
"Bukankah ada 10 manusia yang mempelajari tehnik kultivasi. Jadi 100 tahun ke depan dunia ini tetap tidak bisa di huni oleh manusia." Balas Tian Long. "Jika kamu dan 9 manusia lain masuk ke dalam peringkat 100 besar dalam perang antar galaxy. Para dewa akan memberi sedikit energy kepada dunia ini. Setelah itu aku akan memberikan 2 pilihan kepadamu. Kamu pergi ke dunia lain atau berhenti berkultivasi agar dunia ini tidak hancur." Balas sebuah suara. Ekspresi Tian Long berubah serius saat mendengar kata dewa.
"Apa yang akan aku dapatkan jika menjadi peringkat 1." Tanya Tian Long. "Dunia ini akan di beri energy alam yang bisa kultivator gunakan selama 10 tahun. Jadi setelah 10 tahun kamu harus tetap meninggalkan dunia ini." Balas sebuah suara. "Sighh." Tian Long menghela nafas saat mendengar kata dewa.
"Apa kamu tidak tertarik untuk pergi ke dunia para dewa tinggal. Di alam semesta ini terdapat banyak dunia yang jauh lebih baik dari dunia ini." Balas sebuah suara. "Aku akan memikirkannya setelah perang antar galaxy selesai." Balas Tian Long.
"Tian Long, mengapa kamu melamun." Tian Long melihat Acha yang menepuk bahunya. "Tidak apa-apa. Ayo kita makan." Tian Long berdiri. "Baik." Acha mengangguk. Tian Long dan Acha kemudian keluar dari ruangan.
"Kamu sudah bangun Tian Long." Lisa tersenyum saat melihat Tian Long. "Oohh, kamu sudah menyiapkan banyak makanan." Tian Long melihat banyak makanan di meja makan. "Hehe, aku ingin memasak untukmu." Lisa tersenyum. "Baiklah Acha, ayo kita makan." Tian Long melihat Acha. "Baik." Tian Long, Acha dan Lisa kemudian mulai makan.
20 Menit kemudian Tian Long, Acha dan Lisa telah selesai makan. "Baiklah, aku akan pergi." Tian Long melihat Lisa. "Aahh, kamu mau pergi kemana." Balas Lisa. "Aku ingin membeli tempat tinggal." Balas Tian Long. "Acha ayo pergi." "Baik." Acha mengangguk. Tian Long dan Acha kemudian keluar dari rumah.
Tian Long melihat Lisa mengejarnya. "Mengapa kamu ikut." Tanya Tian Long. "Aku tau lokasi rumah dan apartemen bagus yang dijual." Lisa tersenyum. "Baiklah, kalau begitu antar kami." Balas Tian Long. "Bak." Lisa tersenyum. Tian Long dan Acha kemudian mengikuti Lisa.
"Kota kembali seperti semula sebelum para monster bermunculan." Tian Long melihat tidak ada lagi rumah dan gedung yang hancur. "8 tahun adalah waktu yang lama untuk memperbaiki kota. Jadi wajar jika rumah, gedung dan jalan sudah di perbaiki." Balas Lisa.
"Berapa lama kamu berada di dalam dunia game." Tian Long melihat Lisa. "Aku bertahan di dunia game selama 1 tahun." Balas Lisa. "Apa sekarang masih ada manusia yang berada di dalam dunia game." Tanya Lisa melihat Tian Long. "Tidak ada, semua manusia telah keluar dari dunia game." Balas Tian Long. "Aahh, jadi kamu termasuk manusia terakhir yang meninggalkan dunia game." Lisa terkejut. "Benar." Balas Tian Long. "Kamu pasti sangat kuat Tian Long." Lisa tersenyum.
10 Menit kemudian Tian Long berada di sebuah ruangan. "Bagaimana apa kamu suka apartemen ini." Tanya Lisa. "Berapa harga sewa apartemen ini." Tian Long melihat seorang pria berkumis. "1200 dollar harga sewa selama 1 tahun." Balas pria berkumis. "Berapa harga apartemen ini, jika aku membelinya." Tanya Tian Long.
"Harganya 250 ribu dollar. Jika anda ingin membeli apartemen ini." Pria berkumis tersenyum. "Aku ingin menyewa apartemen ini selama 2 tahun. Apa ini cukup." Tian Long mengambil 240 koin emas dari tabel penyimpanannya. Setelah kembali ke dalam dunia game god of martial arts. Tian Long memiliki banyak koin mas.
Pria berkumis terkejut melihat 240 koin emas yang muncul dari udara kosong. Pria berkumis menebak Tian Long adalah player kuat yang baru keluar dari dunia game. "Saya akan memeriksa koin mas ini terlebih dulu." Kata pria berkumis kemudian memeriksa koin mas.
10 menit kemudian pria berkumis telah selesai memeriksa 240 koin emas. "Ini lebih dari cukup untuk sewa selama 2 tahun." Pria berkumis tersenyum. "Kapan anda menempati apartemen ini bos." Pria berkumis memanggil Tian Long bos. "Hari ini juga." Balas Tian Long.
