
Vina segera melajukan mobilnya kembali untuk ke rumah orang tuanya, dia sempat mencari alamat rumah orang tuanya di maps karna sudah lama sekali ga pulang dia bahkan lupa jalan ke rumahnya sendiri. di tengah perjalanan tiba tiba ungi telpon Vina entah ada apa sampai Ungi terus telpon Vina. akhirnya mau ga mau Vina mengangkat telpon Ungi dengan earphone.
"nee.. yeoboseo?" ucap Vina kepada Ungi
"ya! Vina kemana kamu! kenapa belum kembali? janji tidak akan lama perginya" ucap Ungi kesal dengan Vina yang selalu pergi dan tidak menemuinya saat sampai di Jakarta
"mianhae, aku sibuk nanti aku hubungi lagi" ucap Vina
"ya! Vina! Livina! jangan matikan ponsel nya!" ucap ulangi seraya setengah berteriak kepada Vina yang ternyata sudah mematikan telpon nya.
Vina melepas earphone nya dari telinganya dan melajukan kembali mobilnya, sebentar lagi dia akan sampai di rumahnya, tapi berhubung jalanannya tidak muat untuk satu mobil ia segera turun dan mulai memasuki gang rumah nya. sesampainya di sana ia melihat ada 2 anak kecil wanita. salah satunya sangat mirip dengan Kelvin .
"itu pasti Adelia dan Ara, Ara Ara bisa liat bunda nak, bunda di sini bunda kembali buat Ara" ucap Vina dengan suara berbisik sambil memerhatikan kedua anak itu
sampai tiba tiba ada anak kecil laki laki yang menghampiri Vina
"Tate Agi apa?Tate liat ala?ala cantip ya Tate, dia adik Ali cantip kan" ucap anak kecil yang lainnya.
"Hay hehehe iya Ara cantik ya, nama kamu Arie ya??" tanya Vina kepada Arie
"iya Tate Tate kenal Ali ya? ko Ali ga inget ya sama Tate" ucap Arie bingung sambil megang bola plastik di tangan nya
"ah Arie ga kenal ko sama Tante tapi papa Arie mungkin kenal sama Tante, Arie mau ga beli jajan eskrim sama Tante tapi syaratnya ajak Ara juga gimana?" tanya Vina kepada anaknya yang sudah lama ia ga temui bahkan Ara dan Arie tumbuh sangat baik dan sehat membuat Vina menangis di buatnya
"baik Ali ajak ala sebental ya Tate" ucap Arie seraya pergi berlari ke arah Ara yang sedang main bunga sendirian di teras rumah.
"ala, ala mau es krim ga?" tanya Arie pada adiknya
"mau Abang, tapi emangna Abang Puna uit? kan kata kakek ga boleh minta uit telus kan ayah ga kasih uit buat beli es klim" ucap Ara polos kepada kakaknya
"udah kalo ala mau Abang bisa beliin ayo ikut Abang" ucap Arie kepada Ara dan menggandeng tangan adiknya untuk ke tempat Vina bersembunyi
"loh Ara Arie mau kemana?"tanya Adel kakak sepupu mereka
"mau beli es klim" teriak Ara kepada Adel yang hanya geleng geleng kepala
"ala jangan bilang bilang nanti kalau es klim nya kulang gimana" ucap Arie kepada adiknya
"maaf Abang" ucap Ara sedih
"baiklah gapapa" ucap Arie yang masih menggandeng tangan Ara untuk ke arah vina
"Abang Masi lama apa ala cape" ucap Ara manja kepada Arie
"sedikit lagi dek tunggu ya, dimana Tate yang tadi ya" ucap Arie
"itu Tate baik temen ayah, katanya mau beliin kita es klim, katana dia kangen sama kita katana dia udah lama ga ketemu kita gitu" ucap Arie menjelaskan kepada Ara
"halo cantik, ini pasti Ara ya? cantik sekali" ucap Vina kepada Ara dan mengelus pipi chubby putrinya itu
"ah makasi Tate, ia ini ala, Tante milip Buna" ucap Ara spontan dan langsung di genggam erat tangan nya oleh Arie
"Hem.. maaf Tate, Ala emang suka salah bicala, tapi Ali juga ganteng kan Tate kayak ayah" ucap Arie kepada Vina membuatnya menitipkan air mata lagi karna dia sangat mirip dengan nya
"ish Abang, kata ayah Abang milip Buna, mana mungkin milip ayah woo" ucap Ara meledek abangnya
"tapi Tate kenapa Tate nangis, apa ala buat Tante sedih?" tanya Ara dan di ikuti dengan anggukan kepala Arie
"hehehe gapapa nak, bukan kok, Tante inget anak Tante kalau ingata kalian, Ara Arie mau kan ikut Tante kita jalan jalan terus beli es krim ya, tapi janji Ara sama Arie jangan berantem ya oke" ucap Vina seraya menyeka air matanya agar tidak terlihat kedua anaknya itu.
