She Is Momy

She Is Momy
08



"Sialan wanita itu! aku harus menyelidikinya secepat mungkin kalau tidak bisa bisa posisi ku terancam." ucap Arin seraya melepas kulit sintesis itu dari wajahnya..


Viona, Kelvin, Ara, Dan Arie mereka keluar rumah bersamaan untuk mengantar anak anak ke sekolahan nya. sedangkan Viona akan kembali ke rumah tapi Kelvin bersih keras untuk mengantarnya alhasil mereka jalan bersama selayaknya satu keluarga kecil yang sangat bahagia.


"anak anak sudah bawa bekelnya kan?ada yang tertinggal tidak?" tanya Viona kepada Ara dan Arie


"gada Momy, ga perlu khawatir kami selalu list semua keperluan kami, kata ayah itu penting agar tidak ada yang terlupakan" ucap Arie


"baiklah kalau gada yang tertinggal" ucap Viona yang lega akan hal itu ternyata Kelvin mengajarkan banyak hal pada anak anak.


"baiklah, anak anak di kursi belakang biar Tante Viona duduk di depan ya" ucap Kelvin


"baiklah ayah" ucap Ara dan di setujui Arie


"ada apa bi??" tanya Viona kepada bibi yang tersenyum memiliki arti yang berbeda


"ah tidak non, saya hanya berfikir kalian seperti keluarga yang utuh dan sangat bahagia, semogga kalian selamanya seperti ini yah, dan semogga semuanya cepat selesai dan berakhir" ucap bibi membuat Viona dan Kelvin terhenti saat ingin masuk ke mobil


"maksudnya bibi apa?" ucap Kelvin yang merasa terganggu dengan ucapan bibi


"ah tidak, tuan sebaiknya kalian segera berangkat karna ini sudah hampir siang" ucap bibi mengalihkan pembicaraan yang akhirnya di setujui oleh Kelvin sementara Viona hanya menempelkan jari telunjuknya ke arah mulutnya dan mengisyaratkan bibi untuk diam jangan membuat semuanya berantakan dan bibi hanya menganggukkan kepalanya


Saat mereka akan meninggalkan perkara gan rumah menuju taman kanak kanak tempat sekolah Ara dan Arie ternyata mobil mereka di ikuti oleh Arin, karna Arin ingin menyelidiki kebenaran tentang Viona, itu siapa.


Sesampainya mereka di sana Viona langsung membantu anak anak keluar dari mobil dan mengantar mereka sampai lorong kelas Ara dan Arie, Kelvin mengikuti dari belakang mereka bertiga, bahkan Kelvin sempat melihat kedekatan mereka seolah sudah saling mengenal cukup lama.


"Momy, nanti siang jemput kita ya, kita ke tempat makan eskrim waktu itu bagaimana?? ayah ayah oke Momy??" ucap Ara kepada Viona


"boleh saja asal nilai Ara dan Arie bagus dalam pelajaran hari ini bagaimana?? dan ijin ayah dulu apa ayah mau ikut makan es krim bersama kalau gamau jangan di paksa ya" ucap Viona ramah dan ke ibuan kepada Ara dan Arie


"baiklah bunda, Ara janji nilai hari ini Ara akan dapat nilai sempurna" ucap Ara kepada vio.


hingga sampailah mereka di lorong kelar Ara dan Arie. Ara dan Arie menarik tangan vio yang mereka genggam membuat vio membungkukan tubuhnya dan alhasil mereka dapat mencium pipi Viona yang kanan Ara dan kiri Arie. sekejap membuat Viona kaget dan akhirnya hanya tersenyum dan mencium keduanya bergantian.


"loh kalian hanya kiss ke Momy aja ga kiss ke ayah??" tanya Kelvin yang sedikit cemburu karna anak anak lebih peduli kepada Momy alias Viona yang baru mereka kenal ketimbang dirinya yang ayah mereka yang merawat mereka dari bayi seorang diri.


"ada syaratnya, asalkan ayah mau makan es krim sama Momy dan kita siang ini kita akan cium ayah" ucap Arie dan di setujui oleh Ara


"apa??apa kalian akan makan es krim bersama?"tanya Kelvin kepada kedua anaknya dan serentak mereka menganggukkan kepala mereka dan saat Kelvin menoleh ke arah Viona dia hanya bisa tersenyum manis yang membuat Kelvin salah tingkah dan hanya bisa mengikuti kemauan anak anak mereka.


