
Kelvin langsung membawa kedua anaknya pulang ke rumah mereka, Kelvin sengaja menjauh dari Arin karna dia ga suka kalau Deket Arin, apalagi dia tau betul niat Arin mendekati kedua anaknya untuk apa. iya, selama ini Kelvin berpura pura bodoh dan seolah bersikap normal jika berada di dekat Arin padahal dia sangat ga nyaman semenjak kehilangan Vina sikapnya kini seolah kembali seperti semula. Seolah ia ga bisa lagi di dekati wanita apalagi bukan Vina, dia bahkan bingung kenapa penyakit lamanya kembali dia sudah Konsul ke dokter dan dokter diagnosis dia baik baik aja tapi dia merasa aneh kalau di dekat perempuan lain.
Alhasil seperti ini lah dia, menjadi pribadi cuek dan dingin jika dengan wanita lain. "ayah kenapa ayah hanya diam?apa ayah malah sama kak Ali kalna ka Ali minta mama Balu?" tanya Ara kepada ayah
"ah.. engga sayang, lagian maksud Arie apa minta mama baru? apa Arie ga suka sama Tante Arin? bukan nya Tante Arin baik sama kalian? apa Arie ga sayang sama bunda lagi?" tanya Kelvin kepada anaknya
"emm.. engga ayah, Arie masih sayang bunda walaupun bunda belum bisa kembali, tapi ayah kita ga suka Tante Arin, dia jahat ke kita dia ga bener bener tulus sama kita, dia sayang kita kalau ada ayah aja, ia kan Ara?" ucap Arie meminta pembelaan dari adiknya
"ia ayah, Tante itu jahat dia bilang dia mau gantiin posisi bunda dan mau jadi bundanya kita, ayah harus percaya kita, kita mau ayah cariin mama baru yang bisa jaga kita bukan kayak Tante Arin jahat" marah Ara kepada Kelvin dan Kelvin hanya mengelus rambut anak perempuan nya itu
"baiklah nanti kita bicarakan ya, besok kalian harus sekolah lagi ya kan udah masuk sekolah, belajar yang pintar biar pas bunda pulang kalian udah pintar dan bisa jagain bunda dan sayang sama bunda ya, jadi anak yang nurut ya sayang, maaf kalau ayah harus deketin kalian ke Tante Arin ayah gada pilihan maaf ya nak" ucap Kelvin kepada kedua anaknya Arie yang mengerti ini soal pekerjaan dia langsung meminta ponselnya kepada Kelvin untuk mengabari tante Viona.
Vina mengaku kepada kedua anak nya bahwa namanya Viona.
^^^"selamat malam Tante"^^^
^^^"Tante ini Arie, Tante sudah bobo ya??"^^^
setelah Arie mengirim pesan itu dia hanya terdiam memandangi jalan hingga lama kelamaan dia mulai tertidur. Kelvin yang melihat kedua anaknya sudah tertidur dengan nyaman dia langsung menyelimuti anaknya dan segera memacu mobilnya lebih cepat agar anak anaknya bisa tidur dengan nyaman di kamar mereka masing masing.
Vina yang terbangun mendengarkan nontifikasi ponsel nya segera membuka pesan yang berada di ponselnya. dan betapa terkejutnya bahwa pesan itu dari anaknya Arie. ia mengetahui dari photo profil WhatsApp nya adalah foto mereka bertiga, yaitu Kelvin Ara dan Arie.
Vina segera membalas pesan itu dengan terburu buru takut sang anak menunggu pesan nya karna pesan itu sudah 15 menit yang lalu
"selamat malam Tante"
"Tante ini Arie, Tante sudah bobo ya??"
^^^"Malam juga sayang.."^^^
^^^"Tante udah nunggu pesan kamu sampai Tante ketiduran maaf ya"^^^
^^^"sayang"^^^
^^^"Arie.."^^^
^^^"Arie.."^^^
^^^"kamu sudah tidur ya?? baiklah mimpi indah ya, love you"^^^
tulis Vina pada pesan WhatsApp itu. sementara Kelvin tidak menyadari kalau ponsel anaknya berdering terus menerus karna dia sedang mengangkat Ara untuk ke kamar terlebih dahulu dan di susul mengangkat Arie untuk di bawa ke kamar juga. Kelvin segera membawa barang barang mereka dan menaruhnya di kamar mereka.
kamar Ara dan Arie masih satu ruangan dengan sisi yang berbeda, Ara bernuansa putih dan Arie bernuansa biru laut, sisi Ara penuh dengan dekorasi mainan mainan perempuan begitupun Arie yang penuh dengan mainan mainan laki laki. tapi di tengah tengah kamar mereka terpampang foto Vina yang sangat besar bahkan banyak barang barang Korea milik Vina di sana. Ara berpesan ia mau barang bundanya terpasang di kamar mereka agar mereka bisa semakin dekat dengan mamanya. bahkan Ara suka mendengarkan lagu BTS karna banyak album BTS di sana.
