She Is Momy

She Is Momy
Complete..



Kelvin hanya mematung di depan pintu kamar kedua anaknya saat melihat apa yang sedang di lakukan anak anaknya dan dengan siapa mereka bercanda dan bahkan tertawa dengan sangat keras. bahkan ga menghiraukan nya yang sudah ada di sana. tanpa Kelvin sadari ia menitikan air mata, karna sudah lama ia ga melihat anak anaknya sebahagia ini, bahkan seolah mereka sudah kenal lama.


"kamu.." ucap Kelvin pada akhirnya membuat ketiga orang yang sedang bercanda seolah menghentikan permainan mereka.


"ah mianhae.. aku.. aku ga maksud berantakin rumah kamu, ah.. tadi aku... ketemu anak anak mu saat mau kesini, mereka pulang berdua jadi aku mengajak mereka untuk bareng maaf, dan jangan salah paham aku kenal mereka saat melihat foto mereka di kantor mu maaf" ucap Vina seraya akan keluar dari kamar anak anak.


belum Vina melangkah keluar Kelvin langsung menahan tangan nya dan menarik tangan itu untuk memeluk Vina. Vina yang kaget dengan pelukan itu hanya terdiam membeku dan ga bisa berkata apa apa bahkan ga bisa bergerak sedikit pun. Rasanya ia ingin memeluk balik Kelvin karna ini yang ia ingin lakukan sedari tadi pagi karna rasa rindu yang tidak terbendung. Vina mendengar Kelvin sedikit menangis membuat Vina memeluk nya balik dan mengelus punggung lebar milik suaminya ini.


"sudah Vin.. its okey" ucap Vina menenangkan Kelvin


"maaf.. aku hanya panik karena aku kira anak anak hilang, ternyata engga , makasih sudah menjemput mereka bahkan pulang sama sama. maaf merepotkan mu, ga masalah untuk kamar yang berantakan ini aku sudah lama ga liat mereka sebahagia ini makasih udah buat mereka bahagia." ucap Kelvin seraya menyeka aiir matanya


"ayah.. kenapa ayah menangis?" tanya Ara yang peka dan menghampiri Kelvin dan minta di gendong olehnya


"ah gapapa ayah baik baik aja, kalian kenapa panggil Tante ini Momy ga boleh ya ga sopan, dia kan teman ayah Tante ya" ucap Kelvin


"gamau.. Ara maunya panggil Momy, sampai bunda pulang maunya panggil Momy'' ucap Ara


"iya ayah, orang Tante Vio ga keberatan juga kita panggil Momy iya kan Momy" ucap Arie


"iya sayang, gapapa kok Vin, itu bagus juga, aku ga masalah" ucap Vina kepada Kelvin


"baiklah, jika kamu gapapa" ucap Kelvin kepada Vina


saat mereka ber empat keluar kamar bersama menuruni anak tangga Arin datang dengan muka sok di baut panik berkata. "apa perlu aku lapor polisi atas kehilangan putra dan putri mu?" ucap Arin seraya menaiki anak tangga.


"apa maksud kamu lapor polisi, mereka baik baik saja apa kamu ga bisa lihat" ucap Kelvin kesal kepada Arin yang ga becus menjaga kedua anaknya


sedangkan kedua anak itu malah meledek Arin yang malah terlihat bodoh itu. "tunggu, ini apa maksudnya? siapa wanita itu Kelvin? kenapa dia bersama dengan mu? kenapa dia menggendong putra mu?" ucap Arin kesal seraya mengepalkan tangan nya


"kenapa ada masalah? dialah yang menyelamatkan anak anak, bahkan dia yang menjaga dan mengajak mereka main, kamu kemana sibuk apa kamu! hanya sibuk berakting peduli kepada mereka padahal kamu sama sekali ga tertarik dengan anak anak ku, hanya karna dia bukan anak anak mu?!, sudah sana pulang " ucap Kelvin dingin seraya melewati Arin yang hanya terdiam dan Vina pun begitu bahkan ia sempat mengibaskan rambutnya di depan Arin, dan Arie menyeletkan lidahnya meledek Arin


"dasar anak kurang ajar, siapa sih wanita ini, kenapa aku gatau, apa yang sudah aku lewatkan! sial aku kalah star! ga bisa kayak gini aku harus hancurin Kelvin dengan cepat!" kesal Arin


Arin yang merasa di hiraukan oleh keempat orang itu hanya mengekor dan sesekali melihat kedekatan mereka seolah mereka emang udah di ciptain untuk menjadi sebuah keluarga kecil yang bahagia. Arin memerhatikan Viona dengan seksama, seolah ia mengenali wanita itu, tapi siapa" ucap Arin di dalam hati


Viona mulai ga nyaman karna Arin terus menerus menatapnya dengan terang terangan, dan akhirnya Vina meminta izin untuk membantu bibi memasak untuk makan malam. dan saat Vina akan ke dapur Arin mencoba mengajak anak anak untuk main, tapi anak anak malah memilih untuk ikut dengan Viona yang terus mereka panggil Momy membuat Arin panas di buatnya. "bagaimana bisa anak anak idiot itu memanggil Viona Momy sedangkan dia di panggil Tante jahat kurang ajar! apa sih yang Vio kasih ke mereka sampai nurut banget! aku harus selidiki dia" ucap Arin dalam hati takut Kelvin dan yang lain nya curiga ia sembunyi sembunyi ke toilet untuk menghubungi anak buahnya untuk menekan perusahaan Kelvin dan mwnyelidiki Viona.


saat sudah mengabari anak buahnya Arin berpaparasan dengan Viona. "tunggu!" ucap Arin membuat Viona menanyakan dengan bahasa isyarat menunjukkan dirinya


