The Demon Swordsman

The Demon Swordsman
BAB 11



Pagi hari...


"Guru, apakah aku boleh pergi dengan sihirku ? Aku ingin segera sampai ke kota Castenio." ijin Eldrian yang tengah menghadap pada Seanna.


Seanna pun tersenyum mendengarnya, "Bukankah kau bilang kau akan menjagaku Eldrian ?."


Eldrian pun langsung terdiam begitu mendengarnya, ia memanglah mengatakan hal itu kemarin.


"Kau melakukan ini untuk Halyna ?." tanya Seanna.


"Aku tak bisa menutupinya dari guru lagi, Halyna memang sangat ingin berkeliling disana guru." ucap Eldrian.


"Aku melarangmu El, kita semua harus berangkat bersama-sama, walaupun kau sangat kuat tetaplah kita harus berjaga-jaga." ucap Seanna.


"Baiklah kalau begitu guru." ucap Eldrian.


Ia pun langsung berpamitan untuk pergi meninggalkan tenda Seanna.


"El...setelah sampai di perbatasan, kita akan pergi dengan portal sihir, jadi bersabarlah." ucap Seanna.


"Terima kasih guru."


Rombongan akademi Elvern pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Ditemani dengan semilir angin dan daun-daun yang berguguran mereka saling bergurau.


Namun tiba-tiba saja Eldrian dan juga Seanna merasakan sebuah keanehan.


"Aku sudah melihat pohon ini berkali-kali." batin Eldrian.


Eldrian melihat teman-temannya yang lain tapi sepertinya mereka tak sadar dengan apa yang terjadi.


Eldrian pun merapal sebuah mantra agar bisa bertelepati dengan Seanna.


"Guru.."


"Apa kau sadar dengan keadaan sekarang El ?." tanya Seanna.


"Ya guru, aku tak terpengaruh dengan sihir mereka."


"Baguslah, jangan sampai konsentrasimu terpecah, aku akan mencoba memecahkan ilusi ini." ucap Seanna.


Rombongan akademi Elvern memang sedang terjebak dalam sebuah sihir ilusi.


Seanna pun menghentikan semua rombongan, meskipun berhenti mereka tetap bergurau satu sama lain.


"Jaga mereka sebentar El." ucap Seanna.


Ilusi yang diciptakan membuat mereka tak dan juga membuat rombongan akademi Elvern mengelilingi tempat yang sama.


Eldrian pun mengamati sekelilingnya.


"Mereka pasti membutuhkan banyak mana untuk membuat ilusi sebesar ini, sangat hebat..." batin Eldrian.


"Iblis kecil sepertimu beraninya membuat perjalananku tertunda." teriak Seanna.


"Keluarlah pengecut!" teriak Seanna lagi.


Tiba-tiba saja muncul seorang iblis wanita dihadapan mereka, ia berpenampilan sangat aneh.


"Iblis dengan level tinggi ? Bagaimana bisa ada iblis dengan tingkatan seperti ini di dekat desa ?." batin Eldrian.


Iblis wanita itu terus-menerus memperhatikan Eldrian, ia menyeringai dan menunjukkan gigi-gigi tajamnya.


"Pria muda memang sangat menggairahkan, sayangnya kenapa hanya ada 1 saja yang beraroma lezat sepertimu." ucap iblis wanita itu.


"Berani sekali kau berkata seperti itu soal muridku, apa kau sudah tak ingin hidup lagi ?." tanya Seanna.


"Hei wanita tua diamlah! Kau ini terus saja mengoceh daritadi." balas iblis wanita itu.


Tiba-tiba saja iblis itu terbang ke arah Seanna dan berusaha menyerangnya, namun Seanna hanya diam saja dan tak berusaha menghindar.


Klangg....


Eldrian dengan sigap melindungi Seanna dan membuat iblis itu terpukul mundur.


"Mengapa kau menyerangku pria tampan ? Biarkan aku membunuh wanita cerewet itu maka aku akan membiarkanmu hidup dan kita bisa bersama." ucap iblis wanita itu.


"Lancang sekali kau berkata seperti itu soal guruku!." teriak Eldrian.


Seanna pun membuka mulutnya, ia akhirnya ingat siapa iblis didepannya itu.


"Sepertinya kau adalah iblis yang sempat mengganggu desa disekitar sini, pintar sekali kau bersembunyi." ucap Seanna.


Tatapan Eldrian pun menjadi sangat tajam pada iblis itu. Ia mengeluarkan pedangnya dan meluncur menyerang iblis itu dengan cepat.


