She Is Momy

She Is Momy
07



Viona langsung beranjak ke atas ranjangnya dan membaringkan tubuhnya di sana, ia mengambil nafas dengan sangat berat hati dan fikiran nya terus berkecamuk dalam otaknya dan membuat dadanya sesak dengan fikiran itu. sampai tidak butuh waktu lama Viona tertidur dalam malam yang dingin itu. Semuanya sudah tertidur di tempat masing masing termasuk Kelvin yang pada akhirnya memilih mengesampingkan perasaan nya. dan memilih istirahat karna tubuhnya sudah sangat lelah sekarang.


Malam yang indah dan sangat damai kini berganti dengan pagi yang cerah yang menyilaukan mata yang melihatnya. Viona Bagun lebih awal dan membantu bibi dalam memasak makanan. "non gakperlu report seperti ini, saya biasa memasak sendiri kok, yah paling yang bantu saya masak dulu nyonya" ucap bibi kepada Viona tanpa bibi sadari ialah orang yang dia bicarakan.


"oh jadi bibi suka masak sama ibu, ibu itu orangnya gimana bi?gapap ko bi aku mau bantu aja" ucap Viona memulai percakapan


"ia non, bibi biasa masak sama ibu untuk sarapan bapak. baiklah kalau non ga masalah masak bersama bibi maaf merepotkan" ucap bibi


"ih bibi, kayak sama siapa aja, ah santai aja bi, Oia kita masak nasi goreng seafood ya bi, sama telur mata sapi yang setengah matang " ucap Vina kepada bibi


bibi terdiam memandangi Viona yang seolah mengetahui tata letak ruangan dapur di sana, mulai bahan bahan makanan tempat susu bumbu bumbu dan segala peralatan dapur lain nya. "nona.. bagaimana kabarnya" ucap bibi mencoba mengetes Viona dengan memanggil nona itu adalah panggilan yang dia kenakan untuk memanggil Vina dan benar saja Vina menjawab ucapan nya


"bibi aku baik baik saja.. makasih ya bi udah mau masakin makanan untuk anak anak sama Kelvin" ucap Vina kaget dengan ucapan nya dan langsung menoleh ke arah bibi yang tertegun dan kemudian memeluk Viona


"bibi tau non pasti pulang, bibi terus memandangi non sedari kemarin sore non tau semua yang bahkan nyunya Arin gatau anda nyonya saya iya kan non" ucap bibi sedih


"bi.. bibi bicara apa sih aku ga ngerti maksud bibi" ucap Vina mengelak


"Sudah non non jangan banyak mengelak lagi walaupun non sudah tidak mirip dengan nona sebelumnya tapi suka tutur kata dan gerak gerik non menandakan non adalah nona rumah ini" ucap bibi yakin kali ini


"bagaimana bibi bisa tau dengan cepat bahkan Kelvin engga" ucap Vina menyerah pada akhirnya


"bagaimana bibi bisa gatau bibi banyak menghabiskan waktu dengan nona selama pak Kelvin gada, mungkin pak Kelvin belum bisa menyadari perasaan nya sendiri non, bibi bersyukur bahwa nona beneran nyonya rumah ini, bibi ga habis fikir jika akan ada nyonya Arin berikutnya mengingat dia sangat jahat pada anak anak bahkan sangat menyulitkan kami para pekerja disini non" ucap bibi panjang lebar


"ah benarkah? astaga orang itu memang harus segera di basmi, bibi ingat dengan Audy?" ucap Vina kepada bibi


"i..iiya non saya tau kenapa dengan mantan pacar pak Kelvin?" ucap bibi


"asal bibi tau dia adalah orang yang sama yang menculik aku dan Arin Arin adalah Audy yang selama ini menyamar bi, bibi harus hati hati kepadanya dan menjaga anak anak lebih ekstra, saya ga bisa selamanya disini apalagi saat ini saya mengenakan identitas lain, bukan identitas nyonya besar di rumah ini, bibi percaya sama saya saya mau mengembalikan semuanya pada tempatnya jadi bantu saya untuk rencana kali ini ya bi, saya mohon jangan sampai ada yang tahu tentang ini sampai saya membereskan semuanya termasuk suami saya ya bi" ucap Vina menjelaskan dan memperingati bibi


"baik non, saya paham" ucap bibi pada akhirnya menurut


"baiklah bibi bantu saya menata meja makan ya, biar saya yang masak makanan nya, nanti setelah itu saya akan mandikan anak anak ya bi" ucap Vina kepada bibinya


"baik non, siap laksanakan" ucap bibi seraya menjalankan tugasnya


Vina memasak nasi goreng untuk sarapan keluarga kecilnya, ga lupa menyiapkan susu untuk anak dan suaminya, dan ga lupa membuat bekal untuk anak anak.


Saat semua sudah di siapkan Vina segera membangunkan anak anak dan membantunya mandi dan bersiap siap untuk ke sekolah. saat Vina keluar ia juga bertemu Kelvin yang baru keluar dengan baju yang masih berantakan.


