
“Cukup menyerah, dan mengeluhkan padaku.”
“Yamato, aku akan mandi terlebih dahulu. Anda tidak perlu melakukan penyamaran lagi, jadilah dirimu yang sebenarnya "kata Rita sambil memeluk Yamato, yang begitu asyik menonton televisi. Meskipun Rita tahu bahwa sebagian besar kata-katanya di putar balikkan, berbeda dari arti sebenarnya.
Dengan enggan Noel menulis setiap kata-kata itu, ia akan mencoba-coba berbagai kata demi kata yang diperbaiki ulang. Dan menepuk kepala Yamato, sambil berkata “Bacalah tulisan ini, aku akan mandi setelah Rita. Anda juga harus mandi!”
Yamato memiringkan kepalanya dengan bingung.
“Aku tidak memahami apa yang Anda tulis, aku hanya mampu memahami benda bergerak bukan tulisan” kata Yamato, mengakui bahwa dirinya tidak dapat memahami sebuah karya tulis.
Rati menatap Yamato dan berkata.“ Anak bermasalah, Ya!”
Setelah mendengar perkataan Rita, Yamato menghadapnya dan dengan canggung menundukkan kepalanya.
“Anu~ Rita....!”
“Benar, Baru-baru ini aku membeli pakaian. Mungkinkah Cocok untuk Anda!”
Melihat Rita tidak melakukan apapun yang buruk, Yamato akhirnya bisa tersenyum lega.
Sudah sewajarnya jika Yamato tersenyum lebar, karena Rati tidak bertindak kasar seperti bayangannya. Di samping Rita, Nole sudah keluar dari kamar mandi dengan piyama yang Ia pinjam dari Rita. Masih akan lebih lama sampai Noel tertidur pulas dengan piyamanya, tetapi Yamato masih tetap ngeles saat Ia di berikan Piyama oleh Noel. Bahkan Yamato berkata“Bukan saatnya berpesta piyama, dan Anda itu apa, pria atau wanita?”
Matanya masih memandangi televisi dengan kedua tangannya memegang batal, dan berbaring di sofa. Rita mengambil selimut dan menyelimuti Noel. Sementara itu, Yamato masih saja bergadang semalaman.
"Ups, Tidak baik seorang gadis bergadang!” Panggil pendeta itu dengan sedikit terkejut.
Yamato terlalu fokus pada acara televisi, Ia tidak memperhatikan pendeta itu sama sekali.
Hari ini juga Ia berencana untuk mengambil uang dalam dompet Noel. Meski Rita sudah menghalanginya, dan itu tidak membuat Yamato menyerah. Justru Yamato dengan antusias menantang Rita dalam karaoke, jadi Rita sekarang beradu duel dalam karaoke.
Duel itu di mulai dari Yamato menyanyikan lagu yang pernah di nyanyikan oleh sahabatnya yang hilang, matanya menatap penuh kesedihan, dan dipenuhi oleh air mata. Karena Ia menghabiskan sebagian besar waktu masa kecilnya bersama sahabatnya itu, Ia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini. Di sisi lain, Noel mengigau saat tertidur pulas.
Saking sibuknya bernyanyi, tubuh Yamato tiba-tiba ambruk dan matanya mulai mengantuk.
Beruntungnya Ia terjatuh tepat ketika pendeta datang, dan meletakkan Futon di bawahnya. Dalam bayangannya pendeta itu wajah Yamato semakin lucu jika dilihat ketika Ia tidur, tetapi fokus Pendeta itu dialihkan ke sepupunya yang tak sengaja memeriksa barang bawaan Noel dan Yamato. Di sini terungkap bahwa nama asli Yamato bukanlah Yamato yang mereka kenal, Itu terjadi saat sepupunya memberikan berkas milik kedua orang itu.
“Ups, Orang ini menamakan dirinya sebagai Yamato!” Jawab Pendeta dengan terkejut ketika ia melihat berkas yang di berikan oleh sepupunya. Di situ tertulis jelas nama asli Yamato adalah Alicia Von Fleur, seorang gadis bangsawan keturunan Raja Viktor Von Fleur dari kerajaan Fleur.
Melihat pendeta itu terkejut bahkan tidak yakin dengan penyataan itu, Ia mulai melihat berkas kedua milik Noel.