"iya kamu!" ucap Arin


"kamu kenal Kelvin darimana?! kok aku gatau" ucap Arin


"emangnya harus banget ya aku kasih tau kamu? emangnya kamu siapanya Kelvin?" tanya Vina


"hah! kamu gatau ya aku calon istrinya Kelvin" ucap Arin pede


"kenapa! aku mau tau langsung dari kamu kenapa harus tanya Kelvin, dan apa maksudnya dengan pelukan? kamu mau Manas manasin aku ia!?" marah Arin


"ah manas manasin kamu, emang kamu kompor di panasin, lagian kalau kamu ngerasa panas berarti kamu kurang jago merayu suami orang! awas aku mau masak!" kesal Vina seraya menyikut perut Arin sehingga ia merintih kesakitan.


bibi yang melihat itu segera mengadukan nya kepada Kelvin dan membuat Kelvin memiliki ide untuk menggunakan Viona untuk membuat Arin ga nyaman berada di dekatnya. karna ia tidak nyaman juga berada di dekat Arin.


Saat makanan matang Vina segera menyiapkan makanannya dan menatanya di meja makan, menata dengan sangat rapih anak anak Yang sudah berganti baju dengan pakaian tidur pun sudah turun di bantu bibi. Arin yang gamau Viona duduk dekat dekat dengan Kelvin malah menyerobot kursi Ara yang membuat Ara kesal kepada dirinya.


akhirnya Kelvin malah pindah dan membuat Kelvin tetap dekat dengan Viona. jadi kursi makan itu Arin, Kelvin, Vina, Ara dan Arie . jadi Arin di tengah dengan Kelvin dan Arie di pinggirnya membuat Arie dan Kelvin berhadapan sedangkan Ara berhadapan dengan Vina. Saat Arin ingin mengambil nasi sudah keduluan dengan Vina.


"ah kamu mau aku ambilkan nasi?" tanya Vina kepada Kelvin dan di jawab dengan anggukan.


Vina akhirnya menyendokan semua nasi, Kelvin Ara dan Arie terkecuali Arin.


"loh kenapa semuanya kamu sendokin aku engga?" tanya Arin


"loh kamu mau aku sendokin juga, ga ngomong sih" ucap Vina dan ia menyendoki nasi dengan jumlah yang banyak semua serba banya sampai Arin kesal dengan Vina


"maksud kamu apa apaan sih vio! aku ini program diet kenapa kenapa kamu nyendokin nasi banyak banget di piring aku!" marah Arin


"ah kebanyakan ya, maaf aku gatau, kamu diet toh, apa yang kamu dietin sih Arin, badan tepis kurus gitu ko diet" cibir Vina kesal karna Arin terus cari perkara kepadanya


"Arin diam! jika kamu diet yaudah simple gausah makan, lagian gada yang ajak kamu makan disini malam ini! harusnya kamu berterimakasih karna viona mau siapin makan malam untuk kita dia tamunya tapi kamu malah begini! ini yang mau kamu bilang contoh untuk anak anak ku?! maaf aku ga bisa Rin! makin kesini aku makin sadar kalau kamu punya niat lain deketin aku" ucap Kelvin


"maaf, aku tulus kok, baiklah aku akan makan" ucap Arin mengalah pada akhirnya.


dan setelah itu Vina malah asik sendiri dengan anak anaknya ini pertama kalinya bagi anak anak makan bersama Vina, belom lagi mereka sangat manja sampa Vina membuat Kelvin kadang memarahi mereka yang terlalu manja karna itu merepotkan Viona bagi Kelvin.. anak anak terus meminta di suapi oleh Vina membuat dirinya ga makan sama sekali. Kelvin yang melihatnya pun langsung menyodorkan sendok beserta makanan untuk di makan oleh Vina.


"A..aapa maksudnya ini??" tanya Vina polos


"ayo makan, aaa.. kamu terus menyuapi anak anak tapi kamu sendiri malah ga makan, ayo makan" ucap Kelvin yang memaksa Vina untuk makan.


Vina melihat kesekeliling nya dan melihat tatapan senang kedua anaknya, dan tatapan membunuh dari Arin, tapi ia hiraukan dan tetap memakan suapan demi suapan yang di berikan Kelvin kepadanya membuat Arin naik darah dan memilih untuk pulang. padahal makan malamnya belum selesai.


itu membuat Vina senang bahwa ia mampu menyingkirkan Arin malam ini, bahkan ia berfikir Arin buka lah tandingan nya. ia segera merapihkan piring makan malam itu membantu Kelvin membersihkan nya juga. Saat Vina ingin pamit pulang Kelvin menahan nya


"kamu mau pulang sekarang?? ini udah malam loh, lebih baik nginep aja lagian kamu kesini ga naik mobil juga, aku ga bisa anter kamu karna anak anak belum tidur itupun mau di tidurin sama bibi" ucap Kelvin


"ah tapi.." ucap Vina bingung


"udah nginep disini aja disini banyak kamar kok, kamu bisa tidur di kamar tamu kok, gimana??" tanya Kelvin


"ah baiklah, makasih sebelumnya" ucap Kelvin


Vina di antar Kelvin ke kamar tamu, sedangkan ia segera ke kamarnya mengambil Sorai baru untuk di tiduri oleh Viona. saat ia akan sampai di kamar Viona, ia mendengar Viona berbicara lewat telepon dengan seorang laki laki. membuat Kelvin seolah panas dan terbakar api cemburu. "ya Allah kelvin kamu ga boleh punya perasaan ini dia bukan Vina Kelvin ia Viona walaupun sifat ke ibuannya dan masakan nya mirip Vina tapi ia tetaplah Viona Kelvin sadar" ucap Kelvin seraya Menampar pipinya berkali kali