"aku kira kamu sudah pulang" ucap Kelvin


"ah, belum aku masih disini kelihatannya ga sopan saat pulang tidak berpamitan bahkan aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian semua ayo kita makan bersama" ucap Vina kepada Kelvin


"ah benarkah? maaf telah merapatkan mu" ucap Kelvin kepada Viona


"ah santai saja, ah Kelvin tung..gu" ucap Vina kepada Kelvin yang menoleh ke arahnya


"ah dasinya berantakan mau aku rapihkan?" tanya Viona pada akhirnya kepada Kelvin


"apa apaan kalian! ini masih pagi kenapa malah ada adegan seperti ini! ingat ini tempat umum, bahkan masih ada anak anak! dan kamu wanita ******! jangan asal menyentuh barang barang Kelvin apalagi yang sudah ia kenakan aku bisa membantunya" ucap Arin kepada mereka dengan marah marah


"tutup mulut mu! ini masih pagi! lagi pula aku tidak perlu bantuan mu! dan jangan asal bicara dia bukan ****** kau paham! bukankah aku sudah mengatakan untuk mu tidak kembali kerumah ku!" ucap Kelvin kesal karna Arin masih suka menyelonong masuk ke rumah mereka


"A..aaku.. aku hanya ingin membantu maaf" ucap Arin dalam keadaan kesal


saat itu Kelvin pergi menjauh dari mereka berdua, sedangkan Vina hanya ikut mengekor Kelvin dengan menubrukan bahunya kepada dada Arin membuat Arin makin jengkel di buatnya. "sialan! liat saja nanti dasar ****** kurang ajar!" ucap Arin kesal


Vina telah duduk di posisinya dan menyiapkan sarapan untuk semuanya termasuk Arin, bahkan ia telah meletakan bekel untuk Ara dan Arie kedalam tas mereka agar mereka memakan makanan yang telah Viona buat khusus untuk mereka.


"Momy nanti Momy antar Ara dan Abang Arie ke sekolah kan Momy?" tanya Ara kepada Vina


belum sempat Vina menjawab Kelvin sudah menjawabnya. "anak anak jangan bilang begitu ya, Momy kalian harus kerja nak itu sangat mere0tkan kalian berangkat barang ayah saja ya" ucap Kelvin menjelaskan


"loh gapapa kok Vin, aku ga masalah kalau mereka mau jalan bareng sama aku ke sekolah bukan masalah" ucap Vina akhirnya


"ya ampun vio aku gamau kamu kelelahan atupun merepotkan mu" ucap Kelvin


"ga kok, ga repotin yaudah ayo di makan makanannya ya" ucap Vina


Kelvin menyuap nasi goreng itu dan terdiam beberapa saat. seolah mengingat rasa masakan ini, karna ini sangat mirip dengan masakan Vina bahkan bibi yang sering masak dengan Vina pun ga bisa memasak sebaik ini, bagaimana ia bisa tanya Kelvin dalam hatinya.


Vina yang menyadari Kelvin hanya terdiam pun meraih segelas air putih untuk di berikan kepada Kelvin jika ia tidak menyukai masakan buatan nya, padahal ia rasa ia memasak dengan resep yang sama. "Vin.. are you okey? apa yang kamu rasakan?apa masakannya tidak enak atau bagaimana?kenapa hanya terdiam dari suapan pertama? jika gasuka buang aja ya mau aku buatin sandwich?? atau masakan lain?" ucap Vina kepada Kelvin dengan bertubi-tubi


"ga gakperlu" ucap Kelvin seraya menahan tangan Vina yang akan melangkah pergi


"ah kamu yakin gapapa?" tanya Vina lagi


"ayah baik baik saja Mony, kan masakan Mony enak banget ya ayah, Arie jadi penasaran apakah bunda akan masak masakan seenak ini? jika bunda pulang" ucap Arie kepada Kelvin dan semua orang yang ada di meja makan itu.


"ah benarkah, apakah masakan Momy seenak itu??" tanya Vina yang langsung dapat anggukan kompak dari anak anak


Vina tersenyum dan melirik ke arah Kelvin sesaat sebelum mata mereka saling bertemu dan membuat Vina tersedak dengan sarapan nya sendiri seolah ketahuan saat ia menatap Kelvin.


"hati hati Momy, ayo minum" ucap Ara perhatian


"ah i..iiya sayang, makasih ya" ucap Vina seraya mengelus kepala Ara


"masakan mu enak, bahkan seenak buatan bunda anak anak" ucap Kelvin akhirnya membuat vina sedikit tersanjung dengan ucapan Kelvin


"apa apaan ini! masih pagi udah drama banget ya! lagian masak nasi goreng seafood biasa gini aja berlebihan banget sih, aku juga bisa kali masak bahkan lebih enak dari ini" ucap Arin sombong


"ahahha maaf Tante tapi Arie yakin Tante lupa, Tante dulu sempat ingin membakar seisi rumah hanya karena mau masak bubur untuk ayah, bahkan pada akhirnya Tante membelinya di online dan menipu kami semua apa Tante lupa hahaha" ucapan Arie sukses membuat seisi rumah tertawa kecuali Arin yang malah jengkel dengan kurcaci kecil nan tajam ini


"hahaha, benarkan Arin, aku. rasa kamu bukan hanya ga pandai dalam mengambil hati seseorang tapi juga bisanya menghancurkan sesuatu dasar!" ucap Vina sinis membuat Arin ga napsu makan dan memilih untuk pergi duluan meninggalkan mereka semua