Kelvin memandangi kedua anaknya menatap anaknya dengan tatapan sedih, tanpa dia sadari ia menangis membayangkan dia sudah merawat anak anaknya hampir 4 tahun tanpa Vina, bahkan ia juga merasa keluarga mereka tidaklah lengkap tanpa sosok Vina di antara mereka. Kelvin bertanya tanya dimana istrinya kemana lagi dia harus terus mencari dan mencari istrinya itu. bahkan bibi hanya bisa sedih melihat majikan nya menangis tanpa suara karna takut anak anaknya nangis. di sana ia juga hanya bisa berdoa agar keluarga mereka cepat kumpul kembali bahkan jangan sampai di pecah belah lagi karna kasian Ara dan Arie kehilangan kasih sayang bundanya, jahat memang orang yang memisahkan ibu dan anak anaknya bahkan memisahkan suami dari istrinya.
pagi berlalu dengan sangat cepat Ara dan Arie bersiap untuk pergi ke sekolah di bantu oleh Kelvin dan bibi, mereka sekarang sudah duduk di meja makan mereka. "anak anak, kemungkinan ayah akan telat jemput kalian, kalau belum di jemput sama pak sopir kalian bisa kan tunggu di kelas kalian aja ya jangan kemana mana oke" ucap Kelvin mengingatkan anak anaknya ga sembarangan keluar kelas.
"baik ayah" ucap Ara dan Arie
"baiklah Momy kami harus ke kelas dan ponsel ini harus di simpan kembali kepada Bu guru, dadah Momy"
^^^"dah sayang, baiklah jika ayah kalian ga bisa jemput Momy akan jemput ya, nanti kita main dulu sampai ayah kalian jemput"^^^
"ah benarkan Momy asik"
"Ara"
^^^"hallo anak cantik, iaa nanti Momy jemput ya sayang oke.."^^^
^^^"Ara mau Momy bawain apa nak?"^^^
"Ara mau es krim Momy, sama Chiki oke"
^^^"baiklah, semangat ya anak anak Momy sekolahnya sayang kalian🤗😍🥰"^^^
Ara dan Arie sepontan tertawa dengan emoticon yang dikirimkan oleh Vina.
"astaga anak anak ayah kenapa nih liatin ponsel sampai senyum senyum gitu boleh ayah tau?" tanya Kelvin kepada kedua anaknya
"ah ayah, udah ayah sana kerja, Ara sama Arie harus kumpulkan ponselnya ke ibu guru, ayah kerja sana kami juga mau masuk sekolah bye ayah" ucap Arie
dan Kelvin hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang sedikit aneh tapi ia hiraukan, dan dia mencium kedua anaknya, dan begitupun sebaliknya.
Vina yang sudah mendapat info dari anak laki lakinya segera menghubungi beberapa kantor cabang untuk meminta kerjasama dengan kantor Kelvin, untuk pembangunan sebuah panti asuhan di daerah Bogor, bahkan ia meminta untuk ia yang turun tangan untuk mencoba mendekati Kelvin juga anak anaknya.
Dan di setujui oleh beberapa kantor cabang. tapi berbeda dengan Ungi ia segera menghubungi Vina dan memarahinya sebab ia jadi mau tidak mau membatalkan kerja samanya dengan perusahaan lain karna Vina malah mau pakai vendor Kelvin. tapi Ungi hanya akan melihat apa yang adik tirinya perbuat karna dia sudah lama tidak melihat Vina bersemangat seperti ini.
"baiklah seterah padamu saja! tapi ingat jangan sampai membahayakan mu, apalagi sampai kamu ketahuan oleh Audy" ucap Ungi gamau adiknya kenapa Napa
"greseo Oppa, annyeong" ucap Vina dan panggilan terputus
Vina segera ke kantor Kelvin untuk bertemu dengan Kelvin. Tapi entah jodoh atau apapun itu mereka bertemu dengan Vina yang ingin masuk ke perusahaan dan Kelvin yang sedang akan keluar untuk menyetujui rapat dadakan. keduanya saling bertabrakan dan membuat beberapa file yang di pegang keduanya jatuh berserakan. masih dengan posisi jatuhnya Kelvin menata kembali dokumen nya dan menyusun kembali dokumen Vina dan menyerahkan nya kepada Vina.
Vina yang di berikan berkas berkasnya oleh Kelvin masih ga bisa melepas pandangan nya kepada Kelvin sampai ia hampir menangis jika ia tidak menahan nya. "maaf aku sedang buru buru, maaf karna aku sudah membuat mu terjatuh, apa ada yang luka?" tanya Kelvin perhatian kepada Vina Vina yang masih terdiam pun ga bisa menahan air matanya untuk menetes dan airmatanya jatuh juga saat ia bertatapan dan di sentuh oleh Kelvin lagi dia sangat kangen dengan suaminya itu ia ingin memeluk suaminya tapi tidak mungkin.
"ah apa kamu terluka cukup parah? kenapa kamu menangis??" tanya Kelvin panik
"ah.. gapapa aku baik baik aja ko, maaf sudah membuat mu repot, ah kenalin aku Viona" ucap Vina menyamar
"ah Viona, seperti tidak asing saya kelvin, baiklah saya harus pergi permisi" ucap Kelvin dingin tapi masih mencoba biasa saja
Kelvin datang ke ruangan rapatnya tapi masih sepi hanya ada beberapa stafnya kata stafnya klien nya sedikit telat, Kelvin bersyukur karna klien nya datang telat sebab ia malah gamau kalau ia yang datang telat. apalagi ini kerja sama yang sangat penting bagi perusahaan nya.
"maaf saya datang terlambat" ucap seseorang
•hayo siapa yang penasaran dengan kelanjutan cerita She is
Momy jangan lupa like komen dan shere love you all