"baik Tate" ucap keduanya dan mulai mengikuti Vina menaiki mobilnya. Mereka bertiga berjalan keluar area perumahan itu. Vina mulai pembicaraan nya menanyakan soal ayah mereka kabarnya seperti apa dan tentang kakek bahkan nenek mereka bagaimana keadaan nya. Sudah lama semenjak kejadian itu Vina las kontak bahkan Ungi gada kabar apapun tentang keluarganya. kata Ungi Vina harus kuat agar bisa melawan semua orang yang ingin menjatuhkan nya sampai dia lupa kalau dia masih memiliki keluarga yang mungkin Masi menunggunya.
saat ini Vina ingin membalas waktu yang selama ini terlewatkan, ia ingin anak anaknya mengenalnya juga, dia ingin anak anaknya paham kenapa dia pergi dan dia harap anak anaknya nyaman dengan kehadirannya dan bisa merasakan kelembutan nya. dia mau anak anaknya merasa dia punya Buna dan merasakan kasih sayang ibu yang sesungguhnya.
Arie cerita banyak kalau kakeknya sakit darah tinggi, nenek nya bolak balik ke RS karna sakit yang di deritanya. dia bahkan cerita kalau ayahnya jarang menengok mereka karna sibuk kerja untuk membiayai hidup mereka semua, katanya ayah lagi butuh uang banyak untuk mencari Buna. bahkan Ara menambahkan kalau mereka semua kangen Buna bahkan ayah yang terlihat baik baik aja suka nangis di tengah malam karna keinget Buna. Vina yang mendengarnya seolah tersayat hatinya mendengar anak anaknya harus menderita seperti ini, bahkan anak anak harus jauh dari Kelvin, ada apa dengan laki laki itu kenapa dia bisa menjadi seperti itu, apa benar itu karna dirinya. fikir Vina
"oke Ara Arie kita makan es krim di cafe itu ya giamana??" tanya Vina kepada Ara dan Arie
"boleh Tate, ini cafe langganan Tate Dinda, dan Abang Diki yakan dek" ucap Arie kepada Ara
"iya Abang, Tate ayo tulun kita makan es klim disini aja kayakna enak" ucap Ara yang ga sabar.
"baiklah ayo" ucap Vina seraya menggendong Ara dalam peluknya dan membantu Arie keluar dari mobil mereka bertiga memasuki cafe yang menjual eskrim itu dan duduk menghadap taman dan juga menghadap Playground.
"Tate, ala mau es klim vanila strawberry, ya Tate" ucap Ara kepada Vina
"iya sayang" ucap Vina tersenyum manis ke arah Ara
"Tate kalau Kelvin mau es klim mint Choco ya" ucap Arie kepada Vina
"loh itu kan es krim kesukaan Kelvin" ucap Vina kaget mengetahui kalau Ara sama sepertinya suka eskrim vanila strawberry dan Arie sama seperti Kelvin menyukai mint Choco
"hehehe kan Ali udah bilang kalau Ali sama kayak ayah yakan Tate" ucap Arie kepada Vina
"iya iya sayang, yaudah kalian tunggu di kursi ya Tante pesenin, sekalian sama pancake nya ya kalian pasti belum makan siang gimana?" tanya Vina kepada keduanya yang setuju dengan usulan Vina
Akhirnya Vina mengetahui sedikit demi sedikit kesukaan anak anaknya, saat ini dia sedang memesan makanan dan sesekali memerhatikan keduanya di kursi mereka dan bahkan Ara sangat manis saat memandangnya dan sesekali melambaikan tangan ke arah Vina. Vina hanya bisa tersenyum pahit melihat putrinya dan putranya yang memandang kagum sebagai sosok orang asing bukan sosok bunda apa aku sudah tidak di hiraukan oleh mereka, apa aku masih pantas ya mereka sebut bunda mengingat aku pergi terlalu lama, apa mereka akan memaafkan aku atau memaafkan keadaan ini? maafin bunda ya Ara Arie, Kelvin ku mohon bertahan lah sedikit lagi, dan jangan menyerah untuk Ara dan Arie untuk keluarga kecil kita , aku mencintaimu sangat mencintaimu bahkan sangat mencintai kalian dan merindukan kalian" ucap Vina sedih dengan tatapan sendu ke arah kedua anaknya