
"maaf saya datang terlambat" ucap seseorang dari balik pintu
"kamu.."ucap mereka bersamaan
"ah silahkan duduk Bu Viona" ucap asisten Kelvin
"ah baik, maaf saya datang terlambat" ucap Viona
"ah tidak masalah, ia kan pak" ucap Viki kepada Kelvin
"ah i..iyaa.. ga masalah, Hemm.. untuk yang tadi maaf saya ga maksud" ucap Kelvin seolah masih mengingat kejadian tadi
"umm.. lupakan saja, it's okey.. baiklah bisa kita mulai" ucap Viona kepada para staf agar segera di mulai rapatnya mengenai kerja sama mereka.
Akhirnya rapat berjalan dengan sangat baik dan lancar, bahkan di sana Vina sangat senang bisa terus berada di ruangan yang sama dengan Kelvin menatapnya saat sedang menjelaskan, bahkan memandanginya begitu lama, dia sangat merindukan laki laki itu, seolah dalam dirinya ingin memeluk laki laki itu sekarang juga, tapi ga akan bisa mengingat hanya Vina lah yang mengenali Kelvin tidak dengan Kelvin.
Setelah rapat selesai Kelvin mengajak Vina untuk makan malam bersama. "Umm.. Vio.." ucap Kelvin saat Vina akan meninggalkan ruangan rapat
"ah.. ia.. ada apa ?" ucap Vina kepada Kelvin dalam hatinya sangat berdebar debat saat mendengar Kelvin memanggilnya walaupun sedikit asing karna dia memanggil vio bukan Vina
"ah.. ini.. em.. maksud ku, aku mau ajak kamu makan malam di rumah ku untuk ucapan makasih dan maaf" ucap Kelvin kikuk dan sedikit malu
"ah, maaf?? makasih??? untuk apa apa aku melakukan hal yang membingungkan seperti itu?" ucap Vina yang mulai ga mengerti
"em.. iya maaf untuk kecelakaan pagi ini, dan makasih sudah mau percaya pada perusahaan ku, dan mau bekerja sama dengan perusahaan ku makasih" ucap Kelvin kepada Vina dengan tulus "tapi kalau ga bisa gapapa," ucap Kelvin
"siapa bilang ga bisa, bisa kok, jam 6 aku akan ke rumah mu oke, kirimkan saja alamatnya, sampai jumpa" ucap Vina seraya meninggalkan ruangan itu dan berlari menuju toilet
Kelvin yang mendengar jawaban Viona hanya bisa bernafas lega saat ini, karna perempuan itu mau di ajak makan malam bersama, entah kenapa Kelvin memerhatikan Viona sedari tadi rapat di mulai sampai rapat selesai, bahkan ia memerhatikan Viona yang sesekali mencuri pandang ke arahnya terang terangan. ia melihat Viona adalah wanita berbeda, seolah ia sangat tulus membantu dan mau bekerja sama bersama perusahaan Kelvin. jadi gada salahnya jika ia mau ajak Vina makan malam toh ini demi kelangsungan kerjasama mereka. Sekarang masalahnya ialah apa anak anak mau makan malam bersama wanita selain bundanya, secara terakhir kali makan bersama Arin mereka malah saling rebut dan malah membuat kegaduhan di ruang makan. Aku harus menghubungi mereka dan membujuk mereka agar tidak mengacaukan nya. karna Viona adalah orang yang Kelvin harapkan untuk kelangsungan perusahaannya.
Vina ngos-ngosan di dalam kamar mandi dengan deru nafas yang menggebu-gebu, ia segera mengatur nafas sebelum akhirnya ia teriak kesenangan karna bisa makan malam bersama keluarga kecilnya yang ia nanti nantikan. untung saja Ungi memberitahukan Vina semua kesukaan anak anaknya tempo lalu, bahkan Vina mengingat semuanya sekarang. "astaga aku lupa aku harus menjemput anak anak pasti mereka menunggu ku" ucap Viona segera pergi keluar toilet berlari menuju parkiran dan segera menghubungi sopir pribadinya untuk segera pergi ke taman kanak-kanak tempat Ara dan Arie sekolah.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Vina sampai di TK itu dan segera menghampiri Ara dan Arie yang sudah menunggunya sedaritadi. bahkan ibu guru mereka mengira Vina adalah ibu dari Ara dan Arie yang sebenernya memang ia.