"baiklah ayah ikut" ucap Kelvin mambuat kedua anak itu loncat loncat kegirangan dan ga sengaja mendorong Viona hingga mencium pipi Kelvin karna sebenarnya ia sedang memerhatikan Kelvin jadilah Viona mencium pipi Kelvin dengan kaget ia langsung tertunduk malu


"ma..maaf aku ga sengaja" ucap Viona bingung dan berakhir meninggalkan ketiganya menuju mobil. saat itu juga Kelvin ingin memarahi anak anaknya tapi mereka terselamatkan dengan bu guru yang sudah ada di sana menyuruh mereka masuk karna pelajaran akan di mulai. alhasil Kelvin meninggalkan anak anaknya untuk belajar sementara dirinya harus mencairkan suasana kembali bersama Viona.


"Viona.." ucap Kelvin mengetok kaca mobil yang di dalam nya sudah ada Viona


Viona langsung menurunkan kaca mobilnya dan melihat ke arah Kelvin dan hanya tersenyum, Kelvin segera masuk kedalam mobil dan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Viona. Kelvin yang masih gaenak pun hanya diam dengan fikiran nya dan begitu juga dengan Viona. keduanya hanya terdiam selama perjalanan itu sampai akhirnya mereka sampai di kediaman rumah Viona.


saat Viona hendak masuk ke rumah Kelvin menahan tangan nya dan mereka pun kini saling berhadapan satu sama lain. " adapa?apa barang ku ada yang tertinggal?" tanya Viona


"Apa?? santai saja aku baik baik saja, lagipula yang harusnya marah kamu dong aku udah cium suami orang yakan" ucap Viona kepada Kelvin yang hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali


"ah.. itu, aku baik baik saja, hanya saja aku merasa kamu berbeda setelah kejadian itu, jadi aku minta maaf atas nama anak anak, jika kamu tidak mau makan es krim bersama pun aku gapapa aku akan ajak anak anak makan bersama walaupun tanpa adanya kamu, aku akan mencoba membicarakan nya pada anak anak, soal kamu yang mungkin ga bisa ikut bergabung bersama" ucap Kelvin seraya menundukkan wajahnya karna malu.


Viona meraih dagu Kelvin agar menatap ke arahnya, dan berkata "hey.. siapa yang bilang aku ga mau ikut makan es krim dengan kalian? emang diam nya aku aku bilang gitu ya?? perasaan engga deh.. apa kamu mau ajak wanita lain? sampai bilang seperti itu?" tanya Viona yang sedikit kesal dengan pengakuan Kelvin


"tidak.. bukan.. bukan maksudku demikian, habisnya kamu seperti merajuk jadi aku bingung harus gimana, kamu tau aku sudah di tinggal istriku cukup lama, aku tidak terbiasa dengan merajuknya, aku jadi salah sikap gini maaf" ucap Kelvin kepada Viona


"hahaha.. santai saja, baiklah jika kamu tidak akan mengajak wanita lain, ingat aku ikut ya nanti jemput aku saja, aku ada di rumah kok" ucap Viona kepada Kelvin


"baiklah" ucap Kelvin kepada Viona


saat mereka akan berpelukan selamat tinggal Ungi datang di balik daun pintu dan mengawasi keduanya sebelum akhirnya saat mereka akan berpelukan Ungi langsung memanggil Viona.


"VIONA!! darimana saja kamu? jam segini baru pulang?" ucapan itu sontak membuat keduanya kaget dan tidak jadi berpelukan dan malah menatap Ungi dengan tatapan sebal.


"Aish jinjjayo! kenapa sih Oppa datang di waktu yang ga tepat ah" kesal Vina kepada Ungi dalam hatinya


"ish siapa sih kokoh kokoh ini! nyebelin banget datang tanpa permisi! orang tuh datang pas orang udah berpelukan bukan pas seperti ini kesal Kelvin dalam hatinya


"ah Oppa, sejak kapan kamu di luar? aku tidak melihat mu" ucap Viona ngeles seraya menekankan setiap ucapan nya


"ohh ternyata dia abangnya Viona" ucap Kelvin dalam hati


"hallo, Oppa saya Kelvin teman kerjanya Viona" ucap Kelvin kepada Ungi


"darimana saja kamu? kenapa kamu baru balik?!" marah Ungi saat Viona sudah menghampirinya


"mianende.. yagsoghae gakan terulang lagi" ucap Viona kepada Ungi


"masuk mandi dan makan" ucap Ungi kepada Viona dan langsung masuk kedalam rumah di susul Ungi masuk dan mengunci pintu rumah membiarkan Kelvin yang terdiam tanpa ucapan salam atau apapun


"argh! jinjjayo..wae.. kenapa dia sombong sekali! menyebalkan" ucap Kelvin seraya meninggalkan rumah itu untuk kembali ke kantornya


Sosok Ungi..


•Dingin


•Diam diam Perhatian


•Sulit di tebak


•Terkanal Sadis


•Dan hanya jatuh Cinta sekali dalam hidupnya