She Is Momy

She Is Momy
03



Vina menghampiri kedua anak itu dengan membawa es krim dan juga pancake untuk di makan keduanya.


"waw itu telihat enak Tate, boleh Ala makan?" tanya Ara kepada Vina


"boleh dong sayang kan di beli untuk di makan, ayo makan dulu nanti habis makan kita jalan jalan lagi oke" ucap Vina kepada Ara dan Arie


akhirnya mereka menurut kepada Vina dan akhirnya mereka memakan makanan siang mereka pancake dan juga es krim. Vina membantu menyuapi Ara dan sesekali bergantian menyuapi Arie juga mereka berdua terlihat senang dengan perlakuan Vina hari ini, bahkan sesekali Arie bertingkah manja kepada Vina seolah mereka sudah sangat dekat bahkan ga segan segan Vina pun manjain keduanya dengan mengajak mereka jalan jalan sekitar sana setelah habis makan, bahkan keduanya seolah sangat menikmati nya.


"Tate, makasih yah sudah ajak ala dan Ali jalan jalan, semenjak kakek sakit dan omah sakit kita jarang jalan jalan, kalna, ayah sibuk cari uang untuk belobat lake dan omah, apalagi sekalang ada Tate jahat ya Ala" ucap Arie kepada Vina dan juga Ara di sampingnya


"maksud kalian Tante jahat itu siapa ya nak? apa dia benar jahat atau kalian yang susah di atur hayo???" ucap Vina seolah ingin mencairkan suasana agar mereka tidak curiga kalau sebenernya Vina sangat ingin tau wanita yang di maksud kedua anaknya ini.


"iya Tate itu jahat Tate , dia suka malahin ala sama Abang Ali kalau kita telalu ganggu ayah dan telalau minta di temani ayah, pokoknya ala gak suka sama Tate itu! ala mau Tate yang jagain kita ya bang" ucap Ara kepada Arie


Vina yang mulai paham akhirnya mulai menasehati keduanya agar mereka mau nurut dengan nya dan imbalan nya ia akan bisa bertemu terus dengan mereka. "tapi Tate gimana calanya?" tanya ara dan Arie bersamaan


"baiklah Tate, boleh ga ala panggil Tate Momy?" tanya Ara kepada Vina


"ala! jangan sembarang bicala, ala lupa kita kan punya bunda, kata ayah bunda pasti kembali ayah pelcaya itu, dan semua pelcaya bunda pasti datang ala jangan patah semangat gitu dong, kan kita janji sampai bunda pulang kita halus jadi anak yang baik ga nyusahin kakek nenek atau om Tate, jangan bilang gitu minta maaf" ucap Arie marah kepada adiknya


"Arie, nak sudah ya, kamu ga boleh keras gitu sama adik mu, Tante gapapa di panggil Momy sama Ara Tante seneng kok di panggil itu, Arie juga boleh panggil Tante mommy, Ara gada maksud buat lupain bunda kalian mungkin Ara cuma kangen sama sosok bunda, Tante beneran ga masalah kalau kalian anggap Tante bunda kalian, bunda kalian pasti sedih kalau liat kalian selalu bertengkar, atau Arie terlalu keras sama Ara jangan gitu ya nak" ucap Vina mencoba menjelaskan kepada Arie


"iya Tate, makasih udah di ingetin, tapi Tate kata ayah Arie harus bisa lindungin ala dan harus jaga bunda, kemalin Arie udah kehilangan bunda Ali gamau kehilangan ala juga, makan nya Ali gini maaf ya Tate, dan makasih udah ingetin Ali dan makasih kalna Tate mau di panggil Momy" ucap Arie tulus


Vina paham , dia teringat saat mereka masih bayi saat Kelvin bilang ke Arie kalau dia harus bisa jaga Ara dan dirinya kalau besar nanti sebab Kelvin ga akan selamanya ada di sampingnya, dan benar ternyata Kelvin didik anak mereka dengan benar, jadilah Arie seperti pribadi yang sekarang.


