
Tentunya ini bukan langkah yang mudah. Namun, pasti mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan militer mereka.
“Kita akan selamat di bandingkan mereka! tempat kita adalah tempat di mana kita dilahirkan!”
Lelaki tua itu menggerutu dan membawa daftar nama anggotanya. Katyusha sendiri mengambil daftar itu dari tangannya. ada satu hal di balik kertas itu, memiliki rahasia yang disembunyikan oleh para kru kapal.
Sementara itu, Gellena mengemudikan kapal itu meski ia di bantu oleh petugas ahli.
“Gellen, tekan tombol ini... dan perhatikan langkah anda!”
“Ah! apa yang anda katakan? aku tidak tahu tombol mana yang mau tekan! Nakhoda kapal ini sedang pergi kemana ia... oh, iya! ia jauh lebih baik dari padaku!”
“Ia di tinggal di sana?”
“Apa?” jawab Gellena dengan begitu kagetnya.
"Begitulah adanya. Anda akan pulang atau ingin tinggal dini, aku ingin menikmati keindahan di tanah airku, dan berkas-berkas ini aku menyerahkannya kepada Laksamana Tinggi Violetta dari Kerajaan Angeli"
Violetta tidak datang ke tempat mereka. Dia hanya muncul di layar monitor dan di masa lalu. Ia pernah memimpin pasukan aliansi bebas dalam penyerangan ke Utara.
Karena mereka berada di hadapan musuh yang begitu berbahaya, Sera dan Kamila melakukan serangan bunuh dirinya dalam barisan, mereka menyalakan bom tapi tidak mereka lempar. Violetta sendiri bukan seperti itu, ia lebih baik mundur daripada maju.
Keputusan mundurnya ini mendapat kritik dari sebagai besar perwira di angkatannya.
Sekretaris Presiden, Elizabeth Liman memberikan tumpangan gratis padanya. wajah cerianya kembali muncul, dan kemudian mereka mendengar suara helikopter.
Sorotan kamera yang berasal dari helikopter itu terus merekam perjalanan mereka.
Elizabeth menerima dokumen dari kantor pusat dan bertapa kecewanya ia ketika membacakan.
"Aku tidak bisa menjawabnya. tapi jika itu bom yang biasa menghancurkan satu kota... Namun, mereka akan membayarnya dengan mahal tidak perduli seberapa kaya mereka…"
Ini adalah bom dengan daya ledak tinggi hampir mirip dengan bom nuklir. Seratus bom telah di jatuhkan di beberapa kota di setiap negara aliansi. Dengan kata lain, pihak Kekaisaran sekutu ingin perang ini berakhir lebih cepat. Namun, Violetta tidak berdalih tentang itu, ia bahkan berpendapat bahwa bukan senjata yang bisa mengakhiri segalanya. jika itu akan membunuh banyak ras, perang masih berkobar.
"Nona, kita akan segera sampai..."
"Jangan, jangan bangunkan aku. Lagipula, bukankah kita masih di mobil?"
Violetta membalikkan batalnya, dan Elizabeth terpaksa menuruti keinginannya.
"Kamu bisa menggunakan sihir. Sihir yang dapat menggandakan diri... semacam tiruan diri sendiri!"
Violetta terbangun karena pertanyaan itu, dan dia bergegas menjawabnya.
"Kami adalah Ksatria, bukan penyihir meski aku memiliki kemampuan magis tapi bukan sihir... apakah Anda lupa sekarang saja terjadi pemburuan terhadap penyihir."
Namun, Elizabeth tidak bisa berkomentar lagi, sama sekali berbeda dari pendapatannya sendiri.
Mobil itu berhenti di sebuah bukit dekat ibu kota, di sana ada banyak prajurit aliansi bebas berkumpul.
"Salam hormat kami kepada Nona...!"
"Ya, aku terima salam kalian wahai prajuritku... Aku tidak bisa berdiri tanpa kalian! kalian telah membebaskan masyarakat Demi-human hingga roh, kalian pula yang berhasil membebaskan ras duyung dari penderitaan...!"
Pidato Violetta itu serta membuat banyak orang di tempat itu merasa kagum.