"maaf sebelum nya, anda siapa ya? Anda ga bisa menjemput mereka karna kami tidak mempercayai anda" ucap guru Ara dan Arie
"ah kenalkan saya.." ucapan Vina terhenti saat anak anak malah memanggilnya dengan sebutan Momy
"Momy...!!!" teriak anak anak
"ah annyeong sayang.." ucap Vina kepada kedua anaknya Ara dan Arie
"annyeong Momy.." ucap keduanya seraya memeluk dan mencium pipi Vina membuat Vina kaget di buatnya, bahkan ibu guru mereka pun terkejut
"ah gapapa Bu, makasih sudah menjaga anak anak saya, iya saya Momy nya anak anak, saya jemput karna kemungkinan suami saya telat jemput maaf ya " ucap Vina sopan
"baiklah Bu silahkan, Ara Arie hati hati ya" ucap Bu guru
"iya Bu, makasih untuk hari ini ibu" ucap Ara dan Arie seraya Salim kepada gurunya dan segera menggandeng tangan Vina untuk pulang bersama.
"Momy mana pesanan Ara??" tanya Ara yang sudah ga sabaran
"ada di mobil sayang, ayo kita pulang oke" ucap Vina kepada kedua anaknya
akhirnya mereka masuk ke mobil Vina bersama, mengobrol tentang kegiatan mereka hari ini sambil memakan cemilan yang Vina bawa, dan mereka menikmati itu semua. "sayang Momy mau tanya apa ayah kalian selalu bilang bahwa bunda kalian ada?? dan siapa wanita yang di anggap Momy kalian??" tanya Vina penasaran dengan wanita itu dan kebenaran tentang Kelvin yang masih menunggunya.
"iya Momy, ayah selalu bilang ke Bu guru kalau bunda sedang sibuk jadi ga bisa anter jemput kami, dan mereka percaya. untuk wanita itu itu adalah Tante jahat yang sering kita ceritakan Momy, iakan Ara" ucap Arie
"iya Abang,. Ara takut mommy, dia sangat jahat Ara maunya Momy aja yang jemput pasti seru" ucap Ara kepada Vina
"baiklah Momy akan jemput kalian kalau ayah kalian ga jemput ya, kalau ayah kalian jemput Momy ga bisa jemput maaf ya" ucap Vina mencoba menjelaskan kondisinya kepada kedua anak itu
"baiklah Momy its okey, oh ia Momy kan udah bantu perusahaan ayah, pasti ayah bakal makin Deket sama Momy, Momy bantu kami lepasin papa dari Tante jahat ya sampai bunda datang, mau ga?? janji kami ga akan nakal, bahkan nanti malam kami akan jadi anak yang baik " ucap Arie kepada Vina seolah memohon
"iya sayang, Momy bersedia kok, apapun asal kalian senang tapi ingat kata kata Momy, untuk tidak saling kenal saat didepan ayah kalian, oke" ucap Vina menjelaskan dan mereka mengerti
Akhirnya mereka sampai di taman dekat rumah Ara dan Arie mereka main bersama untuk beberapa saat, Vina sangat senang melihat anak anaknya yang mulai mau terbuka dengan nya, bahkan sangat senang melihat mereka terus bertingkah imut dan lucu bahkan manja kepadanya, dia sangat merasa anak anaknya mulai menerimanya, semoga anak anaknya juga merasakan ketulusan nya.
Sementara itu Arin kaget saat sampai di TK anak anak bahwa mereka sudah di jemput oleh Momy nya. Arin langsung menghubungi Kelvin. Kelvin yang mendengar anak anaknya gada di sekolahan nya kaget menyusul Arin kesana, dan gada siapa siapa di sana sudah sepi bahkan Arin tidak terlihat sampai akhirnya ia bertemu Arin di minimarket.
"Arin! dimana anak anak? kata siapa dia udah di jemput aku telat jemput makan nya aku minta kamu yang jemput kamu gimana sih" ucap Kelvin kesal kepada Arin
"aku mana tau kalau mereka udah pulang mana gurunya bilang dia di jemput mamanya, berarti apa momynya udah pulang?" ucap Arin seraya kesal
"apa maksudnya" ucap Kelvin yang langsung meninggalkan Arin dan pergi memasuki mobilnya dan menancap gas dengan cepat dan meninggalkan Arin lagi dan lagi.
"sial aku di tinggal lagi kurangajar!" kesal Arin
Kelvin segera berlari ke dalam rumahnya dan menemukan pembantunya yang membukakan pintu, "bi dimana anak anak?, apa bunda mereka pulang???' tanya Kelvin kepada bibi
"ah hahahaha, jangan nakal ampun ampun janji ga lagi lagi kok ampun ya maafkan Momy" ucap suara itu..
Kelvin yang mendengarnya langsung segera ke kamar anak anak, bahkan menghiraukan bibi yang ingin menjelaskan...
"Ara Arie.. apa benar Livina sudah pulang.. apa benar ia kembali.." ucap Kelvin kepada dirinya dan saat ia sampai di depan pintu kamar anak anaknya ia melihat wanita itu.. tengah bercanda dan bergurau bersama anak anaknya.. membuatnya kaget dan ga terasa ia menangis melihat itu, melihat anak anaknya sangat berbeda