The Demon Swordsman

The Demon Swordsman
BAB 1



5000 tahun lalu.


Genangan darah ada dimana-mana bak sungai yang meluap, jeritan dan tangisan pilu pun tak henti-hentinya terdengar.


Tak peduli wanita, pria, orang tua ataupun anak-anak mereka saling membunuh satu sama lain untuk melindungi diri.


"Kalian semua makhluk hina akan mati disini!."


"Makhluk hina ? Kalianlah yang hina wahai manusia, kaumku tak melakukan apapun tapi kalian yang menyerang dan membunuh kami duluan. Lihatlah dengan matamu sendiri teman ataupun saudaramu akan mati dengan mengenaskan di tangan kami para iblis!."


Iblis-iblis yang awalnya berwujud seperti manusia normal pun kini merubah bentuknya menjadi wujud yang sangat mengerikan.


Hanya ada beberapa saja yang memiliki bentuk cukup indah, mereka bersayap emas yang sangat menyilaukan dan masih memiliki tubuh layaknya manusia.


Wushhh....


Sekali kibasan sayap iblis itu sudah membuat puluhan manusia terjatuh.


"Hahaha...lihat betapa lemahnya kalian." ucap iblis dengan sayap emas itu.


Para manusia itupun kembali bersorak, meskipun terjatuh dan terluka, semangat mereka untuk membantai kaum iblis tidaklah hilang.


"Hei makhluk hina sekuat apapun kau dan kaum mu itu kami tak akan kalah dan menyerah, hari ini akan kupastikan kaum iblis musnah!." teriak seorang manusia.


"Hahaha....kau memang sangat berani manusia, sayangnya kau lah yang akan mati duluan daripada kaumku!." ucap iblis bersayap emas.


Dengan sigap iblis itu meluncur dan mengangkat manusia ke langit. Ia mencengkram leher manusia itu dengan sangat kuat.


"Memohonlah padaku, maka aku akan memastikan kematianmu tak akan menyakitkan." ucap iblis itu.


"Rajaku untuk apa kau membiarkan manusia itu memohon ? Dia telah membunuh putraku yang masih bayi!." ucap seorang wanita yang berada dibawah.


"A-aku tak akan pernah memohon pada i-iblis sepertimu." ucap manusia itu.


"Kau!." teriak iblis yang dipanggil raja itu.


Raja iblis itu semakin menguatkan cengkramannya, dilihatnya manusia itu meronta-ronta berusaha melepaskan cengkramannya.


Wushhhh.....


Sebuah pedang hampir saja mengenai leher si raja iblis, ketika raja iblis menghindari serangan itu ia melepaskan cengkramannya pada manusia itu.


Para manusia pun bersorak ketika tahu siapa yang menyerang si raja iblis.


"Jace...akhirnya kau muncul juga." ucap si raja iblis.


"Ian, kau memang benar-benar terkutuk, beraninya kau menyerang kaumku!." ucap Jace.


Raja iblis pun tertawa dengan sangat keras, beraninya manusia yang selama ini ia anggap sahabat berkata seperti itu.


"Hahahaha....kaulah yang terkutuk Jace, kaulah yang mengkhianati ku dan juga kaumku. Dan hari ini aku akan membalasnya!." teriak Ian si raja iblis.


Raja iblis pun melancarkan serangannya, begitu juga dengan kaumnya.


"Sampai kapanpun aku tak akan membiarkan iblis dengan sifat jahat seperti kalian menguasai dunia ini!." teriak Jace.


Ian dan Jace pun saling menyerang satu sama lain, sayangnya Ian sedikit lebih unggul daripada Jace.


"Sebaiknya kau menyerah dan memohon ampun Jace." ucap Ian.


Namun Jace menolak, bagi Jace seorang iblis pastinya lah jahat meskipun Ian memperlakukan Jace dengan tulus sebagai sahabatnya.


Jace pun menyerang Ian dengan pedangnya.


"Kau tahu Jace serangan pedang dan juga sihirmu bukanlah apa-apa bagiku." ucap Ian.


"Kita lihat saja nanti Ian." jawab Jace dengan percaya diri.


Pertempuran pun sudah berlangsung cukup lama, baik para iblis ataupun manusia sudah kelelahan.