"iya sayang sama sama, sekarang Arie minta maaf sama adiknya, bilang Arie janji akan jauh lebih perhatian dan ga akan marah marah lagi oke" ucap Vina dan di terima oleh Arie.


akhirnya Arie langsung menghampiri Ara dan menyodorkan jari kelingkingnya untuk minta maaf kepada Ara lewat caranya sendiri. Ara yang mengerti langsung mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Arie dan mereka berpelukan saling meminta maaf dan seolah saling menguatkan.


setelah itu Vina menjelaskan niatnya kepada Arie dan Ara. bahkan Vina meminta untuk keduanya ga cerita jika sewaktu waktu ayah mereka menanyakan daritadi kemana saja, atau pergi dengan siapa karna Vina bilang jika mereka bilang kalau hari ini mereka pergi dengan nya pasti ayahnya akan marah bahkan Tante jahat itu akan senang kalau keduanya di marahi oleh ayah mereka. alhasil mereka berdua menurut. Vina dan kedua anaknya akhirnya pulang setelah lelah bermain seharian. kini sudah pukul 8 malam Vina baru sadar kalau merek main terlalu lama pasti keluarga Kelvin dan keluarganya sudah mencari kedua anaknya ini.


"sayang masih ngantuk ya??" ucap Vina kepada Ara dan Arie yang hanya saling mengucek kedua mata mereka


"baiklah, maaf Tante ga bisa anter kalian sampai ke rumah kalian jalan berdua gapapa ya, Arie Tante titip Ara ya, pegangin adiknya jangan sampai jatuh, ingat pesen Tante ya. pegang ini ini no Tante oke, Arie harus simpen baik baik jangan sampai Tante jahat tau, oke, mommy sayang kalian" ucap Vina seraya mencium kedua anaknya dan memeluk sebelum akhirnya mereka berpisah.


saat Vina mau pergi Ara langsung mengejar Vi kembali membuat Arie kaget dan ikut mengejar adiknya itu. ternyata Ara hanya ingin mencium Vina dan Salim kepada dirinya itu membuat Vina menangis di buatnya, betapa bersyukur nya dia bisa bertemu kembali dengan anak anaknya walaupun dengan cara seperti ini, bahkan anak anaknya tumbuh dengan sangat baik. "Tate nangis?" ucap Arie


"ah ga kok sayang, Tante hanya kelilipan aja matanya" ucap Vina mengeles


"mau ala tiupin ga Momy, kata ayah kalau kelilipan di tiup langsung hilang perihnya" ucap Ara


"ah gausah sayang gapapa kok, Ara sama Arie pulang ya, hati hati Tante juga harus pulang oke pasti kakek sama nenek sudah nunggu Ara sama Arie yakan" ucap Vina kepada keduanya


"iya Momy, Momy Ara sayang sama Momy, Momy cepat datang ya Momy harus buat Tante jahat pergi seperti janji Momy ya oke" ucap Ara kepada Vina yang malah membuatnya makin menangis, akhirnya mereka benar benar berpisah kembali dengan Vina yang menatap kepergian keduanya yang mulai jauh dari pandangan nya.


Vina kembali menaiki mobilnya dan mengendarainya ke rumah yang saat ini ia tempati. setelah perjalanan panjang nya akhirnya dia sampai di rumahnya. hari ini penuh dengan emosional, mengingat hari ini hari dimana ia menemukan kedua anaknya yang sekarang sudah tumbuh sangat cepat, bahkan mereka sangat bahagia saat Vina mengajaknya jalan jalan. Vina memasuki rumahnya dan duduk di sofa seraya melemaskan seluruh tubuhnya yang sangat kelelahan. baru saja Vina akan terlelap


"Vina! apa apan ini! kamu ya udah aku bilang jangan terlalu gegabah apa maksudnya dengan mencari langsung anak anak mu! kalau sampai kelacak oleh Audy bagaimana?!" marah Ungi kepada Vina


"aish jinja! ya! Oppa aku sangat lelah bisakah kamu memarahiku nanti saja saat aku sudah menstabilkan energiku? huh yang benar saja!" marah Vina dan meninggalkan Ungi di ruang tamu sendirian sedangkan dirinya kembali ke kamar untuk istirahat.


ini adalah sosok Arie dan Ara


Arie



Ara