Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise

Sora No Jewels:Reincarnated With Relatives And 15 Friends In The Sky World, The Lost Paradise
hal.29



“Diam, bodoh!” Noel dengan nada marahnya, mendekati Yamato dan ingin memukulnya sekali lagi tapi, Ia malah terjatuh tepat di samping Yamato.


Jatuh dalam posisi yang tidak enak dipandang oleh mata mereka berdua, tak kecuali Noel yang mencium Yamato secara tak langsung.


Bukannya ia menghindar atau marah, justru sifat feminimnya keluar. Mungkin sifatnya ini yang bermasalah di lingkungan masyarakat.


Ia terdiam sejenak sambil memasak penghalang untuk naga legendaris fuego itu, hingga waktu sudah menunjukkan sore hari.


“Yamato, Kita bergiliran berjaga... aku akan tidur sebentar.. kalau Anda ingin berpacaran dengan aku, aku siap menerima!”


“Siapa juga yang mau berpacaran dengan seorang transgender seperti Anda...!” Yamato menolak dengan keras Noel, menurutnya ia tidak bisa berpacaran dengan seorang transgender seperti Noel dan ia ingin seperti orang normal pada umumnya.


Tapi para dewa-dewi malah membuatkan tubuh perencanaan untuknya dan ia dilahirkan sebagai seorang gadis.


Rasa tidak terima dengan takdir, membuat Yamato memiliki ketidakpastian dalam hatinya.


Hati kecilnya begitu rapuh seperti pohon yang layu. di masa lalu ia pernah dijauhi oleh banyak teman sekelasnya karena perilakunya yang melawan takdir.


Tindakan ini tidak dihiraukan oleh Noel, ia begitu yakin bahwa tidak peduli seperti apa takdir ia akan tetap berteman baik, karena.


“Aku tidak begitu yakin dengan itu, bahkan aku tidak tahu untuk apa kita bergerak dalam dunia ini...”


“Katyusha adalah teman berharga kita, ia tidak dapat dipastikan takdirnya. apakah ia selamat atau tidak! aku selalu percaya pada satu titik.”


Mereka saling beradu argumen, ketika sedang istirahat. Bagi mereka pertemanan adalah segalanya, begitu pula dengan keyakinan mereka dalam kehendak surgawi. sekelompok orang datang ke tempat mereka, orang-orang itu berpakaian mirip dengan ada Jawa dan membawa keris, mereka datang kesini di sebabkan oleh suara naga itu yang begitu keras sampai menghancurkan desa mereka.


“Aku ketua klan Jawa. desa kami telah hancur oleh gelombang suara, itu seperti gelombang elektromagnetik yang bisa menghancurkan apapun dan kebetulan desa kami tidak terlalu jauh dari sini!”


Fakta bahwa ketua klan itu mengajukan pertanyaan kepada orang asing yang tidak begitu ia kenal adalah untuk memastikan penyebab suara gelombang elektromagnetik yang menghancurkan desanya. Namun, karena ia sudah begitu terbiasa dengan orang asing jadi tidak ada masalah jika ia mempersilakan kedua orang itu ke kemah pengungsian mereka.


Yamato dan Noel begitu gembira mendengarnya. Di sana mereka di sambut dengan suka cita, ada banyak makanan lezat dari klan ini. mereka berdua tidak hanya mendapatkan makanan, mereka juga menonton secara langsung pertunjukan wayang Jawa yang dipadukan dengan budaya Jepang.


Percampuran budaya yang harmonis antara keduanya. tapi, ada satu satunya hal yang tidak pernah terpisahkan dari orang-orang dari klan Jawa yaitu lagu-lagunya, mereka banyak yang menjadi artis idola.


Secara umum mereka menyembah Dewi Hestia. namun, kebudayaan kejawen mereka tidak pernah lepas dari mereka. Seorang gadis berambut pirang dan juga seorang penyihir master menari di depan mereka.


“Apa ia seorang penyihir... tapi ini bukan bumi, dan mereka semua berasal dari dua klan bangsawan.!” Gumam Yamato.