Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise

Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise
hal.39



Pendeta itu segera memberitahu namanya, Bahwa Ia adalah Yu Wi Shing seorang pendeta agung di sini.


“Salam kenal.... Pak, pendeta! Oh, Iya. Pak! Apakah disini ada penginapan. Kami berdua ingin menginap untuk satu malam. kebetulan kendaraan kami rusak, jadi kami butuh waktu cukup lama untuk memperbaikinya!”


“Penginapannya! sayangnya di wilayah sekitar sini tidak ada penginapan, bagaimana kalau kalian menginap saja di rumahku! ngomong-ngomong kalian mau kemana?”


“Kami sedang mencari teman kami yang hilang beberapa bulan yang lalu. kami sedang mencarinya Hingga kini!”


“Pertemanannya, Um~! apakah kalian sudah ada petunjuknya... jika belum bagaimana caranya kalian mencari seseorang yang hilang tanpa meninggalkan jejaknya?”


“Iya, dan Anda sepertinya memahami situasi kami. Apakah Anda orang Kedaulatan ataukah timur! Di sana banyak ada negara sosialis?!”


Ketika secara tidak sengaja terucap oleh Noel. pendeta itu mengakui bahwa Tentara merah Indonesia telah membantunya.


“Kami percaya bahwa kami akan menyelamatkannya meski kami bukan pahlawan, ada hal yang bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. kita tidak sendirian di dunia ini!” Ini Adalah kata-kata yang pernah di sampaikan oleh seorang komandan Tentara merah Indonesia kepada pendeta itu.


Sebuah kalimat yang penuh makna, bagaikan sihir yang menyihir dunia dalam sekejap. tidak ada satupun bangsa yang suka berperang, membunuh, menjarah harta, dan memperkosa.


Mereka hidup di dunia ini dengan apa yang mereka memiliki, mungkin Indonesia berada di timur dunia langit ini. Ya, negeri ini tidak lagi berbentuk republik. namanya dan bentuknya telah berubah menjadi Kekaisaran Raya Alkimia Indonesia.


Negeri pusatnya ilmu pengetahuan di bidang Alkimia. Tentara merah Indonesia adalah sisa-sisa dari peradaban masa lalu, dan kebanyakan dari mereka adalah ras Manusia dan Elf.


“Pak! kenapa Anda bengong saja... apakah ada yang Anda pikirkan?!” Yamato menempelkan dadanya di dada pendeta itu dengan nada penuh nafsu.


“Um~ tidak ada, Nona!”


“Jangan panggil aku dengan sebutan Nona! aku tidak suka dengan itu. kenapa aku dilahirkan sebagai seorang gadis padahal aku ini reinkarnasi dari seorang pria!” Nada Yamato penuh dengan amarah yang menguap.


Yu Wi Sing Meski, Ia seorang pendeta tapi Ia tidak peka terhadap wanita. bahkan tidak tahu bagaimana caranya agar dapat dengan mudah berinteraksi dengan Yamato, Seorang wanita Meski dilihat dari penampilannya mirip seperti pria.


Tidak seperti Noel yang menerima takdirnya dengan ikhlas. Yamato sebaliknya, Ia merasa para Dewa tidak adil terhadapnya.


Ia bahkan pernah berkata kepada para Dewa di Kuil Helena. Namun, perkataannya tidak bisa dimanfaatkan, bahkan para Dewa sendiri tersinggung karenanya.


Namun, bukan berarti para Dewa menghukum Yamato. Ia seorang yang begitu rajin berdoa dan Seorang yang begitu netralitas tinggi.


Ini tidak bertahan lama ketika Ia bergabung dengan prajurit sukarelawan dalam perang dunia, Ia bergabung hanya untuk mempertahankan tanah airnya.


“Aku, mungkin akan membunuh Anda, jika Anda musuhku. Namun, aku bukanlah orang seperti itu, aku bukan penjahat ataupun pembunuh!”


“Ya, Anda seorang gadis yang jujur pada diri sendiri. Namun, Anda masih tidak terima dengan takdir Anda sendiri. aku mengerti perasaan Anda!” Pendeta tersebut mengelus rambut dan mencium bibir Yamato, seakan akan ada benih-benih cinta diantara mereka.