The Alpha Is Watching Me

The Alpha Is Watching Me
Penyerangan (3)



" Mereka sangat bodoh. Mereka kira aku kesini tanpa persiapan apapun. Anak-anak manisku, sekarang saatnya kalian yang bekerja. Bawa semua werewolf itu kehadapanku."


Suara serigala dari ketiga werewolf yang diperintahkan profesor Martin terdengar berbeda. Mereka tanpa menunda langsung berpencar.


Semua orang yang tersisa di markas terheran-heran melihat itu. Namun betapa terkejutnya mereka saat para werewolf satu persatu kembali dengan menyeret tubuh anggota Dean.


" Tidak.. Joseph, Matthew.."


Irene tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Lalu beberapa anggota werewolf yang lainpun kembali kehadapan profesor Martin dalam keadaan tak sadar.


" Satu, dua, tiga...... sembilan."


Prof. Martin berhitung dengan semangat. Hanya tinggal beberapa lagi yang tersisa yang bisa ia dapatkan.


" Dua orang lagi belum kena, jadi sisanya adalah disana.. Hahahaha."


Profesor Martin menunjuk markas dengan wajah girang seperti orang gila.


Lalu Dean dan Joe muncul dari hutan. Mereka masih bertarung habis-habisan dengan werewolf gila itu. Mereka berusaha menggigitnya agar bisa melumpuhkan keduanya. Diluar dugaan kekuatan ketiga werewolf gila itu sangat sulit dikendalikan hingga Dean dan Joe kewalahan.


Racun yang dibuat oleh profesor Martin ternyata ada pada gigitan werewolf itu. Melihat hal itu semua orang semakin panik. Naluri untuk membantu sesama kawanannya muncul sehingga werewolf yang tersisa termasuk Irene dan Lily segera merubah wujud dan berlari mendekat pada pertarungan itu.


Meskipun kekuatan mereka tidak sebanding namun itu sedikit membantu Dean dan Joe terlepas dari serangan membabi buta itu. Setelah tahu strateginya mereka kini mulai mengerti apa yang harus mereka lindungi.


Hindari gigitan werewolf gila. Itu adalah fokus pertarungan mereka.


Namun pertarungan sengit itu semakin lama semakin dimenangkan pihak musuh. Dean sebagai Alpha berusaha melindungi semua anggota hingga akhirnya ia yang diserang bertubi-tubi.


Ia yang melawan tiga werewolf akhirnya tumbang dan melihat hal itu Aluna tidak bisa tinggal diam.


" DEAN..."


Aluna berlari keluar tanpa menghiraukan Miranda dan nenek Giselle hingga akhirnya ia sampai pada tubuh Dean yang tergeletak begitu saja.


Aluna melihat kedalam matanya yang semakin menggelap.


" Tidak..kau tidak boleh seperti ini. Bangunlah mereka membutuhkanmu."


Namun mata Dean dalam wujud serigala akhirnya menutup.


" Hei manusia menyingkirlah kalau kau tidak ingin ikut mati."


Ada sesuatu yang mendorong dirinya dari dalam. Kepalanya tiba-tiba berputar dan saat melihat sekelilingnya ia merasa seperti semuanya bergerak lambat.


" Ada apa ini?. Aku.. "


Gumamnya lalu ia menjerit sejadi-jadinya dan merasakan tubuhnya seperti dirobek.


Profesor Martin, dan semua orang yang menyaksikan hanya terdiam penuh ketakutan. Aluna ternyata berubah menjadi monster serigala. Tubuhnya seperti manusia berbulu namun kepalanya serigala dengan kuku-kuku tajam dikedua tangan dan kakinya.


Ia lalu menghampiri werewolf gila itu dan membantingnya seolah mereka bukan apa-apa. Ketiganya mulai menyerang secara bersamaan namun gigitan mereka tak berefek apapun.


Aluna dalam diri monster itu menjadi tak terkendali ia menghajar, meremukkan, bahkan mencabik-cabik hingga hancur tubuh para werewolf itu satu persatu. Hingga yang terakhir ia menuju pada profesor Martin yang sedang bersiap untuk lari. Namun hanya dengan satu lompatan Aluna dapat menghalanginya.


Ia lalu mencekik profesor Martin dan mengangkat tubuhnya. Wajahnya yang penuh amarah bisa dilihat jelas dengan gigi-gigi tajam yang mengeluarkan air liur siap menerkamnya.


Namun tak lama kemudian profesor Martin mulai tak bergerak dan ia menurunkannya. Aluna mulai merubah wujudnya menjadi manusia kembali. Ia memperhatikan tangan dan kakinya dengan kebingungan. Baju yang ia pakaipun robek tak berbentuk. Dan Miranda segera berlari memberikan jaket yang dipakainya untuk menutupi tubuh Aluna yang hampir tak berbusana.


" Dean.."


Aluna kembali mendekat pada tubuh Dean. Ia menangis sejadinya karena tidak bisa menyelamatkannya dan semua werewolf yang menjadi korban. Begitupun Miranda yang melihat Matthew hanya bisa bersimpuh didepannya.


Nenek Giselle lalu mendekat pada salah satu werewolf dan ia masih bisa merasakan bahwa mereka tidak mati.


" Mereka tidak mati. Kita masih bisa menyelamatkannya."


Ucapan nenek Giselle memberi harapan bagi semua yang tersisa.


" Aluna, sesuai yang tertulis didalam legenda kau adalah seorang penyelamat. Jadi ayo ikut aku sekarang. Dan kalian yang tersisa tolong bawa tubuh mereka kedalam."


Didalam laboratorium khusus yang disediakan Dean untuk nenek Giselle ia lalu mengambil sampel darah Aluna dengan sebuah alat yang aneh. Aluna memekik kesakitan saat jarum besar itu mulai masuk kedalam nadinya.


" Ini akan terasa sakit tolong kau tahan sebentar."


Aluna hanya menurut. Lalu nenek Giselle meracik darah Aluna dengan berbagai cairan yang tidak Aluna ketahui dan setelah selesai ia memasukkannya ke dalam sebuah suntikan.


" Ini akan menyelamatkan mereka."


Nenek Giselle lalu meninggalkan laboratoriumnya diikuti Aluna dan semua werewolf sudah berada didalam aula setelah dipindahkan oleh mereka yang selamat.


Nenek Giselle mulai menyuntikkan hasil temuannya dan tidak lama kemudian para werewolf itu benar-benar bangun.