
phobe dan Jessica terus berjaga-jaga di pintu seandainya ms.cagula datang.Jessica masih tidak mempercayai bahwa proyek sains temannya itu berada di tangan selebriti lain dan kali ini selebriti itu bukan suami nya
"kupikir kau sama sekali tidak tahu siapa Harley. jadi bagaimana kau bisa yakin kalau itu benar dia?" tanya Jessica, masih tidak mempercayai keseluruhan cerita sahabatnya itu.
"siapa lagi kalau bukan dari cewek-cewek bodoh yang berbisik-bisik mengataiku-keras sekali kalau boleh tahu tambahkan-mereka bilang aku sedang mencari perhatian dua selebriti di sekolah ini"
"dua?"
"ya, Kent menyaksikan semuanya. dia marah sekali"
"apa maksudmu dia cemburu? oh, Tuhan"
"diamlah! kurasa tidak.mungkin dia marah karena dia yang mengerjakan proyek itu semalam, dan sekarang proyek itu rusak"
"ya ampun. malah kedengaran lebih baik! kent manis sekali!"
"bisa diam tidak? sama sekali tidak seperti itu."
"ya Tuhan, itu ms. cagula!"Jessica memekik lalu matanya semakin membelalak. "dan astaga! itu Harley. dia menuju kemari. OMG!"
Jessica tidak mampu lagi mengendalikan diri. dia mencengkram kan kuku jarinya ke lengan phobe
"aw!!" bersamaan dengan itu, ms.cagula masuk ke ruang kelas, yang secara tidak langsung memaksa kedua sahabat itu duduk di bangku mereka.
"ya ampun, bagaimana dengan proyek mu, phobe?" phobe menoleh kearah kaca yang menempel di pintu ms.cagula mulai mengabsen. jantung phobe berdebar keras saat menunggu nama belakangnya-em, nama gadis nya-dipanggil.
"bernal?" ms.cagula mendongak. perlahan-lahan.phobe berdiri,hendak mengarang alasan konyol yang terdengar paling masuk akal.
Namun, tepat saat itu, terdengar suara ketukan di pintu kelas. semua orang menoleh ke arah pintu yang perlahan membuka, seketika Harley vilalluz muncul di sana.
ruang kelas mulai gadu dengan bisik-bisik, dan semua cewek sibuk membuka tas untuk mengambil ponsel pintar mereka agar bisa memotret selebriti itu
guru mereka lebih tepatnya, guru killer mereka berbicara dengan nada manis kepada Harley disertai seulas senyuman memuakkan di wajahnya.
Jessica melirik phobe dan berpura-pura akan muntah sedangkan phobe balas memutar bola matanya.
"hmmm,Mrs.."
"namaku ms.cagula"Sela guru killer itu.
"ya, ms.cagula. maaf mengganggu pelajaran Anda saya mencari phobe Isabelle feunt- maksud saya Bernal saya meminjam produk lampu nya dan belum sempat mengembalikan nya. ini proyek nya." kata Harley.
phobe tidak bisa mempercayainya.tadi Harley akan mengatakan nama belakangnya nama belakang setelah ia menikah
"ms.bernal majulah dan ambil proyekmu"
phobe berdiri lalu mengambil proyek itu dari tangan Harley kemudian cowok itu cepat-cepat menyelipkan satu benda lagi ke tangannya.
"tadi kau meninggalkan ini di lantai"
"aku bisa menjelaskannya"phobe mulai berbicara
"ya kau bisa menjelaskannya setelah kelas selesai. apa kau mau janjian?"
phobe tersentak tapi hanya mengangguk selagi Harley mengedipkan mata ke arahnya.
"terima kasih ms.cagula saya masuk kelas dulu"
ms.cagula balas tersenyum lebar dan melambaikan tangan ketika Harley menutup pintu di belakangnya. senyum ms.cagula lenyap seketika dan beliau meminta phobe menyerahkan proyeknya phobe harus menahan diri untuk tidak memutar bola matanya lagi. kenapa semua orang di sekolah ini gila selebriti? pikirnya sambil kembali ke bangkunya