
Ia berada di tempat yang dikenal sebagai kastil paradise, dan tidak ada yang tahu dimana tempatnya? tetapi untuk beberapa alasan, mereka berdua mengubungi teman-teman seperjuangannya.
“Halo, Siapa ini?”
Seorang tentara merah bernama Wisteria menjawab panggilan telepon masuk itu, setelah seorang staf kantornya menerima peran melalui smartphone.
Pesan yang berasal dari Gallena.
“Apa ini letnan jenderal Wisteria Waskita....!”
Namun, staf itu melupakan isi pesan singkat itu. Meski demikian seseorang staf lainnya mengambil smartphone-nya dengan alasan pemeriksaan.
“ Rupanya ada pesan singkat, kenapa Anda tidak menyampaikannya ke Panglima, dan begitu mengabaikan sesuatu sepenting ini. Dengan apapun yang terjadi adalah keputusan panglima, tetapi ...”
Tidak ada laporan tentang kasus orang hilang. Ada orang asing yang bertemu mereka sebelumnya, ia memakai pakaian serba hitam, topi hitam juga terlihat tidak terlalu mencolok, sehingga mereka menekan titik keraguan pada diri mereka.
Wisteria tidak bisa percaya kepada stafnya dan ia akan melakukan investigasi untuk selidiki kasus itu. ia merasa tidak ada salah pada awalnya.
“Kita harus menghubungi agen rahasia!” Teriak Rahman.
“ tahu apa yang terjadi pada pesan itu, kan?”
Pesan singkat, sebuah teka-teki yang penuh banyak pertanyaan telah diwarnai oleh suatu fenomena tak di ketahui.
Para tentara merah telah bersaksi bahwa mereka telah mendapatkan laporan serupa. Orang- orang-orang di lokasi dekat tiang pemancar radio telah berulang kali memutar pesan dari Gellena itu. Kebetulan, semua ini telah menjadi kehebohan di kalangan masyarakat.
Bahkan kasus ini juga ditampilkan di TV terlihat begitu hitam putih. Orang hampir tidak percaya bahwa sosok itu adalah Dewi yang turun dan naik ke langit.
“Tapi apa yang dikatakan Rahman itu benar. ada kasus orang hilang. aku sudah menghubungi pihak terkait”
Tomi malah bersenang-senang di balik suasana yang bisa dikatakan masih tegang.
“Namun, saya tidak berpikir ada orang lain di balik layar berita tentunya itu bukan wartawan tapi seorang misterius yang mengendalikan acara tersebut...”
“Tetap saja, menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas adalah suatu kesalahan terbesar. aku mungkin akan meminta Seorang dari pihak TV untuk diinterogasi...”
Rahman menggumamkan sesuatu tentang, “ Berita begitu cepat menyebar, tapi sebuah rahasia alam itu harus tetap rahasia tidak boleh ada yang tahu, ini bisa menakutkan" dan kemudian bangkit Berdiri bersama kepala staf angkatan luar angkasa tentara merah.
Wisteria berkata, “Aku mengerti maksud anda, tapi rasa ingin tahu masyarakat semakin besar... mereka tidak peduli itu bohong atau tidak!”
“Anda bertanya kepada orang yang salah, aku bukan orang yang mengetahui segalanya.”
Lalu, smartphone Wisteria berdering lagi.
“Suara apa smartphone siapa yang berdering tadi. aku ingin kalian mencari sumber suara itu..!”
“Oh, ini smartphone anda. berdering. Seseorang pasti mengirimkan pesan lagi ... itu artinya ia ingin memberikan satu petunjuk lagi pada kita?”
Semua orang di tempat itu menertawakan seorang petugas staf itu.
“Kita ini tentara bukan penyelidik makhluk astral.. jika ingin di selidiki tentunya bukan urusan kita.”
“Berikan aku waktu!”