
beberapa menit kemudian phobe berjalan menuju sekolah internasional yang jaraknya hanya beberapa menit dari rumah mereka di sana dia bertemu dengan Jessica sahabatnya satu dari segelintir orang selain keluarganya yang mengetahui tentang pernikahannya Jessica melambaikan tangan penuh semangat kepadanya saat phobe melewati koridor sekolah dengan wajah cemberut
"ada apa? kenapa wajahmu begitu?"
phobe tersenyum masa membalas pertanyaan Jessica saat mereka berjalan bersama menuju kelas
"**hei apa ini karena suamimu lagi?"
"hei bisa pelankan suaramu? orang-orang bisa mendengarmu**"
phobe begitu menyayangi Jessica tapi kadang-kadang sahabatnya itu cenderung bereaksi berlebihan
"terserahlah aku hanya tidak mengerti mengapa kau masih bersamanya padahal dia sering membuatmu jengkel kenapa kalian tidak bercerai saja?"
"tidak segampang itu!"
sesaat Jessica bisa melihat keraguan di wajah phobe"apa?"
Jessica lantas cekikikan
"lihat dirimu! rupanya kau senang menikahi cowok brengsek itu!"
phobe tidak percaya atas apa yang dikatakan oleh Jessica sebenarnya apa yang sedang Jessica pikirkan?
"diamlah!" Jessica masih cekikikan
"apa?"
"kirim SMS atau semacamnya kalau kau ingin mengatakan sesuatu"kata phobe sambil menirukan suara kent dan dia melakukannya dengan sangat baik
"**berani sekali dia!"
"tepat sekali maksudku aku tidak boleh bicara dengannya di sekolah tapi dia boleh bicara dengan semua cewek-cewek cantik di kelasnya**?"
Kent punya reputasi sebagai seorang Playboy
setiap bulan dia sering terlihat bersama seorang cewek baru yang berhasil ditaklukan nya dan berita itu akan terpampang di semua situs berita hiburan dan dibicarakan di semua program berita hiburan phobe tidak pernah benar-benar tahu kebenaran mengenai pacar-pacar singkat suaminya tapi sepertinya semua penggemar suaminya itu tampak senang menyadari fakta bahwa Kent bisa berpacaran dengan siapa pun yang dia mau sekolah statusnya sebagai Playboy malah membuat ia semakin disukai bukan dibenci
"**entahlah phobe dulu semua ini tidak terlalu mengganggumu apa mungkin~"
"apa?"
"kau sudah jatuh cinta padanya!"
"diamlah! kupikir kau sahabatku!"
"teman selalu bicara yang sebenarnya**"saat phobe dan Jessica berjalan menuju kelas mereka melewati kelas kent.
mereka seangkatan tapi berada di kelas yang berbeda. selain wajahnya yang benar-benar tampan Kent juga diberkati dengan segudang bakar yang menjadikannya hebat dan handal dalam berbagai hal sedangkan phobe tidak seperti itu phobetidak terlalu suka sekolah dan sekarang dengan apa yang disaksikan kedua matanya phobe punya lebih banyak alasan lagi untuk tidak menyukai sekolah