Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise

Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise
hal. 37



Bahkan temannya di Tentara merah Indonesia menganggapnya sebagai sosok yang baik, terutama dengan komisaris. Ia pernah bertempur melawan para monster bersama tentara merah baik dari Indonesia maupun dari Kedaulatan suci.


Tentara merah itu berjuang dengan begitu keras sambil melindungi warga, meski mereka kehabisan senjata. namun, mereka tetap berjuang.


Lebih baik terbunuh demi menyelamatkan nyawa banyak orang yang tidak bersalah.


Ah, Hari ini lagi-lagi Noel teringat akan kenangan itu, itu adalah masa-masa yang sulit.


“Aku mungkin saja terbunuh oleh para Orc jika Kapten tidak menarik tanganku... ketika itu aku bergabung dengan tentara merah Kedaulatan suci yang di tugaskan bersama tentara merah Indonesia untuk membantu masyarakat di suatu tempat di Anta Branta!”


“Tapi bagaimana caramu bisa meloloskan diri dari tempat itu...!” Lanjut Yamato dengan wajah serius.


Namun, Noel tidak melanjutkan ceritanya. Ia memberikan buku yang Ia pinjam dari seseorang komandan.


Matahari mulai terbit dan sebuah sinar tak dari mana datangnya, sinar yang begitu terang dan membuat penglihatan mereka menjadi kabur.


Noel ingin memeriksa sinar yang begitu terang itu. namun, Yamato menghalanginya dengan alasan bahwa setiap makhluk hidup ada batasannya dan tidak ada yang sanggup untuk melihat sesuatu objek cahaya di tempatnya.


“Noel, apa yang terjadi...?! katakan padaku! Ayo jelaskan apa yang terjadi di depan mata kita?!” Kata Yamato dengan nada memaksa.


Tak habis pikir kenapa Ia begitu keras kepala sekali, meski masih memiliki sifat feminim. Jauh di dalam hatinya mungkin terdapat jiwa seorang pemuda.


Itu bukan rahasia lagi bahwa Ia seorang yang bertukar jenis kelamin saat bereinkarnasi. Namun, alasan sebenarnya mengapa Ia begitu keras kepala adalah matanya yang begitu peka terhadap objek di depannya.


“Mataku ini pemberian Dewa... ini mata spesial yang mampu merekam setiap menitnya dan begitu akurat, tidak seperti mata pada umumnya..?!” Lanjut Yamato sambil membalas, menepuk pundak Noel dengan begitu keras.


“Hati yang murni... cahaya dan kegelapan.. dunia di ambang kehancuran namun, berhasil di selamatkan... tidak peduli sekecil apapun cahaya itu, itu akan menyinari dunia ini selamanya...” Kata sosok cahaya itu ketika Ia menyampaikan pesan secara samar-samar ke pada kedua orang itu.


Karena begitu penasaran apa yang di sampaikan oleh sosok cahaya itu, Noel dan Yamato berlari ke arahnya. Namun, sosok cahaya itu sudah menghilang tanpa jejak.


Tidak diketahui pasti siapa sebenarnya sosok cahaya itu, yang pasti Ia adalah sang penyelamat dunia yang kebetulan lewat.


“Aku yakin pasti sosok cahaya itu memperhatikan kita... Ia banyak memperbaiki dunia ini... memperbaiki kesalahan manusia..?!”


“Noel, kamu tahu ada sebuah legenda yang menceritakan sesosok yang setia kepada dunia... Ia tidak akan mempercayai para pemimpin manusia manapun dan hanya mempercayai kebenaran para Dewa...?!”


“Mungkin di masa lalu Ia menderita akibat ulah manusia..”


“Aku tidak yakin...! meski Ia terluka oleh manusia, Ia masih tetap menolong mereka?!”


“Lalu sebenarnya apa yang barusan kita lihat dan kita dengar...? Hei, Yamato bisakah Anda mengingat kembali sosok cahaya itu..?!”


Tidak seperti biasanya Noel mengajurkan pertanyaan yang begitu sulit untuk dijawab oleh seorang yang begitu bodoh dan tidak pernah mendapatkan nilai seratus selama ujian.