SECRETLY MARRIED

SECRETLY MARRIED
eps 6



"**hei, bukannya sudah kuperingatkan bahwa kau tidak boleh mendekatiku di sekolah? jadi, apa sebenarnya yang kau pikirkan dengan menarik perhatian orang lain seperti itu, ha?'


"apa? lihat dirimu sendiri menarik perhatian orang lain dengan si Elisa itu! apa perlu aku ingatkan bahwa kau sudah menikah?"


"memangnya kenapa? bukan berarti semua orang tahu bahwa aku sudah menikah. lagipula, itu bagus untuk Citraku. Elisa punya banyak sekali penggemar"


"terserahlah."


"dan Elisa tidak bisa berhenti membicarakanku. itu promosi yang bagus, kau tahu? aku cowok ideal untuk si cewek ideal"


"oke, terserah."


"ngomong-ngomong, kenapa kau bertingkah begitu? kau cemburu, ya**?"seringai Kent bertambah lebar dan itu sukses membuat phobe jengkel ingin sekali rasanya dia melemparkan tas ke wajahnya kent.


"****sebenarnya apa sih yang sedang kau bicarakan?"


"ada yang cemburu**!"


phobe mendesah dramatis lalu menutup pintu di belakangnya dia langsung masuk ke kamar mandi berencana untuk menenggelamkan semua kejengkelan yang di bak mandi.


baru saja phobe mulai merasa nyaman tiba-tiba dia teringat proyek sains nya phobe berdiri dari bak mandi dan nyaris terpeleset saat melangkah keluar. begitu dia mulai mengeringkan tubuh dengan handuk, phobe baru ingat bahwa proyeknya harus dikumpulkan besok "sial!" dia berteriak sambil keluar dari kamar mandi dengan air masih menetes dari tubuhnya.


 begitu selesai berganti pakaian, phobe mulai menyusun semua peralatan yang dibutuhkan nya untuk mengerjakan proyek tersebut (alat peredup lampu) seperti yang sering kau lihat di bioskop-bioskop.


setelah beberapa jam berkutat dengan proyeknya, phobemendongak ke arah jam dan menyadari bahwa saat itu sudah pukul 11 malam.


apa?jadi aku sudah melakukan ini selama 5 jam dan tidak menghasilkan apa-apa? pikirnya


hmm, mungkin kalau aku meletakkan ini di sini...


"ah" phobe berteriak.sentakan menyakitkan dari aliran listrik yang tersambung ke lantai menyetrum ujung jemarinya.phobe nyaris menjatuhkan proyeknya yang bahkan belum mengalami perkembangan berarti.


"aww" dia hanya sibuk berteriak, tapi pekerjaan yang hanya mengalami sedikit kemajuan.


mungkin sedikit cemilan tengah malam bisa membantu,


pikir phobe sambil beranjak.


tepat ketika membuka pintu, phobe mendapati kent sedang membuka pintu kamarnya juga. cowok itu mengerutkan dahinya dalam dalam.


uh, sekarang apalagi?


pikir phobe saat pandangan mereka beradu.