Klangg...klangg


"Karena kau adalah iblis yang mengganggu manusia maka aku harus memusnahkanmu." ucap Eldrian.


Ia sudah bersiap-siap untuk memusnahkan iblis itu dengan pedang ditangannya.


"Kalau kau membunuhku maka teman-temanmu ini akan berada dalam bahaya." ancamnya.


Seanna pun tertawa kencang begitu mendengar ucapan iblis itu.


"Apa kau tak tahu siapa yang kau ancam iblis tengik ?." tanya Seanna.


"Tentu saja aku tahu, kalian adalah ksatria dan juga penyihir bukan ? Pasti kalian akan pergi untuk menghadiri perjamuan suci."


"Kalau kalian membunuhku kalian semua tak akan bisa hadir bukan ?." ucap iblis itu dengan sangat percaya diri.


Eldrian pun tersenyum mendengarnya, "Apa kau meremehkan kekuatan guruku ?."


"Dia memanglah sangat lemah, kalau tidak mengapa kau repot-repot melindunginya sayang ?." ucap iblis wanita itu.


"Banyak omong!"


"Cepat habisi dia Eldrian!." teriak Seanna.


Eldrian pun menyerang iblis wanita itu dengan pedangnya.


Klangg....klangg


"Rupanya kau cukup hebat juga sayang." puji iblis itu.


Iblis wanita itu pun menjadi lebih tertarik lagi pada Eldrian, "Bersenang-senanglah denganku."


Mereka berdua pun kembali bertarung, namun tentu saja dapat ditebak bahwa pemenangnya adalah Eldrian.


"Ughhh" rintih iblis wanita itu.


Ia sudah kalah dan terpojok karena kekuatan Eldrian.


Namun dimatanya masih tak terdapat tanda-tanda penyesalan sama sekali.


Ia pun mengelabui Eldrian dengan menyerang Seanna. Begitu konsentrasi Eldrian terpecahkan, ia langsung melancarkan aksinya.


"Mengapa lelaki ini tak punya memori berharga sama sekali ? Semua yang ada dalam otaknya hanya berlatih dan akademinya, jangan bilang memori masa lalunya disegel ?." batin iblis wanita itu.


Saat ingin mengorek lebih dalam memori Eldrian tiba-tiba saja semua yang ia lihat menjadi gelap.


"Akhhh." pekik iblis wanita itu.


Sihirnya tiba-tiba saja terpecahkan, bahkan ilusi yang ia buat juga berhasil dijebol.


"Rupanya kau memang sangatlah lancang iblis tengik!." ucap Seanna.


Semua yang ada disitu terkecuali Seanna menjadi sangat kebingungan.


"Sebenarnya apa yang terjadi ?."


"Mengapa ada wanita yang terluka didepan kita ?."


"Dia iblis, levelnya bahkan sangat tinggi."


"Apa Eldrian mengalahkannya ?."


Eldrian tentunya kebingungan, dalam sekejap pandangannya menjadi gelap namun tiba-tiba saja ia bisa melihat semuanya dengan jelas.


Bahkan iblis wanita itu kini sudah berbaring diatas tanah, ia nampak kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Sebenarnya kau ini siapa ?." tanya iblis wanita itu sambil memandang Eldrian.


"Guru, sebenarnya apa yang baru saja terjadi ? Bukankah tadi ia berniat menyerangmu dan...."


"Kau sudah menjatuhkannya Eldrian, aku akan mengirim dan memenjarakannya untuk sementara waktu." ucap Seanna.


Mulut Seanna pun berkomat-kamit merapal sebuah mantra, iblis wanita itu pun tiba-tiba saja menghilang.


"Bukankah seharusnya kita memusnahkan dia guru ? Dia iblis yang suka mengganggu manusia." ucap Eldrian.


Seanna pun menggeleng, ia masih harus menginterogasi iblis itu.


"Aku akan memberi dia hukuman terlebih dahulu Eldrian, setelah itu aku akan memusnahkannya sendiri." ucap Seanna.


Rombongan lainnya pun bertanya-tanya apa yang sebenernya terjadi.


"Walaupun aku membiarkan kalian bersenang-senang sesaat tapi tetaplah fokus, bagaimana bisa kalian semua masuk kedalam ilusi iblis itu ? Kalian adalah murid dari akademi Elvern yang membanggakan, kalau sampai ini tersebar keluar mereka akan menganggap remeh kita!."


"Berterima kasihlah pada Eldrian, kalau bukan karena bantuannya kalian semua pasti masih terjebak!." teriak Seanna.