
"Itu adalah hadiah karena sudah menyelamatkanku." Kata Lisa tersipu. Saat hendak membalas perkataan Lisa, Tian Long mendengar sebuah suara. "Dewa ini melihat sudah banyak manusia yang mencapai level 100. Dan dapat membunuh mayat hidup dengan mudah. Jika begitu dewa ini akan menghilangkan mayat hidup dan menggantinya dengan goblin."
Setelah suara menghilang Adam melihat kemunculan mahluk hijau setinggi 2 meter yang memegang pedang. "Apa goblin memang setinggi ini." kata Tian Long melihat Goblin yang berlari ke arahnya.
"Lisa berapa levelmu saat ini." tanya Tian Long. "95." Balas Lisa. "Aku akan membantumu mencapai level 100." Kata Tian Long kemudian memunculkan pedang bewarna orange di tangannya. "Slash." "Slash." Tian Long memotong kedua lengan dan kaki goblin.
"Baiklah, bunuh dia." kata Tian Long melihat Lisa. "Fire ball." Teriak Lisa kemudian bola api sebesar bola basket muncul dan melesat ke arah goblin. "Boom!!." Tian Long melihat goblin mati terkena ledakan bola api.
"Aku mendapatkan 100 exp dan level up." Kata Lisa dengan senang. "Kalian berdua level berapa." Tanya Tian Long. "Aku level 97." Balas Liam. "Aku level 96." Balas Lucas. "Aku akan membantu kalian bertiga mencapai level 100." Kata Tian Long berjalan keluar. Liam dan Lucas saling melihat kemudian tersenyum.
"Wusshh." Tian Long menangkap sebuah panah yang melesat ke arahnya. Tian Long melihat ke arah panah berasal dan melihat goblin yang memegang sebuah busur. 'Grrr." Melihat Tian Long dapat menangkap panahnya goblin melarikan diri. "Menarik. Tidak seperti mayat hidup yang tidak mempunyai akal. Goblin mempunyai akal dan akan melarikan diri jika tidak berhasil melukai musuhnya."
Sebuah busur bewarna orange muncul di tangan kiri Tian Long. "Tian Long membidik goblin kemudian melepaskan anak panah yang terbuat dari ki. "Wuussh." "Busshh." Kepala goblin meledak akibat terkena panah ki Tian Long. "Kuat." Kata Lisa melihat Tian Long.
"Tian Long, apa kamu mengambil job archer." Tanya Lisa. "Tidak, aku membuat busur ini dari ki. Aku bisa membuat berbagai senjata dari ki." Kata Tian Long kemudian busur berubah menjadi pedang, pisau, tombak dan kapak.
"Wahh, kemampuanmu sangat hebat Tian Long." Lisa kagum. "Apa ki adalah skillmu." Tanya Lisa. "Ki bukanlah skill. Ki sama dengan mana adalah energi special di dalam tubuh." Balas Tian Long.
Melihat Lisa dan kedua adiknya bingung Tian Long berkata. "Bukankah di status kalian ada Ki atau mana." "Ehh, di statusku hanya ada mana." Balas Lisa. "Benar, tidak ada ki di status kami." Balas Liam.
Tian Long terkejut mendengar Lisa dan kedua adiknya tidak memiliki ki. "Sepertinya diriku berbeda dengan yang lain. Apa karena tubuh ini berasal dari dunia game." "Baiklah, ayo kita cari goblin." "Baik." Balas Lisa, dan kedua adiknya.
"Benar, berapa usiamu Tian Long." tanya Lisa. "20 Tahun." balas Tian Long. "Ahh, aku berusia 25 tahun. kamu 5 tahun lebih muda dariku." "Adiku Liam berusia 23 dan Lucas 21 tahun. kamu lebih mudah dari kami bertiga." Kata Lisa. "Umur hanyalah angka." Balas Tian Long. Lisa, Liam dan Lucas terdiam mendengar kata Tian Long.
30 menit kemudian Tian Long melihat Lisa telah mencapai level 100. "Terimakasih Tian Long. karena sudah membantu kami mencapai level 100." Lisa tersenyum. "Tidak masalah. karena kalian sudah mencapai 100 dan mendapatkan skill baru maka aku akan pergi." balas Tian Long.
"Ahh, kamu mau pergi kemana Tian Long." tanya Lisa. "Aku akan berkeliling kota J dan membunuh semua goblin yang aku temui." Balas Tian Long. "Sebelum kamu pergi bisakah kita saling berteman." Lisa melihat Tian Long.
"Baiklah." Tian Long kemudian menambahkan Lisa, Liam dan Lucas ke dalam daftar pertemanan. "Level 201." Lisa, Liam dan Lucas terkejut melihat level Tian Long. "Selama kalian masih berada di kota J dan mendapat masalah. kalian bisa menghubungi aku." kata Tian Long melihat Lisa dan kedua adiknya.
