
Vina membaringkan tubuhnya di kasur lembut dan nyaman miliknya. Vina segera meraih ponselnya takut takut Arie menghubunginya. dan sesekali ia memandangi layar ponselnya yang sudah ia ganti dengan foto mereka bertiga. Vina memandangi foto itu tanpa sadar air matanya telah turun begitu deras. ya akhirnya Vina menangis entah karna bahagia atau karna sedih waktu bersama anak anaknya tidak terlalu lama, Vina harap anak anaknya baik baik saja di sana tidak ada masalah karna mereka pulang telat.
Sementara di kediaman keluarga Vina...
"Astaga darimana saja kalian? kalian yah anak ga di untung bener bener gatau apa orang tua pusing nyariin kalian!" marah Arin
"kamu apa apaan sih Rin! ga seharusnya kamu semarah ini sama mereka, emangnya kamu siapanya mereka!" marah nowo kakak dari Vina
"anak anak, kalian ke kamar ya, ganti baju, sama kakak Adel oke" ucap nowo ramah kepada Ara dan Arie yang sedikit ketakutan dengan suara meninggi Arin
"maaf aku kelepasan" ucap Arin
"inget ya Arin! kamu cuma teman kerja nya Kelvin, gausah sok berpenguasa di sini, kami bisa ko didik anak anak, ga perlu di kasarin, awas aja kalau kamu gini lagi aku ga segan segan usir kamu dari rumah keluarga ku!" marah nowo kepada Arin
"sialan! gara gara anak itu aku kelepasan! dasar ga anak ga ibunya bahkan keluarganya semuanya nyusahin! kalau bukan karna mau balas dendam sama Kelvin malas banget aku sandiwara sampai seperti ini" ucap Arin di dalam hati
"kalian abis darimana saja Ara Arie?? kakak cari kalian gada di mana mana, bahkan kakak sampai di marahin oleh ibu sama ayah gara gara ga jaga kalian, padahal kakak kan juga mau main" ucap Adel seraya menyiapkan baju ganti Ara dan Arie yang tengah mandi air hangat di kamar mandi mereka masing masing.
"maaf ka Adel, ga maksud kita sepelti itu, kita tadi jalan jalan aja kok maaf yah" ucap Arie
"iya ka Adel tadi kita main aja kok maaf yah janji ga gini lagi" ucap Ara juga seolah ingin kakak sepupunya itu percaya kepada merek berdua
"baiklah kalau begitu janji jangan ulangi lagi, sedikit lagi papa kalian akan jemput kalian katanya kalian akan balik ke rumah kalian, Ajung udah sembuh kok," ucap Adel memberitahu keduanya
"ah yang bener ka Adel jadi Kakung udah sembuh asik kita bisa cepet ketemu bunda dong" ucap Ara semangat
"i-iiya.. Ar.." belum ucapan Adel selesai datang Arin di belakang Adel
"kalian ngomongin apa sih! inget ya bunda kalian mungkin emang ga akan kembali gausah kebanyakan mimpi, lagian kalau bunda klian mau kembali dia pasti kembali tapi mana sekarang bahkan dia gada kan! gausah banyak mimpi oke, dan cobalah kalian menerima Tante untuk Sama papa kalian" ucap Arin kepada ketiga anak itu
bukan nya respon yang baik ketiga anak itu hanya melangkah pergi keluar kamar setelah beres mandi dan ganti pakaian tidur untuk ke kamar Kakung mereka.
"sialan anak anak itu! liat aja aku buat kalian nyesel gamau kasih ayah kalian ke aku!" kesal Arin di buatnya
"akung.." teriak Ara kepada kakeknya yang tengah duduk di kursinya dan menerima pelukan hangat cucu cucunya.
"ada apa ini, kenapa cucu cucu kakek pada manja semua mau jajan ya.. makan nya baik banget sama akung" ucap ayah Vina
"tidak akung, kami hanya ingin pergi dari Tante galak" ucap Adel seolah mewakili yang ingin Ara dan Arie katakan kepada akungnya
"siapa yang kamu maksud Tante galak Adel, jangan asal bicara nak" ucap akung kepada Adel
Arin yang ada di depan pintu langsung masuk karna ia mendengar dirinya di jelek jelekin oleh anak nya si nowo! "ga mamanya ga anaknya maunya ikut campur aja urusan orang sialan!" kesal Arin
"ish ada apa ini, aduh Adel kamu kecil kecil pandai berakting ya!"ucap Arin kepada akung Arin langsung memegang pundak Adel dan membisikkan nya sesuatu " jangan asal bicara atau kamu bisa aku buat ga bisa bicara lagi ngertikan anak cantik!" ancam Arin dengan suara pelan sampai akung ga bisa dengar dan Adel yang mendengarnya bergidik ngeri dan merinding di seluruh badannya
"iiya Tante" ucap Adel takut dan langsung pergi ke kamar mama dan ayahnya
"oh kalian di sini rupanya ayah cariin kemana mana juga" ucap Kelvin yang baru sampai
"kamu udah pulang Vin? malam sekali" ucap ayah Vina
"ah iya ini yah, maklum kerjaan lagi banyak banyaknya, jadi gini deh maafin ayah ya sayang jadi gada waktu buat kalian di hari libur gini" ucap Kelvin seraya berlutut di depan kedua buah hatinya ini.
