
Tok..tok..suara ketukan pintu kamar yang kutempati mengusikku dari tidur lelapku. Terdengar suara ibuku memanggil berkali-kali namaku.
" Iya aku bangun."
" Semua orang sudah menunggumu dimeja makan ayo kita makan bersama."
Makan malam bersama para werewolf, ya..
Aku dan ibuku menuju ruang makan dimana para anggota kelompok Dean berkumpul. Betapa takjubnya saat aku melihat ruang makan tidak kalah megahnya dari ruangan lain. Mejanya terbentang memanjang hingga belasan meter mungkin dan kursi-kursi berjejer rapi disampingnya berjumlah puluhan tak lupa berbagai hidangan sudah tersedia. Semua orang sudah menempati posisi masing-masing dan saling berhadapan tinggal aku yang berdiri karena ibuku sudah mengambil posisi disebelah Irene urutan pertama. Saat aku akan menuju kursi dipaling belakang Miranda tiba-tiba menghentikanku.
" Kau mau kemana?."
" Aku akan duduk disana."
" Tidak boleh, tempatmu adalah disini." Miranda menempatkanku disatu-satunya tempat paling depan yang menghadap ke semua orang yang memiliki kursi seperti singgasana itu.
Bagaimana ini aku semakin canggung saja.
" Karena Alpha sedang absen sekarang maka yang berhak menggantikan tempatnya adalah kau, Lunanya."
" Oh, baiklah." Aku pasrah dengan apapun yang mereka katakan. Makan malam hari itu cukup menyenangkan semua orang memperkenalkan diri mereka masing-masing berikut pekerjaannya didunia manusia yang menurutku sangat hebat. Rasa canggungku perlahan menghilang terganti dengan keakraban yang tidak kusangka. Malam itu kami bersenang-senang semalaman hingga kelelahan tapi sepertinya hanya aku yang kehabisan tenaga sehingga aku tertidur disofa ruangan dijaga oleh belasan werewolf.
...........
HAHAHA.. terdengar tawa mengerikan seorang pria dari dalam sana. " Akhirnya sebentar lagi penemuanku akan segera berhasil." ucap si pria yang memakai jas dengan rambut putih semua. Tubuhnya tegap dan terlihat muda namun siapa yang menyangka bahwa dia ternyata sudah berusia hampir 150 tahunan.
" Selamat prof, setelah kesabaran dan kerja keras anda hampir satu abad, anda bisa menyempurnakan serum ini dan menjadi immortal."
" Hahahah... iya kau benar, serum yang kuciptakan setelah penelitian lebih dari seratus tahun ini akan menjadi revolusi bagi umat manusia dan mereka tentunya akan berterimakasih padaku dan bukan hal yang mustahil kalau mereka akan menganggap ku dewa untuk disembah. Hahahaha..." ucap Profesor. Martin yang diiringi tawa semua orang disana.
Jika melihat setiap orang disana sangatlah berbeda dengan manusia kebanyakan. Wajah mereka ada yang menua ada juga yang hanya rambutnya memutih tapi tubuh mereka seperti usia muda selama lebih dari seabad mereka memakai sebuah cairan yang diekstraksi dari werewolf yang mereka bunuh.
" Tapi profesor, sisa serum yang kita miliki tidak banyak apa yang akan kita lakukan kedepannya."
" Memang benar. Kalian tidak usah khawatir aku sudah mendapatkan informasi bahwa masih ada sekelompok werewolf yang tersisa. Diperkirakan sekitar 15 orang dengan penemuan baruku ini kita tidak akan memerlukan terlalu banyak werewolf untuk sebotol serum seperti yang sebelumnya."
" Lalu prof, mau anda apakan ketiga werewolf ini?."
Profesor. Martin mengalihkan pandangannya pada sebuah tabung kaca yang dipenuhi cairan khusus. Didalamnya terdapat tiga orang werewolf yang berhasil ia tangkap dalam keadaan tidak sadar.
" Kalian tahu kita hanya berjumlah 5 orang jadi kita membutuhkan prajurit yang kuat untuk melindungi kita."
Kelima orang itu lalu mencoba hasil eksperimen Prof. Martin dan sesuai harapan kelima orang itu menjelma menjadi pria berusia 40 tahunan yang sempurna.