pun berusaha meyakinkan Hera kalau mereka tak akan menyakitinya.
Setelah berusaha cukup lama pada akhirnya pun Hera mempercayai ucapan mereka berdua.
"B-bagaimana bisa kalian..." belum selesai Hera menyelesaikan ucapannya, Eldrian pun langsung menyelanya.
"Nona Hera bagaimana bisa kau terluka dan sampai ke wilayah akademi Philia ?." tanya Eldrian.
Hera pun menjadi sedih mendengar pertanyaan Eldrian, ia menunduk kepalanya, tak lama ia menangai dihadapan kedua pria itu.
"Huwaaaaa.....hikss....hikss" isaknya.
"Jangan menangis, bagaimana bisa aku dan Dean tahu kalau kau menangis seperti itu." ucap Eldrian.
Eldrian pun mengeluarkan sapu tangan dari dalam kantong bajunya.
Ia menyeka air mata Hera, "Tenanglah."
Hera pun akhirnya tenang, ia menceritakan pada Eldrian dan juga Dean apa yang membuat ia terluka padahal ia bukanlah iblis dengan level rendah.
"Kalian adalah murid akademi Philia pasti tahu bukan kalau seorang iblis bisa menaikkan levelnya dengan membunuh sesamanya atau membunuh manusia ? 3 hari lalu aku sedang berburu iblis di hutan Cinda sayangnya aku tak mendapat banyak buruan. Tapi tiba-tiba saja aku mencium aroma kedatangan manusia, tentu saja kan pasti aku tertarik padanya ?."ucap Hera.
"Saat aku hampir mendekati buruaku itu, ada seorang pria menyerangku, aku tak pernah melihat manusia dengan kekuatan seluar biasa itu. Kekuatannya tak bisa dibandingkan denganku, aku kabur dengan sekuat tenaga, sepertinya gadis itu juga kelemahannya, jadi dia melepaskanku karena aku menyerang gadis itu dengan aura jahat." jelas Hera.
"Kalau begitu bagaimana kau bisa sampai kesini ? Hutan Cinda dan akademi Philia sangat jauh." tanya Dean yang penasaran.
Dean terlihat masih bertanya-tanya, mengapa pria hebat itu berhenti mengejar dirinya.
"Dia pasti berhenti mengejar Hera karena tahu ini adalah daerah akademi Philia, dia pasti berpikir kita pasti akan membunuhnya." ucap Eldrian.
"Benar juga yang kau katakan El." ucap Dean.
Eldrian pun diam, ia memikirkan ucapan Hera, manusia dengan kekuatan luar biasa ?.
Apa dia adalah salah satu siswa dari akademi lain yang akan berpartisipasi di perjamuan suci nanti ?.
"Tuan!!!." teriak Halyna yang berdiri tak jauh dari mereka.
Halyna berlari dengan cepat ke tempat mereka bertiga.
Dipandanginya Hera dengan tajam, ia juga mendesis didepannya.
"Tenanglah Halyna, dia adalah teman baru kita." ucap Dean.
"Benarkah Tuan ?." tanya Halyna dengan memandang Eldrian.
Eldrian pun tersenyum dan juga mengangguk.
"Kemarilah Halyna." ucap Dean lalu menarik Halyna agar berdiri disampingnya.
"Apa iblis ini teman kalian ?." tanya Hera dengan memandangi Halyna balik.
"Aku adalah pelayan Tuan Eldrian." jawab Halyna dengan nada ketus.
Hera pun tersenyum, iblis didepannya ini sangatlah berani.
"Tuan aku sudah siap, kapan kita akan berangkat ke akademi Elvern ?." tanya Halyna dengan sangat bersemangat.
Dean pun terkekeh kecil mendengarnya, baginya Halyna sangatlah menggemaskan.
"Kita akan berangkat besok, bersabarlah sebentar." ucap Eldrian.
"Kalian akan pergi untuk perjamuan suci ?." tanya Hera.
"Benar." jawab Eldrian.
"Berhati-hatilah, lelaki yang menyerangku sangatlah hebat." ucap Hera.
"Tak ada yang lebih hebat dari Tuanku." ucap Halyna.
Hera lagi-lagi tersenyum mendengar jawaban Halyna.
Tak lama Eldrian pun berpamitan pada Hera, tugasnya untuk membantu Hera sudah selesai.
"Hera..kami bertiga akan pergi dulu, jaga dirimu baik-baik." ucap Eldrian.
"Sampai jumpa Hera, nah...ayo Halyna kita bersenang-senang." ucap Dean lalu menarik Halyna.
"T-tapi Tuan...." teriak Halyna yang tengah ditarik oleh Dean.
Eldrian hanya tersenyum melihatnya, ia pun berjalan mengikuti mereka berdua yang yang tengah berlari dengan cukup kencang.
"Eldrian." panggil Hera.
Eldrian pun membalikkan badannya, ia memandang Hera yang baru saja memanggilnya.
"Terima kasih, aku adalah iblis yang tahu balas budi dan selalu menepati janjiku, kau telah mengampuni dan menyelamatkanku." ucap Hera.
"Lalu ?." tanya Eldrian.
"Apakah aku boleh mengikuti kalian ke perjamuan suci ? Aku tak akan membuat masalah, aku akan melindungimu dan juga Dean." ucap Hera.
Eldrian pun tersenyum, "Tak perlu, aku dan Dean menolongmu tak berharap balasan apapun."
"T-tapi aku harus menepati janjiku." ucap Hera.
"Kalau begitu berjanjilah padaku kau akan semakin kuat Hera, jangan membunuh manusia dan iblis yang tak bersalah." ucap Eldrian.
Eldrian pun pergi meninggalkan Hera yang terdiam.
"Kau sangat menawan Eldrian, pantas saja iblia kecil itu sangat kagum padamu ." gumam Hera yang masih takjub dengan Eldrian.