"iya ayah gapapa kok, ayah boleh ga arie punya mama baru?" tanya Arie kepada ayahnya dan membuat Kelvin kaget dan juga kakek mereka kaget tapi ada satu orang yang sangat kepedean disana dengan gelagat sok kecantikan seolah menunjukkan bahwa dirinya lah yang di maksud oleh Arie
"hahaha anak ini bisa bersikap manis juga ternyata, hahaha kalau kalian ikutin cara main ku aku pastikan kalian ga akan aku marahin bagus tunjukan diri ku pada ayah kalian agar aku bisa segera melancarkan maksud ku dengan cepat bukan" ucap Arin di dalam hatinya
"ah.. Arie kamu bicara apa sih, udah kita pulang yuk besok kalian kan mulai sekolah lagi" ucap Kelvin kepada kedua anaknya seolah mengalihkan pembicaraan
"ayah! kenapa ayah susah sekali di ajak bicara, Arie belum selesai ayah" marah Arie yang paham ayahnya gamau bahas mama baru
"bukan seperti itu, bukan kah kalian sayang bunda kalian, kenapa jadi berubah pikiran gini? jawab ayah! kenapa ada apa ini ayah dengar dari paman kalian kalau kalian abis berulah baru pulang dari mana aja kalian?" tanya Kelvin kepada kedua anaknya yang hanya terdiam seolah tidak bisa berbicara apa yang mereka lakukan dan kemana mereka pergi
Arin yang merasa mereka akan berkelahi atau mungkin akan membuat keduanya ga nyaman langsung menengahinya, "maaf bukan maksud ikut campur cuma mau kasih saran.. lebih baik kamu dengerin lah maunya anak anak mungkin itu yang terbaik buat anak anak, daripada nungguin bundanya yang ga jelas apa bakal balik atau malah mungkin udah bahagia dengan kehidupan barunya dengan keluarga dan anak baru mungkin" ucap Arin asal yang membuat Kelvin menatapnya sinis dan bahkan ia menutup mulutnya seolah kaget dengan apa yang ia ucapkan barusan itu udah kelewatan mana disana ada ayahnya dari Vina.
Ara dan Arie seolah mengejek Arin yang terlihat bodoh dan konyol dengan ucapan nya pun memilih untuk mencium akungnya dan pergi bersama Kelvin untuk mengambil barang barang mereka untuk segera pulang ke rumah mereka.
Arin yang akan pergi juga pun langsung di tahan oleh ayah Vina membuat dia kaget dan menoleh ke arah ayah Vina. "a..ada apa pak?" tanya Arin kepada ayah
"kamu cantik tapi mulut mu sangat jahat, ingat menantu ku tidak akan jatuh cinta kepada wanita seperti mu! menyerahkan atau kamu hanya akan membuat dirimu terlihat bodoh di depan nya" ucap ayah Vina kepada Arin yang seolah tertampar dan malah kesal langsung keluar dengan terburu buru karna ia mendengar mobil Kelvin sudah akan meninggalkan kediaman Vina
"loh Vin, Kelvin! kenapa kamu ninggalin aku Kelvin!!!!" teriak Arin di belakang mobil yang mulai pergi menjauh dari tempat nya berdiri sekarang.
"hahaha makannya mba, hidup itu jangan jadi benalu dalam rumah tangga orang, baru bisa bantu sedikit aja udah banyak tingkah! lihat keliatan bodohnya kan! hahaha" tawa nowo kepada Arin yang terlihat bodoh meneriaki dan mengejar mobil adik iparnya yang sudah menjauh dari tempat tinggal ayahnya untuk pulang ke rumah mereka
"Diam kamu! emangnya kamu cukup pintar hah! cari sana adik ku yang ga guna itu! kemana dia sekarang! mikir! dan satu lagi! aku ga bodoh! dan inget jika adik kamu ga balik aku pastikan aku yang akan gantiin posisi nyonya Wicaksana paham!" pergi Arin meninggalkan nowo yang hanya terbahak dengan ucapan ngawur Arin
"dasar orang gila kerjaan nya halu mulu! dia lupa ya kalau Kelvin alergi perempuan bahkan dia aja ga di gubris sama Kelvin masih ngotot mau ngejar lagi dasar bodoh!" ucap nowo seraya melanjutkan jalan nya menuju rumah ayahnya.