Apalagi para manusia juga ahli dalam berpedang dan juga sihir.


"Apa kau tetap tak ingin berhenti Jace ?." tanya Ian.


"Sampai kapanpun aku tak akan berhenti sebelum kalian musnah!." jawab Jace.


Jace pun mengeluarkan sebuah lonceng dari sakunya, ia memanggil ke-6 bawahannya yang masih bugar.


"Cepat bentuk formasi." teriak Jace.


4 orang bawahannya pun segera membentuk formasi dengan Jace yang berdiri ditengah-tengah formasi itu.


Sedangkan 2 lainnya berusaha menahan serangan dari Ian.


"Hahahaha....formasi pemanggil hujan ?! Untuk apa kau memanggil hujan Jace ? Konyol sekali!." ejek Ian.


"Jangan pernah menyesal sudah berucap seperti itu Ian." jawab Jace.


Jace dan para bawahannya itu pun merapalkan sebuah mantra.


Jace pun melemparkan loncengnya keatas dan lonceng itu tiba-tiba saja membesar dan berdenting.


Ting....ting...ting


Tak lama turunlah hujan yang cukup deras, formasi yang Jace lakukan pun berhasil, namun mereka sama sekali tak pergi meninggalkan posisi itu.


"Formasi pemanggil hujanmu telah berakhir Jace, apalagi yang akan kau lakukan ? Apa setelah semua manusia ini mati baru kau akan menghadapiku ?." tanya Ian dengan nada mengejek.


Jace tak menghiraukan ucapan Ian, ia hanya tersenyum dan membentuk formasi baru, kini salah satu bawahannya yang menyerang Ian ikut andil dalam formasi baru.


Dari gerakan dan juga mantra yang mereka ucapkan Ian sudah paham kalau itu adalah formasi pengorbanan.


"Jace apa kau sudah gila ? Kau akan mengorbankan para manusia itu hanya untuk keegoisanmu saja ?." tanya Ian.


"Mungkin benar kalau aku membuat manusia-manusia itu mati karena melawan klan iblis. Tapi lihatlah Ian, pengorbanan ratusan manusia itu akan membuat ribuan bahkan jutaan iblis disini mati." ucap Jace.


Jace pun berterbangan kesana kemari setelah itu ia kembali pada posisi formasinya di langit.


Jace merentangkan tangannya lebar-lebar sambil merapalkan mantra. Para bawahannya pun melemparkan sebuah botol kecil kepada Jace.


Penutup dari botol itu pun terbuka dengan sendirinya. Tak lama sebuah cairan berwarna merah pun muncul dari berbagai sisi dan juga botol itu.


"Jace! Kau benar-benar mengkhianatiku dan persahabatan kita!." teriak Ian.


"Dengan darah naga emas, darahmu, darahku dan juga pengorbanan yang kulakukan, kau dan kaummu akan benar-benar musnah Ian!." teriak Jace.


Dan benar saja kini pun telah terjadi hujan darah, para iblis-iblis dibawah mengerang kesakitan lalu mati begitu saja.


Ian sendiri juga kesakitan, tanpa diketahui oleh Jace ia menggunakan sisa-sisa kekuatan yang masih ia miliki untuk melindungi orang yang ia cintai dan juga beberapa iblis kecil yang ia sembunyikan.


Ketika Ian sudah benar-benar lemah Jace langsung saja menyerang Ian dan menusuk jantungnya.


"Jace, kau benar-benar manusia terkutuk." ucap Ian sebelum kematiannya.


Para manusia pun bersorak setelah kekalahan dan musnahnya kaum iblis.


Mereka memuji betapa hebatnya Jace yang telah memusnahkan raja iblis dan membalaskan dendam mereka.


"Hidup Jace!!!!."


Setelah kematian para iblis Jace pun mengambil inti iblis mereka dan membuatnya menjadi sebuah pedang.


Saat Jace akan diangkat menjadi raja ia segera menolaknya karena tak ingin terbawa dengan kenikmatan duniawi.


Sejak saat itu Jace pergi mengasingkan diri meninggalkan keluarga, teman dan juga rakyat yang berharap padanya.


Sekian tahun berlalu Jace tak pernah menunjukkan dirinya, entah ia masih hidup atau mati tetaplah bagi para manusia ia adalah seorang pahlawan.