"Kalau begitu anda bisa tanda tangan kontrak terlebih dulu." Pria berkumis memberikan Tian Long sebuah kertas. Tian Long membaca isi kontrak dan tanda tangan. "Ini kuncinya bos." Pria berkumis tersenyum dan memberikan Tian Long kunci apartemen.
"Tian Long, bisakah aku tinggal disini bersamamu." Tanya Lisa melihat Tian Long. "Bukankah kamu sudah memiliki tempat tinggal." Balas Tian Long. "Aku bosan tinggal sendiri." Kata Lisa duduk di kursi.
"Biarkan saja dia tinggal bersama kita." Acha tersenyum melihat Tian Long. "Baiklah, kamu bisa tinggal bersama kita." Balas Tian Long. "Hehe, terimakasih Tian Long." Lisa tersenyum dan memeluk Tian Long.
"Tian Long, jangan lupa untuk memberi kotak hitam yang kamu dapatkan di dalam dunia game kapada temanmu Robert." Tian Long mendengar sebuah suara. "Jika kamu tidak memberitahuku. Mungkin aku sudah lupa untuk memberikan kotak hitam yang aku peroleh kepada Robert." Balas Tian Long.
Tian Long membuka tabel pertemanan kemudian mengirim pesan kepada Robert. "Kamu berada dimana sekarang." "Ting!!." Tidak lama kemudian Tian Long melihat balasan Robert. "Aku berada di Las Vegas." "Aku akan ke sana." Balas Tian Long mengirim pesan.
"Lisa, apakah pesawat di negara ini sudah beroperasi." Tanya Tian Long. "Sudah semenjak 6 tahun lalu." Balas Lisa. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke Las Vegas." Balas Tian Long. "Aaahh, bisakah kamu mengajakku Tian Long." Tanya Lisa.
"Aku hanya mengajak Acha." Tian Long melihat Acha. "Tidak ada salahnya mengajak Lisa." Acha tersenyum. "Baiklah, ayo kita pergi bertiga." Balas Tian Long. "Hehe, terimakasih Tian Long." Lisa memeluk Tian Long dengan senang. "Baiklah, di kota mana yang memiliki bandara." Tanya Tian Long mendorong Lisa.
"Di kota S memiliki bandara yang beroperasi." Balas Lisa. "Kalau begitu ayo kita pergi ke kota S." kata Tian Long. "Apa kita akan berlari menuju kota S." tanya Lisa. "Tidak, kita akan terbang." Tian Long memeluk Acha dan Lisa kemudian terbang ke langit. "Aaahh, jadi begini rasanya terbang secara langsung." Kata Lisa.
30 Menit kemudian Tian Long melayang turun dari udara. Tian Long, Acha dan Lisa berjalan ke arah bandara. "Kami ingin membeli 3 tiket ke Las Vegas." Tanya Tian Long ke arah petugas pria. "Tolong tunjukan paspor anda." Petugas pria melihat Tian Long.
"Aku tidak memiliki paspor." Balas Tian Long. "Anda tidak bisa pergi ke luar negeri jika tidak memiliki paspor." Balas petugas pria. "Apa kamu memiliki paspor." Tian Long melihat Lisa. "Aku memiliki paspor." Lisa mengangguk.
Tian Long kemudian memberikan 100 koin emas kepada Lisa. "Aku akan terbang secara langsung ke Las Vegas. Kamu naiklah pesawat." Kata Tian Long berjalan pergi. Petugas pria terkejut saat mendengar Tian Long akan terbang langsung menuju Las Vegas.
"Tunggu aku di Las Vegas Tian Long." Teriak Lisa melihat Tian Long yang berjalan pergi bersama Acha. Setelah keluar dari bandara Tian Long memeluk Acha kemudian terbang ke langit. "Apa kita akan menemui seseorang di Las Vegas." Tanya Lisa. "Benar, kita akan menemui seseorang dan kamu mengenali orang itu." Balas Tian Long. "Apa orang yang kita temui adalah Robert." Tanya Lisa. "Benar, kita akan menemui Robert." Balas Tian Long.
Saat ini di sebuah ruangan seorang pria paruh baya berpakaian hitam melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangan. "Presiden, sepertinya pria bernama Tian Long telah keluar dari dalam game." Kata seorang pria berpakaian hitam.
"Apa yang dia lakukan setelah keluar dari dalam game." Tanya pria paruh baya berpakaian hitam. "Dia menyewa sebuah apartemen di kota J. Tian Long baru saja berada di bandara yang terletak S untuk membeli tiket ke Las Vegas. Sayangnya dia tidak memiliki paspor dan tidak jadi membeli tiket ke las vegas. Namun wanita yang tiba di bandara bersamanya tetap membeli tiket ke Las Vegas." Kata pria berpakaian hitam.