
“Aku tidak menyangka bahwa aku tidak bisa mengatakannya padamu, aku tahu ini berat tapi aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku tidak bisa mengatakan ini padamu!”
Apa yang telah dirahasiakannya adalah " Sisi lain dari Yamato" yang merupakan gambaran nyata tentang dirinya yang cenderung menyusahkan banyak teman-temannya. Namun, Akhir-akhir ini Ia tidak banyak mengacau lagi, meski mengacau tapi sifatnya hanya candaan.
I kemungkinan besar akan menggunakan kemampuan mata miliknya yang sering Ia gunakan untuk merekam suatu fenomena di sekitarnya. Dengan kata lain, Matanya adalah inti sebenarnya dari sumber kekuatannya, berlari secepat kilat, dan mengunakan elemen angin. semuanya terpusat pada matanya, jadi tentu saja jika Ia kekurangan tenaga, atau mudah kehabisan energi ada kemungkinannya matanya sedang sakit.
Hal seperti ini akan mengurangi kemampuannya bukan hanya untuk melihat tapi untuk hal yang lainnya.
Tidak ada yang tahu kenapa Yamato memiliki kekuatan yang terpusat pada matanya, Ia juga tampak biasa saja.
“Oh, Mataku ini bagus.... Aku tidak suka jika mataku diambil oleh orang lain, Anda memiliki kemiripan denganku, Noel "Yamao menggumamkan bagian terakhir dengan begitu netralitas.
“Jika Anda mengetahui kelemahan dan kelebihan Anda, Anda seharusnya bisa mengendalikannya agar kemampuan yang Anda miliki tidak mudah melemah!”
"Hei Noel, di mana kita akan pergi, kemana kita akan menuju?" Tanya Yamato sambil memandang foto Katyusha, di samping Noel.
Ketika itu Noel sedang mengemudikan mobil, setelah melihat sosok cahaya aneh tadi, Ia tidak bergantian dengan Yamato, dan meski tidak begitu ahli dalam mengemudi namun, Ia jauh lebih baik dari Yamato.
Berkat berkah pemberian dewa, Ia menjadi lebih begitu sedikit ahli, tentunya Ia memuji sang pencipta itu. “ Berkah dari dewa, pencipta dunia yang begitu indah. aku bisa merasakannya dan begitu menyenangkan? Seperti, sang dewa selalu melindungi kami di manapun kami berada!”
“Mari kita pergi ke kuil... Jika Anda ingin berdoa aku juga, maka kita harus memarkirkan kendaraan kita, dan harus dijaga, cuacanya bagus, jadi ini sangat mendukung sekali. Pergi ke tempat-tempat semacam kulit atau ke toko hanya untuk beristirahat sejenak... ” Yamato memegang tangan Neol dan menyuruhnya untuk berhenti sebentar.
Baik Noel atupun Yamato, keduanya tidak bisa mengemudikan kendaraannya saat ini, dan ini berakhir dengan kendaraan mereka menabrak sebuah tembok kuil.
Setelah menuggu sebentar Seseorang pendeta muncul, Ia Melihat kedua orang itu sedang memperbaiki kendaraan mereka secara asal asalan.
“Yamato hati-hati dengan suku cadangnya ... lagipula, itu mudah rusak,."
Yamato mungkin mendengarnya, tapi ia malah tidak sengaja merusak mesin generatornya.
“Yamato! Sudah aku katakan berapa kali... jika seperti ini kita tidak memiliki kendaraan lagi dan juga kita harus menggantinya?!”
Noel Meluapkan amarahnya kepada Yamato atas kesalahannya. kebetulan di depan mereka, seorang pendeta melewati mereka.
“Kalian tidak baik bertengkar di kuil... jika ada masalah sebaiknya kalian ikut dengan aku!”
Secara kompak kedua orang itu berkata;
“Kami tidak tahu siapa Anda dan kami juga tidak mempercayai Anda, jika Anda ingin kami mengikuti Anda, Anda harus memberitahu kami siapa nama Anda?”
“Wah! kenapa yang ini kalian kompak sekali! baiklah akan aku beritahu!”