Keesokan harinya di atas sebuah gedung seorang pria berambut putih dengan tinggi badan 180 cm sedang menatap ke bawah. "Goblin tidak ada habisnya. Seperti aku telah membunuh 1 goblin, kemudian 1 goblin muncul di tempat lain." gumam Tian Long.
"Apa yang di inginkan suara yang menyebut dirinya dewa itu. Sampai membuat dunia jadi seperti ini." Tian Long berpikir. "Jika suatu saat aku bertemu dengannya. Aku akan bertanya tujuan dia sebenarnya." Tian Long membuat busur kemudian memanah goblin dari atas gedung. "Busshh." Kepala goblin hancur akibat terkena panah Tian Long.
"Tolong." Tian Long mendengar suara teriakan dan melihat seorang wanita berambut hitam panjang sedang di kejar goblin. "Lagi-lagi dia." kata Tian Long melompat dari atas gedung. "Apakah aku akan mati." kata wanita menangis yang tidak lain adalah May. "Booom." May berbalik dan melihat seorang pria berambut putih berdiri di atas tubuh goblin.
"Sepertinya aku menyelamatkanmu lagi." kata Tian Long menebas leher goblin dengan pedang ki bewarna orange. "Slasshh." "Tian Long." May menangis dan memeluk Tian Long. Tian Long tidak menghindar dan membiarkan May memeluknya.
"Aku pikir diriku akan mati." kata May. "Tian Long tolong bantu aku level up. Aku tidak bisa membunuh goblin seorang diri." May menatap Tian Long. Tian Long melihat May dan bergumam. "Selama 5 tahun berada di dunia game. Aku tidak berhubungan badan sama sekali."
"Ayo pergi ke tempat tinggalmu." Kata Tian Long. "Baik." May mengangguk. "Ahhh." May terkejut tiba-tiba Tian Long menggendongnya. "Terlalu lama jika berjalan." Kata Tian Long melesat dengan cepat. "Cepat." gumam May.
Beberapa menit kemudian Tian Long tiba di sebuah apartemen yang memiliki pelindung bewarna hijau. Tian Long kemudian masuk ke dalam apartemen May. "Apa yang ingin kamu minum." Tanya May. "Air mineral." Balas Tian Long. May kemudian memberikan air mineral kepada Tian Long.
May duduk di samping Tian Long dan berkata. "Mengapa kamu diam. Bukankah kamu yang menginginkan itu." Mendengar kata May Tian Long mencium bibir May. "Emmm." May mengerang dan memeluk Tian Long.
"Ayo ke kamar." Kata May dengan wajah memerah. "Ahhh." Tian Long menggendong May menuju kamar. Tian Long membaringkan May di kasur dan mencium bibirnya. "Emmm." May mengerang saat Tian Long meremas dadanya. "Dadamu sangat kecil seperti buah jeruk." Kata Tian Long. May cemberut saat mendengar kata Tian Long. May tahu kekurangan dirinya adalah dadanya yang kecil."
30 Menit kemudian Tian Long sedang duduk dan melihat May yang sedang berbaring dengan telanjang. "Benar, berapa usiamu." Tanya May. "20 Tahun." balas Tian Long. "Ahh, kamu lebih muda dariku. aku pikir kamu berusia 25 tahun." balas May. "Memang berapa usiamu." Tanya Tian Long. "25 Tahun." balas May.
"Benar Tian Long apa karena dadaku kecil. Jadi aku bukan tipemu." Tanya May. "Benar, dan juga aku lebih suka wanita berambut pendek sebahu." Balas Tian Long. mendengar kata Tian Long May melihat rambutnya yang panjang.
"Aku juga tidak menyangka bahwa kamu masih virgin. Padahal aku menggodaku seperti wanita murahan." Tian Long melihat May. "Di dunia yang seperti ini, aku sudah tidak peduli tentang kesucianku. Yang aku pedulikan sekarang adalah bertambah kuat dan bertahan hidup." Balas May kemudian berjalan ke arah kamar mandi. "Dia wanita yang cukup menarik. Aku telah salah menilainya sebagai wanita murahan." Gumam Tian Long.
5 menit kemudian Tian Long melihat May keluar dari kamar mandi. "Bagaimana dengan model rambut baruku. Apa kamu suka." May tersenyum. Melihat May memotong rambutnya menjadi sebahu Tian Long berkata. "Aku suka." "Lalu mengapa kita tidak melakukan lagi." May duduk di pangkuan Tian Long. "Baiklah jika kamu memintanya." Tian Long kemudian mencium bibir May.
20 Hari telah berlalu setelah dunia berubah dan mayat hidup muncul. Saat ini di seorang pria berambut putih dan wanita berambut pendek sedang keluar dari supermarket dengan membawa makanan. "Sayang, kamu mau makan apa hari ini." May melihat Tian Long. "Bisakah kamu tidak memanggilku sayang." Balas Tian Long.