She Is Momy

She Is Momy
06



Vina mengangkat panggilan telpon tersebut..


"yeoboseo??" ucap Vina kepada seseorang di sebrang sana


"yeoboseo.. Vina dimana kamu? ini sudah jam berapa kenapa kamu belum kembali juga? apakah rapat sampai di malam seperti ini?!" marah Ungi karna Vina malah tidak pulang sama sekali


"mianhae.. aku pasti kembali besok karna ini sudah malam kemungkinan aku akan menginap maaf ya.." ucap Vina seraya menyadari sedang di perhatikan oleh Kelvin ia segera mematikan ponselnya. dan berbalik ke arah pintu dan benar saja ia mendapati Kelvin disana dengan Seprai dan selimut baru di tangan nya.


"ah maaf merepotkan mu.." ucap Vina kepada Kelvin


"ah gak masalah.." ucap Kelvin canggung


"ah tadi.. aku.." ucap Vina saat akan menjelaskan


"ah santai saja, wajar kalau pacar mu mencari mu karna tidak pulang malam ini, maaf ya aku hanya khawatir kalau kamu pulang terlalu malam, maaf aku ganggu telpon an mu dengan nya" ucap Kelvin


"ah gak masalah, untuk telpon, tapi aku rasa kamu salah haha.. dia Abang ku Abang angkat, jadi santai saja" ucap Vina kepada Kelvin.


"baiklah aku harus kembali, maaf sudah salah sangka" ucap Kelvin


"iya santai saja, tapi.. kemana istrimu??" ucapan Vina membuat Kelvin terhenti dengan langkahnya dan menoleh kembali ke arah Viona


"dia.. dia ada.." ucap Kelvin dengan perasaan yang sulit di jelaskan


"ada di mana?? kenapa aku tidak melihatnya, aku melihat fotonya terpampang besar di ruangan tamu rumah ini, ia cantik dan terlihat ke ibuan" ucap Viona


"maaf membuat mu sedih aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin tahu, tapi kelihatan nya kamu tidak ingin menceritakan nya. tapi maaf sejujurnya anak anak sudah menceritakannya pada ku aku hanya ingin mendengarkannya secara langsung dari mulut mu tapi jika kamu tidak ingin menceritakan nya its okey. Aku cuma mau bilang jangan berpura pura dalam menjalani hidup ini kamu akan merasa lelah jika kamu terus seperti ini. ada kalanya kamu boleh menangis dan ada kalanya kamu boleh tunjukan rasa sakit mu atau rasa sedih mu , jangan berfikir jika kamu tunjukan sisi baik baik saja kepada mereka mereka bisa menerimanya. terkadang mereka jauh lebih peka dari apa yang kamu fikir. jadi jangan pura pura ya" ucap Viona kepada Kelvin yang membuat Kelvin terdiam sesaat sebelum akhirnya


"terkadang hanya dengan menyembunyikan nyalah kita bisa melihat orang yang kita cintai tidak terbebani oleh fikiran kita atau rasa sedih yang kita derita. dan satu lagi jangan berfikir saat aku bisa menyembunyikan ini semua aku tetap baik baik aja, aku sudah lakukan yang ku bisa semua tapi ini berakhir nihil. bahkan sempat ku berfikir orang macam apa yang bisa memisahkan anak anak dengan ibunya, atau orang sekuat apa yang bisa menyembunyikan istrinya serapihitu, bahkan orang profesional pun ga bisa melacaknya. jika dia memang sudah mati aku harap dapat di temukan tulang belulangnya tapi jika ia masih hidup tidakah ia ingin melihat anak dan suaminya yang masih menunggunya. atau apa bener seperti yang lain katakan, ia hidup tapi melupakan kami di" ucap Kelvin dengan air mata yang tengah membendung


"ga kamu ga bisa bilang begitu! mungkin saja ia punya rencananya untuk keluarga kalian, kenapa kamu berfikir demikian, bisa saja ia mengunjungi kalian saat ini mencari tau tentang kalian bahkan ingin dekat dengan kalian hanya saja ia ga bisa menunjukan dirinya seutuhnya. mengingat banyak hal yang ia lewatkan sebelum nya, jadi ku mohon jangan berhenti berjuang, dan tetaplah bertahan walau kamu merasa sudah sangat lelah, aku yakin happy ending itu ada kamu hanya harus berusaha lebih keras dan berdoa sebisa mu dengan lebih tulus aku yakin Tuhan pasti akan mendengarkan nya karna tuhan sayang pada orang yang selalu meminta dan memohon padanya. fighting Vin" ucap Viona kepada Kelvin dan merekapun berpelukan dengan sangat erat dan lama membuat dada Viona berdegup dengan sangat cepat ia sangat menantikan hal ini sedari ia mendarat di Indonesia kemarin, ia sangat menantikan saat saat ia bisa mengobrol intens dengan suaminya bahkan bisa membagi rasa sakit atau bahkan membagi rasa sedih dan senang suaminya dan bisa memeluknya dengan cukup kuat. tanpa mereka sadari kedua anak mereka melihat kejadian itu dan tersenyum bahkan berloncatan kegirangan.


keduanya menyeka air mata masing masing saat telah melepas pelukan haru itu. "tunggu kenapa kamu menangis?" tanya Kelvin akhirnya seraya duduk di tepi ranjang


"ah tidak, aku mataku sangat perih mungkin ada sesuatu yang masuk jadi terlihat berair" ucap Viona dan membuat Kelvin bangun dari duduknya dan mendekatinya


"ah kenapa.. kenapa.." ucapan Viona terhenti saat Kelvin mengambil dagunya dan mata mereka bertaut satu sama lain, dan tanpa aba aba Kelvin meniup pelan kelopak mata Viona dengan lembu membuat pipi Viona memerah seketika


"apa itu jauh lebih baik?" tanya Kelvin lagi


"A..a..aah.. i-iya... itu jauh lebih baik, terimakasih" ucap Viona salah tingkah dan malu tapi itu ga bertahan lama saat Ara tanpa sengaja menjatuhkan vas bunga di luar kamar karna terlalu senang melihat papanya menemukan mama baru yang mungkin bisa mencintai merek jauh lebih baik dari Arin memperlakukan mereka.


"siapa itu?!" ucap Kelvin dan mencoba jalan keluar kamar dan mendapati vas bunga jatuh tapi tidak ada seorang pun di sana, ia mengembalikan vas itu dan memilih untuk pamit tidur karna ia sangat kelelahan dan ia gamau mengganggu waktu Viona lagi.


"ah aku rasa terjatuh karna angin, sebaiknya kamu istirahat karna ini sudah malam, aku akan kembali ke kamar ku, mimpi indah ya selamat malam" ucap Kelvin beranjak dan menutup pintu


sementara Viona hanya menatap daun pintu itu dengan tatapan sedih dan berkata, "goodnight ayah, maaf telah manaruh luka di hatimu" ucap Viona lirih


ternyata Kelvin masih di tempat yang sama, dia masih di depan pintu itu hanya tertegun dan terdiam dengan apa yang ia rasakan saat ini, bahkan ia tak sanggup untuk melangkah karna rasa ini muncul kembali