Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise

Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise
hal.40



“Anda dulu pria. namun, Anda tidak bisa menyalakan takdir. aku tidak bisa memahami sifat alami wanita, teman aku pernah berkata berdiam saja jika tidak memahaminya!” Lagi lagi kata-kata Pendeta itu membuat hati nurani Yamato semakin luntur, terlebih lagi Ia berciuman dengan pendeta itu.


“Mungkin ada benarnya juga Yamato meski Ia seorang pria di masa lalu. Namun, Ia dilahirkan kembali di dunia ini dengan wujud seorang wanita, dan cenderung lebih baik dari pada aku yang seorang transgender wanita!” lanjut Noel, mempertanyakan dirinya sendiri.


“Suka tidak suka, itulah takdir. Reinkarnasi merupakan takdir Dewa. begitu juga dengan takdir Anda, meski Anda seorang telah dilahirkan kembali namun, sebagai orang lain Anda harus menerimanya!”


“Teman perempuan aku pernah berkata, jika sekalipun takdirnya tidak bahagia, Ia akan menjalaninya dengan penuh semangat!” Lanjut Noel, mengutip kata-kata Sakura teman satu akademinya.


Argumen Noel mudah di cermati, dan itu bukan hal yang bisa Anda lakukan semua membalikkan takdir. Dengan operasi. Anda tidak bisa mengenal siapa diri Anda sendiri, jadi tidak perlu di khawatirkan karena para dewa memiliki rencananya sendiri. Dan itu seharusnya jauh lebih aman dan lebih menyenangkan baginya daripada menolak pemberian dari para dewa.


Tetapi apakah mereka dapat menerima takdir itu atau tidak, berbeda dengan Noel, Yamato seharusnya menerima takdir itu, tapi...


“Karena di dalam tubuhnya hanya memiliki jiwa pria, jadi tidak mungkin untuknya memiliki jiwa ganda!”


Jika pendeta itu mengatakan bahwa dia tidak ingin membiarkan seorang gadis dalam kesulitan, tidak Mungkin bagi Ia mencintai seseorang wanita.


Ini adalah sesuatu yang dibatasi oleh norma. Itu baru saja melanggar sumpahnya, dan ia juga tidak pernah bertemu dengan seorang wanita satupun sebelumnya.


Pada akhirnya pendeta itu mengajak mereka ke rumah sepupunya, dengan ekspresi serius di wajahnya, ia diam-diam dan dengan saksama memegang tangan Yamato yang canggung, dan dengan mengerutkan kening, seolah-olah Ia sedang berkecan, begitu juga dengan Noel. mereka telah mengabaikan tugas yang aman penting.


“Ah, aku melupakan sesuatu yang penting... Ya, sudahlah bagaimana lagi” jawab Yamato, melupakan tugasnya.


Jauh di lubuk hatinya, pendeta itu melihat ini Gadis ini terlalu ceroboh dalam bertindak.


“Apabila penyesalan mengawang jauh di lubuk hati Anda, maka Anda akan selamanya jatuh kedalam penyesalan itu sendiri!”


“Setiap makhluk hidup memiliki batasannya, mereka di tentukan oleh faktor akibat sebab, masa depan menentukan masa kini bukan masa kini menentukan masa depan!” Noel semakin erat, menempelkan tubuhnya ke Pendeta itu.


“Tidak ada cinta dan kasih sayang di dunia ini pada awalnya. aku tahu itu kebohongan besar, tapi apakah Anda berbohong atau tidak aku tidak tahu. dari cara Anda berbicara, aku sudah melihat bahwa Anda berkata jujur, aku akui!” lanjut Yamato, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pendeta itu.


“Aku kesulitan mengungkapkan perasaan cinta, ini bercampur aduk dengan perkejaan aku. Tapi, sepupuku adalah seorang yang bekerja sebagai Psikolog, aku yakin Ia akan membantu Anda!”


“Ugh... masalahnya kami tidak memiliki kelainan psikologis, hanya Anda saja yang mencoba menghubungkan kami dengannya, kan!”